{"id":109982,"date":"2026-10-03T11:06:47","date_gmt":"2026-10-03T04:06:47","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/baru-25-persen-sekolah-ajarkan-coding-dan-ai\/"},"modified":"2026-10-03T11:06:47","modified_gmt":"2026-10-03T04:06:47","slug":"baru-25-persen-sekolah-ajarkan-coding-dan-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/baru-25-persen-sekolah-ajarkan-coding-dan-ai\/","title":{"rendered":"Baru 25 Persen Sekolah Ajarkan Coding dan AI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/DkcL3cQn7xVKk6FhV-NWZelx4xIHwaxwWmyPKE_QBKM\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTY4MzIvMjAyNjEwMDMxMDA1LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkwOTk2NzA2LmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&#8217;ti mengatakan baru sekitar 25 persen sekolah di Indonesia yang telah mengajarkan <em>coding<\/em> dan kecerdasan buatan (<em>artificial intelligence\/AI<\/em>) sebagai mata pelajaran pilihan.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam data kami, baru ada 25 persen sekolah yang mengajarkan <em>coding<\/em> dan AI,&#8221; kata Abdul Mu&#8217;ti saat memaparkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, dikutip <em>Antara<\/em>, Sabtu, 3 Oktober.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kesempatan pembelajaran <em>coding<\/em> dan AI mulai kelas 5 sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas pengenalan teknologi digital dan kecerdasan buatan kepada peserta didik sejak jenjang pendidikan dasar.<\/p>\n<p>Namun, pelaksanaan pembelajaran tersebut membutuhkan kesiapan tenaga pendidik, terutama melalui pelatihan agar guru mampu menyampaikan materi sesuai dengan jenjang pendidikan.<\/p>\n<p>Abdul Mu&#8217;ti mengatakan peningkatan kualitas guru menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan berbagai kebijakan prioritas Kemendikdasmen.<\/p>\n<p>Karena itu, Kemendikdasmen membutuhkan dukungan perguruan tinggi untuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik melalui berbagai program pelatihan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin mendapatkan dukungan dari Bapak, Ibu sekalian, para pimpinan perguruan tinggi agar guru kami lebih berkualitas. Oleh karena itu, berbagai pelatihan tentu harus banyak kita laksanakan,&#8221; ujarnya di hadapan para rektor dan dosen dari berbagai universitas di Indonesia.<\/p>\n<p>Selain <em>coding<\/em> dan AI, Kemendikdasmen memprioritaskan pengembangan STEM yang mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan minat peserta didik terhadap bidang-bidang yang dibutuhkan dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.<\/p>\n<p>Abdul Mu&#8217;ti menjelaskan pemerintah mengembangkan pendekatan STEM 5M, yakni mudah, murah, menggembirakan, <em>mindful<\/em>, dan <em>meaningful<\/em>. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran sains dan matematika lebih mudah dipahami serta tidak dianggap sebagai bidang yang menakutkan oleh peserta didik.<\/p>\n<p>Kemendikdasmen juga menjalankan kebijakan pembelajaran mendalam (<em>deep learning<\/em>) dan penguatan pendidikan karakter melalui bimbingan konseling.<\/p>\n<p>Selain itu, Bahasa Inggris direncanakan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027\/2028.<\/p>\n<p>Abdul Mu&#8217;ti menekankan peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara terpisah antara jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.<\/p>\n<p>Menurut dia, ketiga jenjang tersebut perlu membangun ekosistem pendidikan yang saling memperkuat, termasuk melalui peningkatan kualitas guru dan proses pembelajaran di ruang kelas.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596832\/mendikdasmen-baru-25-persen-sekolah-ajarkan-coding-dan-ai\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&#8217;ti mengatakan baru sekitar 25 persen sekolah di Indonesia yang telah mengajarkan coding dan kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI) sebagai mata pelajaran pilihan. &#8220;Dalam data kami, baru ada 25 persen sekolah yang mengajarkan coding dan AI,&#8221; kata Abdul Mu&#8217;ti saat memaparkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan dasar dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109983,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109982"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109982\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}