{"id":110189,"date":"2026-10-04T10:48:22","date_gmt":"2026-10-04T03:48:22","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/04\/jangan-panik-begini-pertolongan-pertama-jika-digigit-hewan-penular-rabies\/"},"modified":"2026-10-04T10:48:22","modified_gmt":"2026-10-04T03:48:22","slug":"jangan-panik-begini-pertolongan-pertama-jika-digigit-hewan-penular-rabies","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/04\/jangan-panik-begini-pertolongan-pertama-jika-digigit-hewan-penular-rabies\/","title":{"rendered":"Jangan Panik! Begini Pertolongan Pertama jika Digigit Hewan Penular\u00a0 Rabies"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Gigitan hewan yang diduga terinfeksi rabies tidak boleh dianggap sepele.<\/p>\n<p>Meski gejala rabies tidak selalu muncul segera setelah gigitan, virus tersebut dapat berakibat fatal jika sudah menyerang otak.<\/p>\n<p>CPPETINDO Scientific Communication Expert drh Neno Sukelan mengatakan, masyarakat yang digigit hewan terduga rabies tidak perlu panik, tetapi harus segera melakukan pertolongan pertama dan mendapatkan penanganan medis.<\/p>\n<p>&#8220;Pertolongan pertamanya adalah segera dibilas dengan air mengalir dan sabun,&#8221; ujar Neno.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, luka gigitan perlu segera dicuci menggunakan air mengalir dan sabun. Jika memungkinkan, darah pada area luka juga dapat dikeluarkan sebanyak mungkin saat proses pembersihan.<\/p>\n<p>Selain menggunakan sabun, luka dapat dibersihkan dengan antiseptik untuk membantu mengurangi risiko virus masuk ke dalam tubuh.<\/p>\n<p>Setelah melakukan pertolongan pertama, korban sebaiknya segera menghubungi dokter atau mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini penting karena penanganan rabies harus dilakukan sebelum muncul gejala klinis.<\/p>\n<p>Menurut Neno, hingga saat ini belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan rabies ketika gejala klinis sudah muncul.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau sampai muncul gejala klinis, artinya virus sudah masuk ke otak. Jarang yang bisa selamat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, korban gigitan dapat diberikan vaksin antirabies (VAR) dan, dalam kondisi tertentu, serum antirabies (SAR) berdasarkan penilaian tenaga medis.<\/p>\n<p>Neno menjelaskan, vaksin membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu untuk membantu tubuh membentuk antibodi. Sementara serum diperlukan untuk membantu menetralkan virus apabila sudah masuk ke dalam tubuh.<\/p>\n<p><strong>Masa Inkubasi Bisa Berbulan-bulan<\/strong><\/p>\n<p>Neno mengatakan, seseorang yang terinfeksi rabies tidak selalu langsung mengalami gejala setelah digigit. Masa inkubasi dapat berbeda-beda, salah satunya dipengaruhi jarak lokasi gigitan dengan otak.<\/p>\n<p>Pada manusia, masa inkubasi rabies rata-rata sekitar dua hingga tiga bulan. Namun, dalam kasus tertentu yang jarang terjadi, masa inkubasi dapat berlangsung hingga satu tahun atau bahkan lebih.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak boleh merasa aman hanya karena tidak mengalami gejala dalam beberapa hari atau minggu setelah digigit.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi ketika digigit oleh hewan rabies atau tersangka penular rabies biasanya diberikan tindakan suntikan vaksin sekaligus serum,&#8221; jelas Neno.<\/p>\n<p>Neno menyebut masyarakat perlu mendatangi fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin antirabies dan serum antirabies setelah mengalami gigitan hewan yang dicurigai membawa rabies.<\/p>\n<p>Untuk wilayah Jakarta, sejumlah fasilitas kesehatan yang disebut menyediakan layanan tersebut antara lain RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso dan RSUD Tarakan.<\/p>\n<p>Namun, masyarakat tetap disarankan memastikan terlebih dahulu ketersediaan vaksin dan serum sebelum datang ke fasilitas kesehatan tertentu.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dengan demikian, langkah utama setelah digigit hewan yang diduga rabies adalah segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun, membersihkannya dengan antiseptik, lalu mendapatkan pemeriksaan medis sesegera mungkin.<\/p>\n<p>Jangan menunggu hingga muncul gejala rabies karena ketika gejala klinis telah berkembang, peluang untuk diselamatkan sangat kecil.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596931\/jangan-panik-begini-pertolongan-pertama-jika-digigit-hewan-penular-rabies\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Gigitan hewan yang diduga terinfeksi rabies tidak boleh dianggap sepele. Meski gejala rabies tidak selalu muncul segera setelah gigitan, virus tersebut dapat berakibat fatal jika sudah menyerang otak. CPPETINDO Scientific Communication Expert drh Neno Sukelan mengatakan, masyarakat yang digigit hewan terduga rabies tidak perlu panik, tetapi harus segera melakukan pertolongan pertama dan mendapatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}