{"id":110719,"date":"2026-10-06T18:05:55","date_gmt":"2026-10-06T11:05:55","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/06\/indonesia-targetkan-e20-dalam-lima-tahun-zulkifli-hasan-bagian-dari-transisi-energi\/"},"modified":"2026-10-06T18:05:55","modified_gmt":"2026-10-06T11:05:55","slug":"indonesia-targetkan-e20-dalam-lima-tahun-zulkifli-hasan-bagian-dari-transisi-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/06\/indonesia-targetkan-e20-dalam-lima-tahun-zulkifli-hasan-bagian-dari-transisi-energi\/","title":{"rendered":"Indonesia Targetkan E20 dalam Lima Tahun, Zulkifli Hasan: Bagian dari Transisi Energi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/Z-53pKylNPWd3IJA4vtxAcu3h1fTSUHC1uv2LswgQWE\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTcyOTYvMjAyNjEwMDYxNzM0LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkxMjgyODc4LmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia akan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk penerapan campuran bensin dengan 20 persen bioetanol atau E20 dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari agenda transisi energi.<\/p>\n<p>Dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa, 6 Oktober, Zulkifli menyatakan optimistis Indonesia mampu memproduksi E20, menyusul keberhasilan penerapan biodiesel 50 persen atau B50.<\/p>\n<p>Menurut Zulkifli, pengembangan energi terbarukan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.<\/p>\n<p>\u201cInvestasi energi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada industri fosil dan menciptakan lapangan kerja baru,\u201d ujarnya, dikutip <em>Antara<\/em>.<\/p>\n<p>Ia mengatakan pengembangan energi terbarukan dan bahan bakar nabati merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau.<\/p>\n<p>Zulkifli menambahkan, transformasi energi harus tetap memperhatikan ketahanan pangan dan perlindungan lingkungan. Karena itu, pengembangan bahan bakar nabati perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku.<\/p>\n<p>Dalam pidatonya, Zulkifli juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah membangun pasar karbon yang kredibel dan transparan sebagai salah satu pintu masuk pembiayaan internasional untuk mendukung agenda pertumbuhan hijau.<\/p>\n<p>Pemerintah menetapkan penyelenggaraan nilai ekonomi karbon (NEK) melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut mencakup sejumlah instrumen, antara lain perdagangan karbon, pajak karbon, dan pembayaran berbasis hasil atau <em>result-based payment<\/em>.<\/p>\n<p>Sebelumnya, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (16\/9), Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan tebu yang sudah ada seluas 2 juta hektare untuk diolah menjadi bioetanol guna mendukung Program E20.<\/p>\n<p>Tebu dipilih sebagai salah satu sumber bahan baku bioetanol karena ketersediaan lahannya dinilai paling memungkinkan dibandingkan dengan lahan untuk perkebunan jagung dan singkong.<\/p>\n<p>Prabowo juga memerintahkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk menyiapkan industri yang mendukung pelaksanaan Program E20.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/597296\/indonesia-targetkan-e20-dalam-lima-tahun-zulkifli-hasan-bagian-dari-transisi-energi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia akan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk penerapan campuran bensin dengan 20 persen bioetanol atau E20 dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari agenda transisi energi. Dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa, 6 Oktober, Zulkifli menyatakan optimistis Indonesia mampu memproduksi E20, menyusul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110720,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110719"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110719\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}