{"id":109831,"date":"2026-10-02T17:26:31","date_gmt":"2026-10-02T10:26:31","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/02\/menjaga-eksistensi-masakan-indonesia-di-tengah-selera-kuliner-yang-terus-berubah\/"},"modified":"2026-10-02T17:26:31","modified_gmt":"2026-10-02T10:26:31","slug":"menjaga-eksistensi-masakan-indonesia-di-tengah-selera-kuliner-yang-terus-berubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/02\/menjaga-eksistensi-masakan-indonesia-di-tengah-selera-kuliner-yang-terus-berubah\/","title":{"rendered":"Menjaga Eksistensi Masakan Indonesia di Tengah Selera Kuliner yang Terus Berubah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; <a href=\"https:\/\/voi.id\/tag\/8254\/masakan-indonesia\">Masakan Indonesia<\/a> memiliki satu kekuatan yang membuatnya terus menemukan tempat di tengah perkembangan dunia kuliner, yakni keberagaman rasa dan cerita yang melekat di balik setiap hidangan.<\/p>\n<p>Mulai dari penggunaan rempah, teknik memasak, hingga resep yang diwariskan lintas generasi, kuliner Nusantara tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga representasi dari budaya dan keseharian masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Namun, mempertahankan eksistensi masakan Indonesia bukan berarti harus selalu menyajikannya dalam bentuk yang sama. Seiring perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen, restoran yang mengangkat kuliner Nusantara kini dituntut untuk menemukan cara baru dalam memperkenalkan cita rasa yang sudah akrab tanpa membuatnya kehilangan identitas.<\/p>\n<p>Perubahan tersebut terlihat dari semakin banyaknya pendekatan yang mencoba mempertemukan resep tradisional dengan pengalaman bersantap yang lebih modern.<\/p>\n<p>Bukan untuk menggantikan karakter asli masakan Indonesia, melainkan memberikan perspektif baru agar hidangan Nusantara tetap relevan dengan kebutuhan generasi dan gaya hidup saat ini.<\/p>\n<p>Salah satunya dilakukan Antarasa, restoran yang telah hampir empat tahun bergerak di bisnis kuliner retail. Memasuki fase baru di bawah manajemen PT. Karya Lintas Rasa, restoran ini memperkenalkan konsep ANTARASA, REIMAGINED, yang membawa pembaruan pada identitas dan kurasi menunya.<\/p>\n<p>Dalam menghadirkan menu baru, pengalaman pribadi menjadi salah satu sumber inspirasi. Chef Arcad Fadillah membawa memori masa kecil serta pengalamannya selama berkecimpung di industri kuliner ke dalam proses pengembangan hidangan.<\/p>\n<p>Pengalamannya merancang menu untuk hotel mewah dan restoran lifestyle premium membuatnya memiliki perspektif untuk mengolah makanan Indonesia dalam pendekatan yang lebih refined. Namun, tantangannya bukan sekadar membuat makanan Nusantara terlihat lebih modern.<\/p>\n<p>Ada upaya untuk mempertahankan rasa yang sudah dikenal sambil memperbaiki pengalaman menikmatinya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk membawa masakan Indonesia ke level berikutnya. Memang kami mengikuti tren, lalu dimodifikasi diperbaiki kualitas makanannya agar experience-nya dibuat lebih refined,&#8221; jelas Chef Arcad Fadillah, Chef-Owner Antarasa.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut menjadi relevan di tengah konsumen yang semakin terbiasa dengan beragam pengalaman kuliner. Mereka tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga memperhatikan suasana, penyajian, kualitas bahan, serta konteks ketika sebuah hidangan dinikmati.<\/p>\n<p>Karena itu, perkembangan kuliner Nusantara tidak harus selalu dipahami sebagai pertentangan antara tradisional dan modern. Keduanya dapat berjalan beriringan selama karakter utama dari masakan tersebut tetap dikenali.<\/p>\n<p>Pada konsep barunya ini, restoran yang mengandalkan cita rasa Nusantara tersebut menggunakan bahan-bahan pilihan serta resep yang mengambil inspirasi dari kekayaan kuliner Indonesia.<\/p>\n<p>Hidangan kemudian dikembangkan dengan pendekatan yang lebih modern, tetapi tetap berusaha mempertahankan rasa yang familiar bagi lidah Indonesia.<\/p>\n<p>Profil rasa yang dihadirkan mencakup karakter pedas, smoky, gurih, dan segar, dengan tingkat keasaman yang dibuat seimbang. Pendekatan tersebut juga terlihat dari cara menu disusun untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengunjung yang datang sendiri hingga keluarga, kelompok, maupun pasangan.<\/p>\n<p>Untuk pengunjung solo, misalnya, tersedia Nasi Goreng Antarasa dengan sumsum sapi bakar dan sate lidah sapi sambal hijau. Hidangan tersebut dapat dilengkapi dengan small bite seperti Tahu Isi Kecombrang atau Cendawan Goreng Daun Kari.