{"id":109914,"date":"2026-10-03T01:10:37","date_gmt":"2026-10-02T18:10:37","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/tiga-kebiasaan-orang-tua-yang-bisa-mengikis-kepercayaan-diri-anak\/"},"modified":"2026-10-03T01:10:37","modified_gmt":"2026-10-02T18:10:37","slug":"tiga-kebiasaan-orang-tua-yang-bisa-mengikis-kepercayaan-diri-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/tiga-kebiasaan-orang-tua-yang-bisa-mengikis-kepercayaan-diri-anak\/","title":{"rendered":"Tiga Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Mengikis Kepercayaan Diri Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Niat membantu anak tidak selalu berakhir baik. Terlalu cepat menyelesaikan masalah, meremehkan perasaan, hingga terus mengoreksi anak justru bisa mengikis kepercayaan diri mereka dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Psikolog anak, remaja, dan keluarga Jeffrey Bernstein mengungkap tiga pola pengasuhan yang perlu diperhatikan orang tua. Menurut dia, persoalannya bukan pada ada atau tidaknya bimbingan, tetapi bagaimana bantuan itu diberikan.<\/p>\n<p>Psychology Today, disitat dari Antara, Jumat, 2 Oktober, melaporkan pola pertama adalah kebiasaan orang tua buru-buru turun tangan ketika anak menghadapi masalah.<\/p>\n<p>Bernstein mengatakan intervensi memang terkadang diperlukan. Namun, jika orang tua terus mengambil alih, anak kehilangan kesempatan untuk menemukan kemampuan mereka sendiri dalam menghadapi kesulitan.<\/p>\n<p>Proses mencoba, gagal, lalu mencari jalan keluar justru dapat membantu membangun kepercayaan diri. Karena itu, orang tua disarankan tetap mendampingi tanpa langsung membereskan persoalan anak.<\/p>\n<p>Orang tua bisa membantu anak menentukan langkah pertama, melihat pilihan yang tersedia, kemudian membiarkan mereka belajar melalui proses coba-coba.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Pola kedua adalah menganggap enteng perasaan anak. Kalimat seperti \u201ckamu terlalu sensitif\u201d atau \u201ctidak ada yang perlu dikhawatirkan\u201d mungkin dimaksudkan untuk menenangkan. Namun, menurut Bernstein, ucapan tersebut bisa membuat anak merasa emosinya tidak dapat dipercaya atau seharusnya tidak muncul.<\/p>\n<p>Orang tua dapat mengambil cara berbeda dengan mengakui kecemasan atau kekecewaan anak, lalu mengajaknya memahami apa yang terjadi dan menentukan langkah selanjutnya.<\/p>\n<p>Kebiasaan ketiga adalah menjadikan koreksi sebagai pesan utama dalam komunikasi. Dorongan agar anak selalu \u201cberusaha sebaik mungkin\u201d dapat membuat mereka merasa terus diamati dan dinilai.<\/p>\n<p>Hal serupa bisa terjadi ketika pujian langsung disambung dengan kata \u201ctetapi\u201d. Menurut Bernstein, anak bisa lebih mengingat kekurangan yang disebut setelahnya dibandingkan pencapaian yang baru saja dipuji.<\/p>\n<p>Dampaknya bisa berbeda pada setiap anak. Ada yang kemudian memaksakan diri mengejar kesempurnaan. Ada pula yang memilih berhenti belajar dan menutup diri.<\/p>\n<p>Bernstein menekankan anak tetap membutuhkan bimbingan dan batasan agar mampu mengambil keputusan yang tepat. Namun, mereka juga membutuhkan kesempatan menghadapi tantangan, memahami perasaan, dan belajar tanpa merasa harga dirinya terus dinilai.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/596784\/tiga-kebiasaan-orang-tua-yang-bisa-mengikis-kepercayaan-diri-anak\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Niat membantu anak tidak selalu berakhir baik. Terlalu cepat menyelesaikan masalah, meremehkan perasaan, hingga terus mengoreksi anak justru bisa mengikis kepercayaan diri mereka dalam jangka panjang. Psikolog anak, remaja, dan keluarga Jeffrey Bernstein mengungkap tiga pola pengasuhan yang perlu diperhatikan orang tua. Menurut dia, persoalannya bukan pada ada atau tidaknya bimbingan, tetapi bagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109915,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109914"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109914\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}