{"id":109839,"date":"2026-10-02T18:10:23","date_gmt":"2026-10-02T11:10:23","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/02\/kronologi-kasus-penganiayaan-abk-dianiaya-hingga-viral\/"},"modified":"2026-10-02T18:10:23","modified_gmt":"2026-10-02T11:10:23","slug":"kronologi-kasus-penganiayaan-abk-dianiaya-hingga-viral","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/02\/kronologi-kasus-penganiayaan-abk-dianiaya-hingga-viral\/","title":{"rendered":"Kronologi Kasus Penganiayaan ABK Dianiaya hingga Viral"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/S7VvIKCkWDRlooS0t7bPvkEfBpytCpUzmi7kelfyjXY\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTY3NDkvMjAyNjEwMDIxNzU2LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkwOTM4NTk5LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penyelidikan secara scientific crime investigation terkait beredarnya video viral anak buah kapal (ABK) kapal pencari cumi yang disiksa oleh beberapa orang di atas kapal.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi pada 1 Oktober jam 02.00 dinihari, kita melakukan patroli siber bahwa dari pantauan tersebut kita menemukan ada satu konten yang berisikan dugaan tindak pidana penganiayaan kepada ABK,&#8221; kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, Jumat, 2 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Selanjutnya, penyidik melakukan penyelidikan dengan menerapkan metode scientific crime investigation terhadap rekaman video hasil patroli siber tersebut. Alhasil, polisi berhasil mengidentifikasi ABK korban kekerasan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah kita melakukan pengecekan dari scientific crime investigation, pemeriksaan saksi-saksi serta kita kombinasikan penyelidikan di lapangan, kita menemukan bahwa salah satu korban (ABK) adalah Ilham Shalahudin,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Setelah salah satu korban ABK berhasil teridentifikasi, penyidik Satreskrim langsung melakukan pemeriksaan.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah terkonfirmasi dari salah satu korban tersebut kita lakukan pemeriksaan. Lalu kita ketemu time line bahwa yang bersangkutan itu naik kapal pengangkut cumi di akhir Juli 2026,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, lanjut AKBP Fajri, kapal cumi tersebut berangkat dari Dermaga Muara Baru menuju tujuannya ke Merauke.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi fishing areanya di wilayah kepulauan Aru. Dari penyelidikan yang kita lakukan, korban ini ternyata tidak hanya satu orang. Jadi ada tiga orang (korban) lainnya berinisial OM, SS dan JS,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Saat kapal tersebut berlayar mencari tangkapan cumi, kemudian pengurus ikan KM Maulana 23 ini sempat menghubungi ibu salah satu korban ABK yang menyatakan bahwa korban mengalami sakit beri-beri.<\/p>\n<p>&#8220;Pengurus ikan dengan nama KM Maulana 23 ini pernah menghubungi ibunya. Menyatakan bahwa &#8216;anak kamu ini sakit beri-beri dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit Dobo di Kepulauan Aru&#8217;. Setelah kita dalami ternyata anaknya itu tidak dilakukan perawatan, tapi hanya dititipkan di darat saja,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkoordinasi dengan pihak Pulau Aru untuk menyelamatkan korban.<\/p>\n<p>&#8220;Begitu tim patroli siber kita dapat kontak konten viral ini, kita langsung lakukan prioritas untuk menyelamatkan jiwa, kesehatan fisik dan mental korban ini,&#8221; kata Kapolres.<\/p>\n<p>Selain mengevakuasi korban, pihak Kepolisian juga berkordinasi dengan pihak KKP guna proses penanganan kapal yang viral tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;KKP mengamankan kapalnya, ditarik kapalnya. Saat ini masih dalam upaya penarikan dari laut ke darat untuk nanti ditanya oleh Kepulauan Aru. Jadi Kepolisian terintergrasi, kita kerjasama satu sama lain untuk mengungkap dugaan tindak pidana ini,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan, seorang anak buah kapal (ABK) yang diduga berasal dari Kapal Cumi Muara Baru menjadi korban penyiksaan oleh sejumlah orang saat kapal tengah berlayar mencari tangkapan hasil laut, viral di media sosial instagram @vizz_media. Kejadian penyiksaan tersebut sempat direkam video amatir oleh ABK lainnya, kemudian diunggah ke media sosial instagram.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596749\/kronologi-kasus-penganiayaan-abk-dianiaya-hingga-viral\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penyelidikan secara scientific crime investigation terkait beredarnya video viral anak buah kapal (ABK) kapal pencari cumi yang disiksa oleh beberapa orang di atas kapal. &#8220;Jadi pada 1 Oktober jam 02.00 dinihari, kita melakukan patroli siber bahwa dari pantauan tersebut kita menemukan ada satu konten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109839"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109839\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}