{"id":109912,"date":"2026-10-03T00:48:29","date_gmt":"2026-10-02T17:48:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/kenapa-kita-sering-menunda-pekerjaan-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya\/"},"modified":"2026-10-03T00:48:29","modified_gmt":"2026-10-02T17:48:29","slug":"kenapa-kita-sering-menunda-pekerjaan-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/03\/kenapa-kita-sering-menunda-pekerjaan-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Kenapa Kita Sering Menunda Pekerjaan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA &#8211; Pernah punya pekerjaan yang sebenarnya bisa diselesaikan hari ini, tetapi malah memilih mengerjakannya besok? Kebiasaan menunda pekerjaan atau procrastination hampir dialami setiap orang. Masalahnya, jika kebiasaan ini terus berulang, pekerjaan bisa menumpuk dan membuat kita stres. Ternyata, masalahnya tidak selalu karena malas atau tidak bertanggung jawab, tetapi ada berbagai faktor lain. Berikut akan dibahas beberapa alasan orang sering menunda pekerjaan dan cara mengatasinya.<\/p>\n<h3>Kenapa Kita Sering Menunda Pekerjaan?<\/h3>\n<p>Menunda pekerjaan mungkin bisa memberikan rasa lega karena kita bisa menghindari tugas yang terasa berat atau tidak menyenangkan. Namun itu hanya sebentar dan kemudian digantikan tekanan lebih besar karena pekerjaan yang belum selesai akan terus membayangi aktivitas yang lain. Dilansir dari <em>Deconstructing Stigma<\/em>, berikut beberapa alasan yang membuat seseorang terbiasa menunda pekerjaan.<\/p>\n<ol>\n<li>Pekerjaan terasa membosankan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Alasan paling umum menunda pekerjaan adalah rasa bosan. Ketika sebuah tugas dianggap tidak menarik atau menyenangkan, otak cenderung mencari kegiatan lain yang terasa lebih mudah dan memberikan kepuasan lebih cepat. Dalam kondisi seperti ini, membuka media sosial atau menonton video beberapa menit akan terlihat lebih menarik daripada menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya penting.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Takut gagal<\/li>\n<\/ol>\n<p>Menunda pekerjaan tidak selalu karena seseorang tidak ingin bekerja, tetapi mungkin juga karena ada rasa takut pekerjaan itu tidak akan selesai dengan baik. Pekerjaan yang kita anggap penting dapat memunculkan kekhawatiran hasilnya tidak akan sesuai harapan atau bahkan gagal. Akibatnya, Anda akhirnya memilih menunda pekerjaan karena lebih memberikan rasa aman.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tidak yakin dengan kemampuan sendiri juga dapat memengaruhi kemauan untuk mulai bekerja. Yakin bahwa Anda mampu menyelesaikan tugas merupakan hal yang sangat penting agar Anda bisa bekerja optimal. Sementara jika Anda sedari awal merasa tidak cukup mampu, tugas sederhana sekalipun bisa terlihat lebih sulit daripada kenyataannya.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Semua harus sempurna<\/li>\n<\/ol>\n<p>Perfeksionisme juga dapat menjadi alasan seseorang terus menunda pekerjaan. Ada tipe orang yang ingin memastikan semuanya sempurna sebelum mulai bekerja sehingga banyak waktu terbuang hanya untuk memikirkan cara terbaik mengerjakannya. Padahal, inspirasi sering muncul ketika kita mulai mengerjakannya.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Terlalu banyak gangguan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Lingkungan sekitar juga dapat membuat kita semakin mudah menunda pekerjaan. Notifikasi ponsel, media sosial, pesan masuk, hingga berbagai aplikasi hiburan menawarkan sesuatu yang lebih menyenangkan daripada tugas yang sedang dikerjakan. Hal ini tanpa kita sadari mengambil banyak waktu yang harusnya bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Cara Mengurangi Kebiasaan Menunda Pekerjaan<\/h3>\n<p>Dari pembahasan di atas, kita mengetahui bahwa kebiasaan menunda pekerjaan bukan hanya karena malas tetapi juga bisa berkaitan dengan cara seseorang menghadapi tekanan, ketakutan, atau pikiran negatif terkait sebuah tugas. Dilansir dari laman yang sama, berikut beberapa langkah sederhana yang membantu mengurangi kebiasaan ini.<\/p>\n<ol>\n<li>Mulai dari hal yang paling kecil<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jangan menunggu sampai semuanya benar-benar siap baru mulai dikerjakan. Coba mulai dengan hal-hal kecil, misalnya membuka dokumen, membuat satu paragraf, atau hanya mengerjakan tugas dalam rentang waktu tertentu. Setelah pekerjaan dimulai, biasanya lebih mudah untuk melanjutkannya daripada memikirkan bagaimana memulainya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Pecah pekerjaan menjadi beberapa bagian<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tidak jarang kita menunda pekerjaan karena merasa kewalahan. Cobalah memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikerjakan. Hal ini membuat keseluruhan pekerjaan terasa lebih ringan dan dapat dikelola dengan baik tanpa terlalu membebani pikiran.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Buat prioritas yang realistis<\/li>\n<\/ol>\n<p>Salah satu penyebab pekerjaan tertunda adalah terlalu banyak tugas yang ingin diselesaikan sementara waktu terbatas. Coba buat daftar pekerjaan dan tentukan mana yang benar-benar perlu diselesaikan lebih dahulu. Dengan begitu, perhatian tidak terpecah ke terlalu banyak hal dalam satu waktu.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Kurangi sumber gangguan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika ponsel selalu berada di dekat Anda, keinginan untuk memeriksa notifikasi bisa muncul setiap saat. Coba jauhkan dulu ponsel Anda atau alihkan ke mode silent saat Anda harus fokus ke pekerjaan. Anda juga bisa mencari tempat yang lebih tenang sehingga pikiran Anda lebih siap untuk bekerja.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Jangan terlalu keras kepada diri sendiri<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tidak ada gunanya menyalahkan diri sendiri ketika pekerjaan tertunda. Lebih baik Anda mencari tahu apa sebenarnya yang membuat Anda terus menunda pekerjaan tersebut. Anda bisa melihat lima alasan menunda pekerjaan yang telah dipaparkan di atas. Misalnya, jika penyebabnya adalah takut gagal, fokuslah terlebih dahulu pada proses menyelesaikan pekerjaan daripada menuntut hasil sempurna.<\/p>\n<p>Itulah beberapa alasan kita sering menunda pekerjaan dan cara menunda pekerjaan dan cara mengatasinya. Ada kemungkinan karena rasa bosan, takut gagal, atau merasa tidak mampu menyelesaikannya dengan baik. Dengan mengenali penyebabnya dan mulai mengambil langkah kecil, pekerjaan yang terasa berat perlahan bisa menjadi lebih mudah untuk diselesaikan.<\/p>\n<p>Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di <a href=\"https:\/\/voi.id\/\">VOI.ID<\/a>. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/596751\/kenapa-kita-sering-menunda-pekerjaan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA &#8211; Pernah punya pekerjaan yang sebenarnya bisa diselesaikan hari ini, tetapi malah memilih mengerjakannya besok? Kebiasaan menunda pekerjaan atau procrastination hampir dialami setiap orang. Masalahnya, jika kebiasaan ini terus berulang, pekerjaan bisa menumpuk dan membuat kita stres. Ternyata, masalahnya tidak selalu karena malas atau tidak bertanggung jawab, tetapi ada berbagai faktor lain. Berikut akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109913,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109912"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109912\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}