{"id":109894,"date":"2026-10-02T22:35:29","date_gmt":"2026-10-02T15:35:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/02\/uu-pprt-perdana-diuji-ke-mk-iuran-jaminan-sosial-dinilai-bisa-jadi-tawar-menawar\/"},"modified":"2026-10-02T22:35:29","modified_gmt":"2026-10-02T15:35:29","slug":"uu-pprt-perdana-diuji-ke-mk-iuran-jaminan-sosial-dinilai-bisa-jadi-tawar-menawar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/02\/uu-pprt-perdana-diuji-ke-mk-iuran-jaminan-sosial-dinilai-bisa-jadi-tawar-menawar\/","title":{"rendered":"UU PPRT Perdana Diuji ke MK, Iuran Jaminan Sosial Dinilai Bisa Jadi Tawar-menawar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk pertama kalinya diuji ke Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satu yang dipersoalkan adalah aturan pembayaran iuran jaminan sosial yang dikaitkan dengan kesepakatan antara pekerja rumah tangga (PRT) dan pemberi kerja.<\/p>\n<p>Permohonan diajukan Ferdinan Olla, PRT asal Nusa Tenggara Timur yang bekerja di Bekasi sejak 2023 dengan upah Rp1,5 juta per bulan. Perkara tercatat dengan Nomor 352\/PUU-XXIV\/2026.<\/p>\n<p>Dalam permohonan, Ferdinan mempersoalkan Pasal 16 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 32 ayat (4) dan ayat (5) UU Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga.<\/p>\n<p>Persoalan utamanya menyangkut frasa yang mengaitkan pembayaran iuran jaminan sosial dengan kesepakatan atau perjanjian kerja. Pemohon menilai ketentuan itu menimbulkan ketidakpastian karena hubungan kerja PRT dalam praktiknya bisa berlangsung secara lisan.<\/p>\n<p>Ferdinan, misalnya, disebut bekerja berdasarkan kesepakatan lisan dan tidak memiliki perjanjian kerja tertulis. Kondisi itu dinilai membuat PRT bergantung pada kesepakatan dengan pemberi kerja ketika menyangkut upah, jaminan sosial, maupun kewajiban lainnya.<\/p>\n<p>\u201cBagi pemohon, rumusan tersebut menimbulkan ketidakpastian apakah kewajiban pemberi kerja tetap berlaku secara otomatis atau bergantung pada kesepakatan,\u201d kata kuasa hukum Ferdinan, Bernita Matondang seperti dikutip dari Antara, Jumat, 2 Oktober.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Menurut pemohon, posisi tawar PRT secara sosial dan ekonomi juga lebih lemah dibandingkan pemberi kerja. Karena itu, kewajiban membayar iuran jaminan sosial dinilai seharusnya memiliki dasar yang jelas dan tidak bergantung pada hasil kesepakatan.<\/p>\n<p>\u201cKewajiban pemberi kerja menanggung iuran jaminan sosial kesehatan seharusnya mempunyai dasar kewajiban yang jelas. Ketika kewajiban tersebut dikaitkan dengan kesepakatan, perlindungan sosial berpotensi menjadi tawar-menawar antara PRT dan pemberi kerja,\u201d ujar Bernita.<\/p>\n<p>Selain jaminan sosial, Ferdinan menggugat ketentuan mengenai penyelesaian perselisihan PRT dan pemberi kerja. Pasal 32 ayat (4) dan ayat (5) mengatur kewenangan mediator serta keputusan mediator terkait perselisihan upah yang bersifat final dan mengikat.<\/p>\n<p>Pemohon menilai aturan itu belum cukup memerinci standar pemeriksaan dan pembuktian, kesempatan para pihak untuk didengar, alasan pengambilan keputusan, serta mekanisme koreksi.<\/p>\n<p>Namun, dalam sidang pemeriksaan pendahuluan pada Kamis, 1 Oktober, majelis hakim meminta sejumlah bagian permohonan diperjelas.<\/p>\n<p>Hakim Konstitusi Arsul Sani meminta Ferdinan menegaskan apakah dirinya termasuk kategori yang dikecualikan sebagai PRT dalam UU PPRT. Hakim Ridwan Mansyur meminta pemohon memperjelas kedudukan hukum dan statusnya sebagai mahasiswa atau PRT, serta menguraikan kerugian konstitusional yang dialami.<\/p>\n<p>Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih juga meminta argumentasi mengenai kerugian konstitusional tersebut diperkuat dan dikaitkan dengan hak serta kewajiban Ferdinan sebagai PRT.<\/p>\n<p>MK memberi waktu kepada pemohon untuk memperbaiki permohonannya paling lambat 14 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB. Perkara ini merupakan pengujian pertama terhadap UU PPRT sejak undang-undang tersebut disahkan pada April 2026.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596793\/uu-pprt-perdana-diuji-ke-mk-iuran-jaminan-sosial-dinilai-bisa-jadi-tawar-menawar\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk pertama kalinya diuji ke Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satu yang dipersoalkan adalah aturan pembayaran iuran jaminan sosial yang dikaitkan dengan kesepakatan antara pekerja rumah tangga (PRT) dan pemberi kerja. Permohonan diajukan Ferdinan Olla, PRT asal Nusa Tenggara Timur yang bekerja di Bekasi sejak 2023 dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109895,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"18 hours ago","modified":"18 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109894"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109894\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}