{"id":110153,"date":"2026-10-04T07:52:27","date_gmt":"2026-10-04T00:52:27","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/04\/fibrilasi-atrium-tak-selalu-bergejala-ini-yang-perlu-diwaspadai\/"},"modified":"2026-10-04T07:52:27","modified_gmt":"2026-10-04T00:52:27","slug":"fibrilasi-atrium-tak-selalu-bergejala-ini-yang-perlu-diwaspadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/04\/fibrilasi-atrium-tak-selalu-bergejala-ini-yang-perlu-diwaspadai\/","title":{"rendered":"Fibrilasi Atrium Tak Selalu Bergejala, Ini yang Perlu Diwaspadai"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Penyakit jantung tidak selalu memberi tanda atau gejala yang jelas pada penderitanya. Salah satunya terjadi pada f<a href=\"https:\/\/voi.id\/info-sehat\/450125\/emosi-dan-kepribadian-bisa-jadi-penyebab-fibrilasi-atrium\">ibrilasi atrium<\/a> atau atrial fibrillation (AF).<\/p>\n<p>Fibrilasi atrium merpakan gangguan irama jantung yang membuat denyut jantung menjadi tidak teratur. Kondisi ini bisa dialami siapa saja. Namun, risikonya cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.<\/p>\n<p>Pasien dengan fibrilasi atrium sering kali tidak mengenali gangguan ini bahkan bisa tidak merasakan gejala apa pun. Memang, pada beberapa orang fibrilasi atrium dapat membuat jantung terasa berdebar, mudah lelah, sesak napas, atau kemampuan beraktivitas yang menurun.<\/p>\n<p>Namun, tidak sedikit yang baru mengetahui adanya gangguan irama tersebut setelah menjalani pemeriksaan jantung untuk keperluan lain.<\/p>\n<p>Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Kardiovaskular BraveHeart Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Saharjo, Dr. dr. Simon Salim, SpPD-KKV, M.Kes., AIFO, FINASIM, FACP, FICA, FACC, FHRS, menjelaskan gangguan irama jantung perlu dipahami sebagai bagian dari persoalan kesehatan jantung yang tidak kalah penting dari penyakit pembuluh darah.<\/p>\n<p>&#8220;Fibrilasi atrium dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia,\u201d ujar Simon, dalam keterangan persnya kepada VOI, Minggu, 4 Oktober.<\/p>\n<p>Data dari studi Framingham menunjukkan, setelah seseorang berusia 50 tahun, risiko mengalami fibrilasi atrium dapat meningkat sekitar dua kali lipat setiap penambahan usia 10 tahun. Bahkan, hampir 10 persen orang yang mencapai usia 80 tahun diperkirakan dapat mengalami kondisi tersebut.<\/p>\n<p>Namun, usia bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, gagal jantung, penyakit jantung struktural, gangguan tidur seperti sleep apnea, serta konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium.<\/p>\n<p>Dengan demikian, seseorang yang masih merasa sehat bukan berarti sepenuhnya terbebas dari risiko gangguan irama jantung.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak semua orang dengan fibrilasi atrium merasakan gejala. Sebagian pasien baru mengetahui kondisinya ketika menjalani pemeriksaan jantung untuk alasan lain,&#8221; kata dokter Simon.<\/p>\n<p>Pada orang yang mengalami gejala, fibrilasi atrium dapat ditandai dengan jantung berdebar atau denyut yang terasa tidak teratur. Keluhan lain yang mungkin muncul adalah mudah lelah, sesak napas, serta menurunnya kemampuan melakukan aktivitas.<\/p>\n<p>Namun, ada pula pasien yang sama sekali tidak merasakan keluhan. Kondisi inilah yang membuat fibrilasi atrium dapat berlangsung tanpa disadari.<\/p>\n<p>Meski tidak menimbulkan gejala, bukan berarti fibrilasi atrium dapat diabaikan. Salah satu komplikasi yang paling perlu diwaspadai adalah stroke.<\/p>\n<p>Irama jantung yang tidak teratur dapat membuat aliran darah di dalam jantung menjadi kurang optimal dan meningkatkan kemungkinan terbentuknya bekuan darah. Jika bekuan tersebut terlepas dan terbawa menuju pembuluh darah otak, aliran darah dapat tersumbat dan menyebabkan stroke.<\/p>\n<p>Karena itu, pencegahan stroke menjadi bagian penting dalam penanganan pasien dengan fibrilasi atrium.<\/p>\n<p>&#8220;Pada pasien dengan fibrilasi atrium, pencegahan stroke menjadi salah satu bagian penting dalam penanganannya,&#8221; ujar Simon.<\/p>\n<p>Meski tidak seluruh kasus fibrilasi atrium dapat dicegah, sejumlah faktor yang meningkatkan risikonya sebenarnya dapat dikendalikan. Bahkan bagi orang yang sudah mengalami fibrilasi atrium, pengelolaan faktor-faktor tersebut dapat membantu mengurangi kekambuhan dan beban fibrilasi atrium.<\/p>\n<p>Pedoman European Society of Cardiology (ESC) 2024 juga menempatkan pengelolaan faktor risiko dan penyakit penyerta sebagai salah satu bagian penting dalam penanganan fibrilasi atrium.<\/p>\n<p>Karena itu, menjaga kesehatan jantung sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami penyakit jantung. Kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung sekaligus membantu mengendalikan berbagai faktor risiko.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung<\/h3>\n<p>Ada sejumlah kebiasaan yang direkomendasikan ahli untuk menjaga kesehatan jantung dan terhindar dari masalah termasuk fibrilasi atrium. Berikut ulasan selengkapnya.<\/p>\n<p><strong>1. Perbaiki pola makan<\/strong><\/p>\n<p>Pola makan sehat menjadi salah satu fondasi dalam menjaga kesehatan jantung. Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sumber protein sehat seperti ikan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, konsumsi garam, gula tambahan, lemak jenuh, makanan olahan, minuman manis, dan alkohol sebaiknya dibatasi.