{"id":110016,"date":"2026-10-03T14:14:02","date_gmt":"2026-10-03T07:14:02","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/youtube-ubah-algoritma-shorts-untuk-tekan-akun-pengunggah-ulang\/"},"modified":"2026-10-03T14:14:02","modified_gmt":"2026-10-03T07:14:02","slug":"youtube-ubah-algoritma-shorts-untuk-tekan-akun-pengunggah-ulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/youtube-ubah-algoritma-shorts-untuk-tekan-akun-pengunggah-ulang\/","title":{"rendered":"YouTube Ubah Algoritma Shorts untuk Tekan Akun Pengunggah Ulang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; YouTube memperbarui algoritma YouTube Shorts untuk mengurangi jangkauan akun yang mengunggah ulang potongan video dari kreator lain tanpa memberikan tambahan berarti. Platform tersebut kini akan lebih memprioritaskan konten orisinal dalam sistem rekomendasi Shorts.<\/p>\n<p>YouTube mengatakan perubahan algoritma tersebut dilakukan untuk &#8220;lebih memprioritaskan konten orisinal dan mengurangi jangkauan konten yang diunggah ulang dari kreator lain&#8221;.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Perusahaan belum menjelaskan secara rinci bagaimana sistem baru itu bekerja. YouTube hanya menyebut pembaruan tersebut akan memengaruhi distribusi video di Shorts, terutama konten yang dinilai hanya mengandalkan materi yang sudah tersedia.<\/p>\n<p>Menurut YouTube, kanal yang sebagian besar mengumpulkan konten yang sudah ada tanpa perubahan signifikan kemungkinan akan memperoleh distribusi lebih rendah di dalam umpan Shorts.<\/p>\n<p>Perubahan ini menyasar akun yang kerap disebut sebagai akun clipper. Akun tersebut biasanya mengambil bagian tertentu dari video kreator lain kemudian mengunggahnya kembali sebagai video pendek.<\/p>\n<p>Namun, YouTube tidak menyatakan bahwa seluruh konten yang diunggah ulang akan otomatis dibatasi. Platform tersebut justru mendorong kreator memberikan nilai tambahan melalui komentar orisinal, penyuntingan yang unik, atau penyampaian cerita baru.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan tersebut, akun yang menggunakan potongan video dari sumber lain tetap memiliki peluang menjangkau penonton selama kontennya memberikan kontribusi yang berarti dan bukan sekadar mengunggah ulang materi yang sudah tersedia.<\/p>\n<p>YouTube juga mendorong akun <em>clipper<\/em> untuk menghadirkan suara dan sudut pandang mereka sendiri dalam setiap unggahan.<\/p>\n<p>Meski demikian, perubahan algoritma YouTube Shorts menimbulkan pertanyaan bagi kreator yang menggunakan Shorts untuk mempromosikan video mereka sendiri.<\/p>\n<p>Banyak kreator YouTube yang memproduksi video berdurasi panjang kemudian mengambil bagian tertentu dari video tersebut untuk dibuat menjadi Shorts. Konten semacam ini berasal dari materi milik kreator sendiri dan digunakan sebagai cara untuk menjangkau penonton Shorts.<\/p>\n<p>Belum diketahui apakah sistem baru YouTube juga akan mengurangi distribusi terhadap jenis video tersebut.<\/p>\n<p>Perubahan algoritma ini menjadi bagian dari sejumlah pembaruan yang dilakukan YouTube dalam beberapa pekan terakhir. Platform tersebut sebelumnya mengumumkan kemampuan untuk membuat umpan video khusus serta fitur yang memungkinkan pengguna memasukkan GIF ke kolom komentar.<\/p>\n<p>YouTube juga sedang menyiapkan fitur sulih suara otomatis yang memungkinkan konten diterjemahkan secara langsung ke bahasa lain.<\/p>\n<p>Dengan pembaruan terbaru, YouTube menempatkan konten orisinal sebagai salah satu prioritas dalam rekomendasi Shorts, sementara kanal yang hanya mengandalkan pengunggahan ulang tanpa perubahan signifikan berpotensi memperoleh jangkauan yang lebih rendah.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/596844\/youtube-ubah-algoritma-shorts-untuk-tekan-akun-pengunggah-ulang\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; YouTube memperbarui algoritma YouTube Shorts untuk mengurangi jangkauan akun yang mengunggah ulang potongan video dari kreator lain tanpa memberikan tambahan berarti. Platform tersebut kini akan lebih memprioritaskan konten orisinal dalam sistem rekomendasi Shorts. YouTube mengatakan perubahan algoritma tersebut dilakukan untuk &#8220;lebih memprioritaskan konten orisinal dan mengurangi jangkauan konten yang diunggah ulang dari kreator [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110017,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110016"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110016\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}