{"id":110010,"date":"2026-10-03T13:20:29","date_gmt":"2026-10-03T06:20:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/hadapi-musim-hujan-saluran-drainase-tipar-cakung-diperbesar\/"},"modified":"2026-10-03T13:20:29","modified_gmt":"2026-10-03T06:20:29","slug":"hadapi-musim-hujan-saluran-drainase-tipar-cakung-diperbesar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/hadapi-musim-hujan-saluran-drainase-tipar-cakung-diperbesar\/","title":{"rendered":"Hadapi Musim Hujan, Saluran Drainase Tipar Cakung Diperbesar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/1ZANKEIYg4q3FPbhm2hDetxwbW_KNVO4N0FvBt1c4ds\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTY4NDMvMjAyNjEwMDMxMjQ3LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkxMDA2NDgzLmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2013 Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus mempercepat pembangunan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Tipar Cakung, Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan fungsi saluran dan mencegah terjadinya genangan di sekitar lokasi saat musim hujan.<\/p>\n<p>Sudin SDA Jakarta Utara memastikan pengerjaan saluran dilakukan berdasarkan spesifikasi teknis dan rencana kerja. Namun, metode pemasangan U-Ditch juga disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama karena saluran yang diganti masih mengalirkan air.<\/p>\n<p>Kepala Sudin SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, mengatakan lantai kerja merupakan bagian dari metode pemasangan U-Ditch pada kondisi normal. Namun, sejumlah lokasi memiliki kondisi yang membuat metode tersebut tidak dapat diterapkan secara optimal.<\/p>\n<p>&#8220;Secara teknis, lantai kerja memang merupakan bagian dari metode pelaksanaan pemasangan u-ditch pada kondisi normal. Tetapi pada beberapa lokasi terdapat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan pelaksanaan metode tersebut secara optimal, terutama aliran air yang tidak dapat dihentikan sepenuhnya, rembesan, muka air tanah, pembuangan masyarakat maupun keterbatasan akibat utilitas-utilitas eksisting,&#8221; kata Heria saat dikonfirmasi, Sabtu, 3 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Heria menjelaskan pekerjaan tersebut bukan pembangunan saluran baru di lahan kosong. U-Ditch yang dipasang merupakan penggantian atau peningkatan terhadap saluran eksisting yang sebelumnya sudah berfungsi dan masih mengalirkan air.<\/p>\n<p>&#8220;Perlu dipahami terlebih dahulu, pekerjaan ini bukan membangun saluran di lahan kosong. U-ditch yang dipasang merupakan penggantian atau peningkatan dari saluran eksisting yang memang sudah berfungsi dan sedang mengalirkan air. Apalagi di Jakarta Utara yang memang kondisi saluran-salurannya selalu penuh karena memang datarannya yang paling rendah dan cekung,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Heria, kondisi tersebut membuat pengerjaan penggantian saluran memiliki tantangan tersendiri. Ketika saluran lama dibongkar untuk diganti dengan U-Ditch yang memiliki dimensi lebih besar, air masih berada di dalam saluran.<\/p>\n<p>Saluran tersebut juga terhubung dengan jaringan drainase di bagian hulu serta saluran pengumpan lainnya. Karena itu, aliran air pada sejumlah lokasi tidak dapat dihentikan sepenuhnya dalam waktu lama.<\/p>\n<p>&#8220;Saluran tersebut terhubung dengan jaringan drainase di bagian hulu maupun saluran-saluran pengumpan lainnya. Karena itu, pada beberapa lokasi, air tidak mungkin dihentikan begitu saja secara total, apalagi dalam waktu yang lama,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>U-Ditch sendiri merupakan beton pracetak dengan penampang terbuka yang digunakan sebagai saluran drainase. Bentuk penampangnya menyerupai huruf U dan digunakan untuk membantu mengalirkan air melalui jaringan drainase.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Sudin SDA Jakarta Utara, Boris Karlop Lumban Gaol, mengatakan pihaknya tetap menerapkan sejumlah metode untuk mengendalikan aliran air selama pengerjaan.<\/p>\n<p>Menurut Boris, metode tersebut mencakup pembendungan, pengalihan aliran, dan dewatering. Namun, dalam kondisi tertentu, air tetap dapat masuk kembali ke area pekerjaan.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi pada beberapa lokasi, air tetap masuk kembali. Kalau dipaksakan harus benar-benar kering dalam waktu lama, justru fungsi drainase masyarakat bisa terganggu dan galian terbuka juga akan lebih lama, sehingga ada risiko terhadap keselamatan masyarakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Karena kondisi lapangan berbeda-beda, Boris mengatakan metode pelaksanaan dapat disesuaikan pada lokasi tertentu. Penyesuaian tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan persyaratan teknis pekerjaan.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi ini tidak berarti u-ditch dipasang asal-asalan. Elevasi dan kemiringannya tetap mengacu kepada dasar saluran rencana dan dikendalikan oleh konsultan pengawas. Pengukuran juga dapat dilakukan oleh UP4 DSDA untuk memastikan profil dan elevasi hasil pekerjaan sesuai dengan rencana,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Boris menambahkan, bagian pekerjaan lantai kerja yang pada kondisi tertentu tidak dapat dilaksanakan tidak diperhitungkan dalam pembayaran kepada penyedia pekerjaan.<\/p>\n<p>&#8220;Prinsipnya adalah pekerjaan yang tidak dikerjakan tidak dibayar, sedangkan pekerjaan yang dilaksanakan tetap harus memenuhi persyaratan teknis, termasuk kesesuaian terhadap elevasi, kemiringan dan fungsi saluran yang direncanakan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dengan pembangunan saluran drainase U-Ditch Tipar Cakung tersebut, Sudin SDA Jakarta Utara melakukan peningkatan terhadap jaringan saluran yang sudah ada dengan mempertimbangkan kondisi aliran air dan karakteristik lapangan di lokasi pekerjaan.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596843\/hadapi-musim-hujan-saluran-drainase-tipar-cakung-diperbesar\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus mempercepat pembangunan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Tipar Cakung, Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan fungsi saluran dan mencegah terjadinya genangan di sekitar lokasi saat musim hujan. Sudin SDA Jakarta Utara memastikan pengerjaan saluran dilakukan berdasarkan spesifikasi teknis dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}