{"id":109950,"date":"2026-10-03T07:57:26","date_gmt":"2026-10-03T00:57:26","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/rumah-terlihat-kurang-rapi-lima-kesalahan-dekorasi-ini-bisa-jadi-penyebabnya\/"},"modified":"2026-10-03T07:57:26","modified_gmt":"2026-10-03T00:57:26","slug":"rumah-terlihat-kurang-rapi-lima-kesalahan-dekorasi-ini-bisa-jadi-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/rumah-terlihat-kurang-rapi-lima-kesalahan-dekorasi-ini-bisa-jadi-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Rumah Terlihat Kurang Rapi? Lima Kesalahan Dekorasi Ini Bisa Jadi Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Furnitur mahal dan barang dekorasi yang cantik belum tentu membuat rumah terlihat rapi. Kesalahan kecil dalam memilih ukuran, pencahayaan hingga menempatkan benda justru bisa membuat ruangan terasa penuh dan kurang nyaman.<\/p>\n<p>Desainer interior Craig Gritzen, seperti disitat dari Antara, Jumat, 2 Oktober yang mengutip Real Simple, mengatakan ketidakselarasan pada skala, sentuhan akhir, atau kualitas material dapat memengaruhi keseluruhan tampilan ruangan.<\/p>\n<p>Menurut Gritzen, setidaknya ada lima kesalahan dekorasi yang kerap membuat rumah terlihat kurang rapi.<\/p>\n<p><strong>1. Semua barang ingin ditonjolkan<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu kesalahan adalah memberikan porsi perhatian yang sama pada setiap furnitur dan dekorasi. Akibatnya, ruangan kehilangan titik fokus.<\/p>\n<p>\u201cSebuah ruangan bisa diisi dengan perabotan dan dekorasi terindah dan mahal, tapi tetap terasa murahan jika tidak ada hierarki visual,\u201d kata Gritzen.<\/p>\n<p>Ia menyarankan pemilik rumah menentukan benda yang menjadi pusat perhatian. Elemen lain cukup menjadi pendukung.<\/p>\n<p>\u201cTerkadang membuat rumah terlihat lebih mahal berarti menghilangkan sesuatu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><strong>2. Ukuran dan posisi tirai tidak pas<\/strong><\/p>\n<p>Tirai yang terlalu kecil atau dipasang pada posisi yang kurang tepat bisa mengganggu tampilan ruangan.<\/p>\n<p>Menurut Gritzen, gorden yang dipasang terlalu rendah dapat membuat langit-langit secara visual terasa lebih rendah. Posisi tersebut juga berpotensi menutupi detail dekoratif pada ruangan.<\/p>\n<p>\u201cTirai yang ukurannya terlalu kecil atau tidak dipasang dengan benar dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan ke jendela,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Jika kondisi bangunan memungkinkan, ia menyarankan perangkat tirai dipasang lebih tinggi dan lebih lebar. Ukuran kerai maupun peneduh juga perlu disesuaikan dengan cara pemasangan dan bentuk ruangan.<\/p>\n<p><strong>3. Lampu terlalu terang<\/strong><\/p>\n<p>Pencahayaan ikut menentukan suasana rumah. Bahkan lampu gantung mahal bisa terlihat kurang menarik jika menggunakan bohlam yang tidak tepat.<\/p>\n<p>Gritzen mengatakan warna cahaya yang terlalu tajam, tidak serasi, atau bohlam yang memperlihatkan komponen plastik dapat mengurangi tampilan lampu.<\/p>\n<p>Untuk ruang keluarga dan tempat berkumpul, ia menyarankan pencahayaan bernuansa hangat agar suasana terasa lebih nyaman.<\/p>\n<p><strong>4. Sakelar dan stopkontak terlalu menonjol<\/strong><\/p>\n<p>Sakelar dan stopkontak sering dianggap bagian kecil dari rumah. Namun, menurut Gritzen, perangkat yang warna atau tampilannya terlalu menonjol dapat mengganggu keselarasan ruangan.<\/p>\n<p>Tidak semua sakelar dan stopkontak harus diganti. Ia menyarankan perhatian lebih diberikan pada area utama dengan memilih perangkat yang lebih menyatu dengan warna dinding.<\/p>\n<p>\u201cAnda tidak perlu mengganti setiap sakelar atau stopkontak di rumah, namun memberikan perhatian khusus pada elemen-elemen ini di area-area utama dapat membuat interior terasa jauh lebih berkelas,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>5. Salah memilih pengharum dan lilin<\/strong><\/p>\n<p>Bukan hanya tampilan yang perlu diperhatikan. Aroma rumah juga bisa memengaruhi kenyamanan.<\/p>\n<p>Gritzen mengatakan aroma yang terlalu menyengat dan terasa artifisial dapat mengganggu suasana. Begitu pula wadah lilin yang terlalu mencolok atau dipenuhi logo besar karena dapat menambah kesan penuh secara visual.<\/p>\n<p>\u201cWadah dan aroma lilin sebaiknya melengkapi ruangan, bukan justru mendominasi atau \u2018bersaing\u2019 dengan elemen ruangan lainnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/596720\/rumah-terlihat-kurang-rapi-lima-kesalahan-dekorasi-ini-bisa-jadi-penyebabnya\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Furnitur mahal dan barang dekorasi yang cantik belum tentu membuat rumah terlihat rapi. Kesalahan kecil dalam memilih ukuran, pencahayaan hingga menempatkan benda justru bisa membuat ruangan terasa penuh dan kurang nyaman. Desainer interior Craig Gritzen, seperti disitat dari Antara, Jumat, 2 Oktober yang mengutip Real Simple, mengatakan ketidakselarasan pada skala, sentuhan akhir, atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109950"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109950\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}