<\/p>\n<p>Sementara untuk dinikmati bersama, pilihan seperti Bone-In Rib Eye Andaliman, Lidah Bakar Gulai Hijau, Buntut Maranggi Bakar, hingga Barramundi Gulai Minang dirancang untuk ditempatkan di tengah meja dan disantap secara bersama-sama.<\/p>\n<p>Ada pula pilihan yang lebih ringan untuk pengalaman makan berdua, seperti Salmon Asam Limau, Rahang Tuna Rica Bakar, dan Nangka Gula Melaka Cheesecake sebagai penutup.<\/p>\n<p>Pilihan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kuliner Indonesia juga dapat dibangun mengikuti pola makan masyarakat urban saat ini.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" title=\"Berbagai menu di ANTARASA\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/596738\/body_image_2026100217.png\" alt=\"Berbagai menu di ANTARASA\"\/><figcaption>Berbagai menu di ANTARASA. (Dinno\/VOI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bagi restoran yang membawa identitas kuliner Indonesia, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan menu baru, tetapi juga menjaga agar inovasi tidak membuat makanan tersebut terasa semakin jauh dari asalnya.<\/p>\n<p>Hal itu menjadi salah satu pendekatan yang dibawa Chef Arcad dalam mengembangkan menu. Hidangan yang sudah familiar tidak harus diubah secara ekstrem untuk memberikan pengalaman berbeda. Teknik, bahan, presentasi, dan komposisi dapat dikembangkan tanpa menghilangkan karakter rasa yang menjadi identitasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin memberikan kesan yang hangat dan mengundang, suasananya nyaman dan tidak terlalu formal, dengan plating makanan yang lebih berwarna dan apik,&#8221; jelas Chef Arcad Fadillah.<\/p>\n<p>Pendekatan serupa diterapkan pada atmosfer restoran. Dekorasi kayu, pencahayaan hangat, dan penyajian makanan dengan warna yang lebih vibrant dirancang untuk menciptakan suasana yang nyaman dan tidak terlalu formal.<\/p>\n<p>Pengalaman menyantap makanan Indonesia tidak hanya ditempatkan sebagai agenda khusus ketika ingin menikmati kuliner tradisional, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rutinitas masyarakat perkotaan.<\/p>\n<p>Perubahan konsep <a href=\"https:\/\/voi.id\/tag\/2430\/restoran\">restoran<\/a> ini juga juga tidak terlepas dari perkembangan industri F&amp;B yang membuat ekspektasi konsumen terus bergerak.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai restoran yang dikenal dengan kuliner Nusantara, kami menyadari satu hal penting: industri F&amp;B terus bergerak dinamis, sehingga ekspektasi tamu pun ikut berkembang,&#8221; ujar Ratna Dewi Purnamasari, selaku Direktur Utama PT. Karya Lintas Rasa.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa mempertahankan kuliner Indonesia di tengah perubahan zaman tidak selalu berarti mempertahankan bentuk penyajiannya secara utuh. Justru, kemampuan untuk beradaptasi dapat menjadi salah satu cara agar makanan Nusantara terus memiliki tempat di tengah pilihan kuliner yang semakin beragam.<\/p>\n<p>Resep dan cita rasa yang diwariskan tetap menjadi fondasi, sementara cara penyajian, pengalaman bersantap, dan konteks menikmatinya dapat terus berkembang.<\/p>\n<p>Melalui ANTARASA, REIMAGINED, pendekatan tersebut mulai diterapkan dalam sebuah pengalaman bersantap yang lebih kasual dan nyaman dengan standar pengalaman yang lebih tinggi. Dengan konsep dan menu baru tersebut, Antarasa dijadwalkan menyambut pengunjung mulai 14 Oktober 2026, sekaligus memasuki fase baru dalam perjalanannya membawa masakan Indonesia ke meja makan masyarakat urban.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/596738\/menjaga-eksistensi-masakan-indonesia-di-tengah-selera-kuliner-yang-terus-berubah\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Masakan Indonesia memiliki satu kekuatan yang membuatnya terus menemukan tempat di tengah perkembangan dunia kuliner, yakni keberagaman rasa dan cerita yang melekat di balik setiap hidangan. Mulai dari penggunaan rempah, teknik memasak, hingga resep yang diwariskan lintas generasi, kuliner Nusantara tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga representasi dari budaya dan keseharian masyarakat Indonesia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109832,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109831"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109831\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}