{"id":110040,"date":"2026-10-03T16:13:33","date_gmt":"2026-10-03T09:13:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/pemimpin-polri-masa-depan-harus-mampu-membaca-perubahan\/"},"modified":"2026-10-03T16:13:33","modified_gmt":"2026-10-03T09:13:33","slug":"pemimpin-polri-masa-depan-harus-mampu-membaca-perubahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/pemimpin-polri-masa-depan-harus-mampu-membaca-perubahan\/","title":{"rendered":"Pemimpin Polri Masa Depan Harus Mampu Membaca Perubahan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">SEMARANG \u2013 Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengajak Taruna Akademi Kepolisian mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin Polri yang mampu membaca perubahan, merancang kebijakan, serta membangun kolaborasi untuk menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pesan tersebut disampaikan Herry saat memberikan kuliah umum kepada Taruna Akademi Kepolisian, di Semarang, Sabtu, 3 Oktober.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kuliah umum diikuti Taruna Akpol Tingkat III Angkatan 59 Batalyon Bhayangkara Darma dan Tingkat II Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Herry mengatakan perubahan teknologi, pola kejahatan, derasnya arus informasi hingga perubahan iklim membuat tantangan kepolisian berkembang semakin cepat. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Karena itu, polisi tidak cukup hanya mampu merespons persoalan yang sudah terjadi, tetapi harus memiliki kemampuan membaca perubahan dan risiko sebelum berkembang menjadi krisis,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/596861\/body_image_2026100315.jpeg\" alt=\"\"\/><figcaption>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"> Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan<span class=\"Apple-converted-space\"> (kiri) <\/span>memberikan kuliah umum kepada Taruna Akademi Kepolisian di Semarang<\/span><\/p>\n<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurutnya, mandat utama kepolisian tetap sama, namun dunia tempat mandat tersebut dijalankan terus berubah. Kondisi itu menuntut polisi semakin dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan di wilayahnya, adil dalam penegakan hukum, terbuka dalam pelayanan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi, data dan modus kejahatan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cJangan datang hanya membawa jawaban. Datanglah dengan kemampuan membaca, kemampuan bertanya, kemampuan belajar, dan kemauan untuk bekerja bersama,\u201d kata Herry.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia menekankan, perwira Polri masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan command untuk menggerakkan organisasi, tetapi juga kemampuan design, yakni merancang bagaimana organisasi dapat bekerja lebih baik. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Seorang perwira harus mampu menerjemahkan masalah menjadi kebijakan, kebijakan menjadi program, dan program menjadi perubahan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dalam kuliah umum tersebut, Herry juga membawa pengalaman Polda Riau sebagai ruang belajar menghadapi persoalan keamanan yang beririsan langsung dengan lingkungan. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Karakter Riau yang memiliki kawasan hutan, gambut, sungai dan pesisir serta aktivitas perkebunan, industri dan pertambangan membuat persoalan ekologis tidak dapat dipisahkan dari dimensi sosial, ekonomi dan keamanan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sepanjang Januari hingga September 2026, karhutla di Riau tercatat mencapai 20.656,81 hektare dengan 63 tersangka. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pada periode 2025-2026, sebanyak 2.901 rakit PETI telah ditertibkan. Kepolisian juga menangani 13 laporan polisi terkait illegal logging dengan 20 tersangka serta enam laporan polisi perambahan mangrove dengan luas mencapai 141 hektare.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar Polda Riau mengembangkan konsep Green Policing. Pendekatan ini menempatkan kerusakan lingkungan sebagai salah satu risiko keamanan sehingga pencegahannya membutuhkan perpaduan antara data, penegakan hukum, teknologi, kolaborasi dan pemulihan lingkungan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cGreen Policing bukan perubahan identitas Polri. Ini adalah perluasan cara kita memahami keamanan,\u201d ujar Herry.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Herry kemudian meminta para taruna kelak tidak hanya mengenali angka kriminalitas dan jumlah penduduk di wilayah penugasan. Seorang perwira juga perlu mengenali sungai, hutan, sumber air, kawasan rawan, aktivitas ekonomi, konflik lahan hingga perubahan yang terjadi di wilayahnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pemahaman tersebut, menurut Herry, penting untuk membangun ecological literacy, yakni kemampuan dasar seorang pemimpin memahami hubungan antara lingkungan, masyarakat dan keamanan. <\/span><\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/596861\/body_image_2026100315-1.jpeg\" alt=\"\"\/><figcaption>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"> Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan<span class=\"Apple-converted-space\"> <\/span>memberikan kuliah umum kepada Taruna Akademi Kepolisian di Semarang<\/span><\/p>\n<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pengetahuan itu selanjutnya harus berkembang menjadi ecological leadership, ketika pertimbangan ekologis ikut menjadi bagian dalam pengambilan kebijakan dan keputusan kepolisian.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Selain kemampuan membaca lingkungan, Herry menyebut sedikitnya delapan kemampuan yang dibutuhkan pemimpin Polri masa depan, mulai dari sensemaking, reframing, questioning, pengambilan keputusan berbasis bukti, policy thinking, eksperimen, cara berpikir lintas disiplin hingga collaborative leadership. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kemampuan tersebut diperlukan agar seorang pemimpin tidak sekadar menjalankan kewenangan, tetapi mampu membangun sistem untuk menyelesaikan persoalan yang kompleks.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia juga mengingatkan inovasi tidak boleh berhenti ketika seorang pemimpin berpindah jabatan. Inovasi harus bergerak dari gagasan, eksperimen dan evaluasi menjadi kebijakan, sistem hingga akhirnya membentuk budaya organisasi. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dengan demikian, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya diukur dari program yang dilahirkan, tetapi dari sistem yang tetap bekerja setelah pemimpinnya tidak lagi berada di sana.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Herry menutup pesannya dengan mengingatkan modal utama anggota Polri bukan semata kewenangan, tetapi kepercayaan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cSenjata utama Polisi bukanlah senjata, bukan pentungan, dan bukan pula kewenangan untuk menegakkan hukum. Senjata utama kita semua sebagai anggota Polri adalah kepercayaan dari masyarakat,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut Herry, kewenangan diberikan negara dan jabatan diberikan organisasi, sementara kepercayaan hanya dapat diperoleh dari masyarakat. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Karena itu, generasi perwira mendatang tidak cukup hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan, tetapi harus mampu mempersiapkan Polri menghadapi perubahan tersebut,&#8221; demikian Herry. []<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596861\/kuliah-umum-di-akpol-kapolda-riau-pemimpin-polri-masa-depan-harus-mampu-membaca-perubahan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2013 Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengajak Taruna Akademi Kepolisian mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin Polri yang mampu membaca perubahan, merancang kebijakan, serta membangun kolaborasi untuk menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks. Pesan tersebut disampaikan Herry saat memberikan kuliah umum kepada Taruna Akademi Kepolisian, di Semarang, Sabtu, 3 Oktober. Kuliah umum diikuti Taruna Akpol [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110040\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}