{"id":110643,"date":"2026-10-06T11:39:16","date_gmt":"2026-10-06T04:39:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/06\/honda-rayakan-60-tahun-di-kelas-utama-motogp-dengan-warna-rc181\/"},"modified":"2026-10-06T11:39:16","modified_gmt":"2026-10-06T04:39:16","slug":"honda-rayakan-60-tahun-di-kelas-utama-motogp-dengan-warna-rc181","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/06\/honda-rayakan-60-tahun-di-kelas-utama-motogp-dengan-warna-rc181\/","title":{"rendered":"Honda Rayakan 60 Tahun di Kelas Utama MotoGP dengan Warna RC181"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Honda RC213V tampil dengan livery khusus pada MotoGP Jepang 2026 untuk memperingati 60 tahun keikutsertaan Honda di kelas utama Grand Prix. Warna tersebut mengambil inspirasi dari RC181, motor balap Honda yang digunakan saat pertama kali berlaga di kelas 500 cc pada 1966.<\/p>\n<p>Livery khusus itu digunakan tim Honda HRC Castrol pada MotoGP Jepang yang berlangsung di Mobility Resort Motegi. Berbeda dari warna HRC tiga warna yang biasa digunakan, Honda RC213V tampil dengan dominasi perak, kombinasi merah, serta warna kuning pada bagian nomor.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Desain tersebut dibuat untuk menghidupkan kembali tampilan motor balap Honda dari era 1960-an. Pada balapan utama MotoGP Jepang, Luca Marini dan Somkiat Chantra mengendarai Honda RC213V dengan livery yang terinspirasi dari RC181 tersebut.<\/p>\n<p>Honda memilih RC181 sebagai sumber inspirasi karena motor itu memiliki posisi penting dalam sejarah Honda di kelas utama. Honda memulai kiprahnya di kejuaraan dunia pada 1959 melalui Isle of Man TT. Setelah membangun pengalaman di berbagai kelas, Honda kemudian memasuki kelas 500 cc pada 1966.<\/p>\n<p>Untuk menghadapi kelas tersebut, Honda mengembangkan RC181. Motor itu menggunakan mesin empat silinder segaris berpendingin udara dengan konfigurasi DOHC empat katup.<\/p>\n<p>RC181 langsung menunjukkan daya saingnya sejak debut. Pada GP Jerman Barat, Jim Redman membawa Honda meraih kemenangan. Pada seri berikutnya, Honda kembali menang. Mike Hailwood kemudian menambah tiga kemenangan sehingga Honda mencatat total lima kemenangan pada musim pertamanya di kelas 500 cc.<\/p>\n<p>Hasil tersebut membawa Honda meraih gelar konstruktor kelas 500 cc pada 1966. Pada tahun yang sama, Honda juga meraih gelar konstruktor di lima kelas yang dipertandingkan saat itu, yakni 50 cc, 125 cc, 250 cc, 350 cc, dan 500 cc.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/597219\/body_image_2026100609.jpg\" alt=\"\" width=\"500\"\/><\/p>\n<p>RC181 hanya digunakan Honda dalam kejuaraan dunia selama dua musim, yakni 1966 dan 1967. Motor tersebut mencatat total 10 kemenangan di kelas 500 cc dan menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan Honda menuju persaingan di kelas utama.<\/p>\n<p>Enam dekade kemudian, sejarah tersebut kembali diangkat melalui Honda RC213V. Livery RC181 pada MotoGP Jepang menjadi bagian dari proyek Honda bertajuk \u201cThe Dream. The Challenge.\u201d yang digelar sepanjang 2026.<\/p>\n<p>Melalui proyek tersebut, Honda mengangkat sejarah aktivitas balapnya, termasuk berbagai mimpi dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanan menuju level tertinggi. Honda juga menempatkan keberhasilan dan proses menuju pencapaian tersebut sebagai bagian penting dari sejarah balapnya.<\/p>\n<p>Peringatan 60 tahun Honda di kelas utama kemudian diterjemahkan ke dalam tampilan Honda RC213V. Warna yang dahulu digunakan RC181 kini diterapkan pada motor MotoGP modern dan ditampilkan dalam balapan kandang Honda di Jepang.<\/p>\n<p>Namun, livery khusus tersebut berpeluang tidak hanya muncul pada MotoGP Jepang. Honda HRC Castrol menyatakan akan mempertahankan warna tersebut pada seri berikutnya apabila unggahan tim di platform X mendapatkan lebih dari 50 ribu tanda suka.<\/p>\n<p>Pada 4 Oktober pukul 00.00, unggahan tersebut telah memperoleh 8.744 tanda suka. Dengan demikian, masih diperlukan dukungan lebih lanjut untuk mencapai target yang ditetapkan Honda HRC Castrol.<\/p>\n<p>Jika target 50 ribu tanda suka tercapai, livery yang terinspirasi dari RC181 berpeluang kembali terlihat pada balapan MotoGP berikutnya. Keputusan tersebut sekaligus membuat perayaan 60 tahun Honda di kelas utama tidak hanya menjadi bagian dari MotoGP Jepang, tetapi berpotensi berlanjut ke seri-seri selanjutnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/motor\/597219\/honda-rayakan-60-tahun-di-kelas-utama-motogp-dengan-warna-rc181\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Honda RC213V tampil dengan livery khusus pada MotoGP Jepang 2026 untuk memperingati 60 tahun keikutsertaan Honda di kelas utama Grand Prix. Warna tersebut mengambil inspirasi dari RC181, motor balap Honda yang digunakan saat pertama kali berlaga di kelas 500 cc pada 1966. Livery khusus itu digunakan tim Honda HRC Castrol pada MotoGP Jepang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110644,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110643"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110643\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}