<\/p>\n<p>Pola makan yang lebih sehat juga membantu mengendalikan sejumlah kondisi yang berkaitan dengan risiko fibrilasi atrium, seperti berat badan, tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.<\/p>\n<p><strong>2. Lebih banyak bergerak<\/strong><\/p>\n<p>Tubuh membutuhkan aktivitas fisik secara rutin. American Heart Association (AHA) merekomendasikan orang dewasa melakukan sedikitnya 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang atau 75 menit aktivitas dengan intensitas berat setiap minggu.<\/p>\n<p>Latihan kekuatan juga dianjurkan setidaknya dua kali dalam seminggu.<\/p>\n<p>Aktivitas tersebut tidak harus selalu berupa olahraga berat. Berjalan kaki, mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama, dan meningkatkan aktivitas secara bertahap juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif.<\/p>\n<p><strong>3. Berhenti merokok<\/strong><\/p>\n<p>Merokok maupun penggunaan produk nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung serta berkontribusi terhadap risiko penyakit kardiovaskular.<\/p>\n<p>Karena itu, berhenti merokok merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.<\/p>\n<p>Jika mengalami kesulitan untuk berhenti, dukungan dari tenaga kesehatan dapat membantu seseorang menjalani proses berhenti merokok secara lebih terarah.<\/p>\n<p><strong>4. Jangan abaikan waktu tidur<\/strong><\/p>\n<p>Tidur yang cukup dan berkualitas juga penting bagi kesehatan jantung. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur sekitar 7\u20139 jam setiap malam.<\/p>\n<p>Selain durasi tidur, kualitas dan keteraturan waktu tidur juga perlu diperhatikan. Kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama, mengurangi penggunaan layar menjelang tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu memperbaiki kualitas tidur.<\/p>\n<p>Pada orang dengan fibrilasi atrium, gangguan tidur seperti sleep apnea juga perlu diperhatikan. Kondisi ini dapat dicurigai antara lain ketika seseorang mengalami dengkuran keras, sering terbangun saat tidur, atau kerap mengantuk pada siang hari.<\/p>\n<p><strong>5. Pertahankan berat badan sehat<\/strong><\/p>\n<p>Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium.<\/p>\n<p>Menjaga berat badan dapat dilakukan dengan mengatur porsi makanan, memilih makanan yang lebih sehat, serta meningkatkan aktivitas fisik.<\/p>\n<p>Pada pasien fibrilasi atrium yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, pedoman ESC 2024 merekomendasikan penurunan berat badan setidaknya 10 persen sebagai bagian dari pengelolaan faktor risiko.<\/p>\n<p><strong>6. Kendalikan kolesterol<\/strong><\/p>\n<p>Kadar kolesterol juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.<\/p>\n<p>Konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan sumber protein tanpa lemak dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, makanan tinggi lemak jenuh dan makanan yang sangat diproses sebaiknya dibatasi.<\/p>\n<p>Aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu menjaga kadar kolesterol. Jika perubahan gaya hidup belum cukup, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai kondisi pasien.<\/p>\n<p><strong>7. Jaga gula darah<\/strong><\/p>\n<p>Gula darah yang terkontrol turut berperan dalam menjaga kesehatan kardiovaskular. Pola makan sehat, aktivitas fisik, menjaga berat badan, dan tidak merokok dapat membantu mempertahankan kadar gula darah.<\/p>\n<p>Bagi orang yang telah didiagnosis diabetes, pemeriksaan gula darah secara rutin serta penggunaan obat sesuai anjuran dokter penting dilakukan untuk mengendalikan kondisi tersebut dan menekan risiko komplikasi kardiovaskular.<\/p>\n<p><strong>8. Pantau tekanan darah<\/strong><\/p>\n<p>Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penting fibrilasi atrium. Masalahnya, hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.<\/p>\n<p>Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.<\/p>\n<p>Tekanan darah dapat dikendalikan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, menjaga <a href=\"https:\/\/voi.id\/tag\/12754\/berat-badan\">berat badan<\/a>, tidur yang cukup, membatasi alkohol, serta menghindari rokok. Jika diperlukan, obat tekanan darah perlu dikonsumsi secara teratur sesuai petunjuk dokter.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung tidak harus menunggu sampai muncul keluhan. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>&#8220;Menjaga kesehatan jantung bukan hanya penting untuk mencegah penyakit pembuluh darah, tetapi juga untuk menjaga irama jantung,\u201d kata dokter Simon.<\/p>\n<p>Fibrilasi atrium menjadi pengingat bahwa gangguan jantung tidak selalu hadir dengan gejala yang mudah dikenali. Karena itu, mengenali faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat, dan melakukan pemeriksaan bila memiliki keluhan atau faktor risiko menjadi langkah yang penting.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/info-sehat\/596921\/fibrilasi-atrium-tak-selalu-bergejala-ini-yang-perlu-diwaspadai\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Penyakit jantung tidak selalu memberi tanda atau gejala yang jelas pada penderitanya. Salah satunya terjadi pada fibrilasi atrium atau atrial fibrillation (AF). Fibrilasi atrium merpakan gangguan irama jantung yang membuat denyut jantung menjadi tidak teratur. Kondisi ini bisa dialami siapa saja. Namun, risikonya cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Pasien dengan fibrilasi atrium sering [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110153"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110153\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}