{"id":110157,"date":"2026-10-04T08:14:19","date_gmt":"2026-10-04T01:14:19","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/04\/rabies-belum-ada-obatnya-ahli-ungkap-pentingnya-vaksin-dan-serum-usai-digigit\/"},"modified":"2026-10-04T08:14:19","modified_gmt":"2026-10-04T01:14:19","slug":"rabies-belum-ada-obatnya-ahli-ungkap-pentingnya-vaksin-dan-serum-usai-digigit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/04\/rabies-belum-ada-obatnya-ahli-ungkap-pentingnya-vaksin-dan-serum-usai-digigit\/","title":{"rendered":"Rabies Belum Ada Obatnya, Ahli Ungkap Pentingnya Vaksin dan Serum Usai Digigit"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Rabies merupakan penyakit infeksi yang hingga kini belum memiliki obat efektif untuk menyembuhkan penderita setelah gejala klinis muncul.<\/p>\n<p>Karena itu, penanganan setelah seseorang digigit hewan yang terinfeksi atau diduga membawa virus rabies menjadi sangat penting.<\/p>\n<p>CPPETINDO Scientific Communication Expert drh. Neno Sukelan mengatakan, pemberian vaksin dan serum antirabies menjadi bagian penting dari upaya pencegahan setelah seseorang terkena gigitan hewan penular rabies.<\/p>\n<p>&#8220;Sampai saat ini rabies itu belum ada obatnya. Jadi ketika gejala klinis muncul, belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan,&#8221; ujar Neno.<\/p>\n<p>Menurutnya, vaksin antirabies diberikan untuk membantu tubuh membentuk antibodi. Proses pembentukan antibodi tersebut membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.<\/p>\n<p>Sementara itu, serum antirabies dibutuhkan untuk membantu menetralkan virus apabila virus diduga telah masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, dalam kondisi tertentu vaksin dan serum dapat diberikan secara bersamaan sesuai penilaian tenaga medis.<\/p>\n<p>Neno menjelaskan, rabies menjadi sangat fatal ketika gejala klinis telah muncul. Kondisi tersebut menandakan virus telah mencapai sistem saraf pusat, termasuk otak.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau sampai muncul gejala klinis, artinya virus sudah masuk ke otak. Jarang yang bisa selamat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, waktu dari seseorang terinfeksi hingga munculnya gejala rabies dapat berbeda-beda. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah jarak lokasi gigitan dengan otak.<\/p>\n<p>Pada manusia, masa inkubasi rabies rata-rata berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Namun, dalam sejumlah kasus yang jarang terjadi, masa inkubasi dapat berlangsung hingga satu tahun atau bahkan lebih.<\/p>\n<p>Karena itu, masyarakat yang mengalami gigitan hewan yang diduga membawa rabies tidak disarankan menunggu munculnya gejala sebelum mendapatkan pertolongan medis.<\/p>\n<p>Neno mengatakan, pertolongan pertama setelah gigitan dapat dilakukan dengan segera mencuci dan membilas luka menggunakan air mengalir dan sabun. Luka juga dapat dibersihkan dengan antiseptik.<\/p>\n<p>&#8220;Pertolongan pertamanya adalah segera dibilas dengan air mengalir dan sabun,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Setelah pertolongan pertama dilakukan, korban perlu segera menghubungi tenaga medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Pasien selanjutnya dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin antirabies atau VAR serta serum antirabies atau SAR.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Untuk wilayah Jakarta, Neno menyebut sejumlah fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut yakni, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso dan RSUD Tarakan.<\/p>\n<p>Ketersediaan vaksin dan serum di fasilitas kesehatan lain perlu dikonfirmasi terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Dengan belum tersedianya pengobatan efektif setelah gejala rabies muncul, penanganan sedini mungkin setelah gigitan menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit berkembang menjadi fatal.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596922\/rabies-belum-ada-obatnya-ahli-ungkap-pentingnya-vaksin-dan-serum-usai-digigit\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Rabies merupakan penyakit infeksi yang hingga kini belum memiliki obat efektif untuk menyembuhkan penderita setelah gejala klinis muncul. Karena itu, penanganan setelah seseorang digigit hewan yang terinfeksi atau diduga membawa virus rabies menjadi sangat penting. CPPETINDO Scientific Communication Expert drh. Neno Sukelan mengatakan, pemberian vaksin dan serum antirabies menjadi bagian penting dari upaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110158,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}