{"id":110561,"date":"2026-10-06T02:16:16","date_gmt":"2026-10-05T19:16:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/06\/akademisi-unmul-nilai-dob-apau-kayan-strategis-bagi-pertahanan-dan-ekonomi-kaltara\/"},"modified":"2026-10-06T02:16:16","modified_gmt":"2026-10-05T19:16:16","slug":"akademisi-unmul-nilai-dob-apau-kayan-strategis-bagi-pertahanan-dan-ekonomi-kaltara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/06\/akademisi-unmul-nilai-dob-apau-kayan-strategis-bagi-pertahanan-dan-ekonomi-kaltara\/","title":{"rendered":"Akademisi Unmul Nilai DOB Apau Kayan Strategis bagi Pertahanan dan Ekonomi Kaltara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/mDDOnn98WB285d2Ultk_CLP6WXZ0aMizDivu-HkHuYU\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTcxODgvMjAyNjEwMDYwMTEzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkxMjI0MDI2LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>TANJUNG SELOR \u2014 Rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Apau Kayan dinilai memiliki posisi strategis bagi penguatan pertahanan nasional sekaligus pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara).<\/p>\n<p>Direktur Pascasarjana Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Ir. Ndan Imang, M.P., Ph.D., mengatakan posisi geografis Apau Kayan yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, membuat wilayah tersebut memiliki nilai strategis dari sisi geopolitik, pertahanan, dan pembangunan kawasan perbatasan.<\/p>\n<p>Sebagai akademisi sekaligus putra daerah asal Apau Kayan, Ndan menilai pembentukan kabupaten baru dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan keterisolasian.<\/p>\n<p>\u201cDaerah Apau Kayan itu sangat strategis secara geografis dan geopolitik karena berbatasan langsung dengan Malaysia,\u201d kata Ndan Imang, Senin (5\/10\/2026).<\/p>\n<p>Selain faktor geografis, Ndan menyebut Apau Kayan memiliki nilai historis dan budaya yang kuat. Menurut dia, kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah pemerintahan lokal serta menjadi salah satu wilayah asal dan perkembangan budaya masyarakat Dayak Kenyah.<\/p>\n<p>\u201cSecara historis, dulu sudah ada sistem pemerintahan di sana dan wilayah ini merupakan asal-usul dan karakteristik budaya dari etnis Dayak Kenyah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>DOB Apau Kayan dan Pembangunan Perbatasan<\/strong><\/p>\n<p>Ndan mengatakan keterisolasian menjadi salah satu persoalan yang selama ini memengaruhi perkembangan Apau Kayan. Menurut dia, status sebagai daerah otonomi baru berpotensi memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini, keterisolasian di wilayah itu membuat pembangunan di daerah perbatasan menjadi sangat lambat dan tertinggal. Dengan status otonomi baru, pembenahan infrastruktur dipastikan akan berjalan jauh lebih akseleratif,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menilai Apau Kayan berpotensi menjadi salah satu wilayah penyangga strategis bagi Ibu Kota Nusantara (IKN). Konektivitas antara Apau Kayan dan kawasan IKN, menurut dia, dapat dikembangkan melalui jalur Long Bagun dan Kutai Barat.<\/p>\n<p>\u201cAkses ini ke depan akan membuka koridor ekonomi super cepat yang menghubungkan IKN, DOB Apau Kayan, Malaysia, hingga tembus ke Brunei Darussalam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Ndan, peningkatan konektivitas tersebut dapat membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan kawasan perbatasan dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p><strong>Minta Apau Kayan Jadi Perhatian Pemerintah Pusat<\/strong><\/p>\n<p>Ndan juga mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap usulan pembentukan DOB Apau Kayan, terutama dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah perbatasan.<\/p>\n<p>Ia berharap pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), DPR RI, dan Bappenas, dapat mempertimbangkan posisi strategis Apau Kayan dalam kebijakan pembangunan kawasan perbatasan.<\/p>\n<p>Sebagai kawasan yang dinilai memiliki kepentingan strategis nasional, Ndan berpandangan diperlukan kebijakan yang dapat mengakomodasi kondisi khusus wilayah Apau Kayan, termasuk dalam konteks kebijakan moratorium pemekaran daerah.<\/p>\n<p>\u201cPersyaratan administrasi yang kecil dan belum terpenuhi seharusnya bisa diabaikan demi kepentingan strategis nasional yang jauh lebih penting,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia juga mendorong masyarakat Apau Kayan memperkuat komunikasi dan menyampaikan aspirasi secara nyata kepada pemerintah pusat agar usulan pembentukan DOB tersebut mendapat perhatian.<\/p>\n<p>\u201cMengingat karakteristik Apau Kayan sangat jauh berbeda dan lebih mendesak dibanding calon DOB lainnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><strong>Dua Skenario Pemenuhan Wilayah DOB<\/strong><\/p>\n<p>Terkait pemenuhan wilayah administrasi, Ndan mengatakan tim presidium pembentukan DOB Apau Kayan dapat menyiapkan dua skenario.<\/p>\n<p>Skenario pertama adalah tetap menggunakan komposisi empat kecamatan yang menjadi bagian dari rencana awal pembentukan DOB.<\/p>\n<p>Sementara skenario kedua adalah memperluas cakupan wilayah dengan menambahkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Bahau Hulu dan Pujungan. Menurut Ndan, kedua wilayah tersebut dilaporkan telah menyatakan komitmen untuk bergabung.<\/p>\n<p>\u201cSkenario kedua adalah melakukan perluasan wilayah dengan menambah dua kecamatan baru, termasuk Kecamatan Bahau Hulu dan Pujungan, yang dilaporkan telah menyatakan komitmennya untuk bergabung demi mempercepat realisasi pembentukan kabupaten perbatasan ini,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/597188\/akademisi-unmul-nilai-dob-apau-kayan-strategis-bagi-pertahanan-dan-ekonomi-kaltara\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANJUNG SELOR \u2014 Rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Apau Kayan dinilai memiliki posisi strategis bagi penguatan pertahanan nasional sekaligus pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara). Direktur Pascasarjana Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Ir. Ndan Imang, M.P., Ph.D., mengatakan posisi geografis Apau Kayan yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, membuat wilayah tersebut memiliki nilai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110562,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110561","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110561"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110561\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}