{"id":109777,"date":"2026-10-02T12:49:02","date_gmt":"2026-10-02T05:49:02","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/02\/viral-abk-kapal-cumi-muara-baru-disiksa-di-dalam-ember-ikan\/"},"modified":"2026-10-02T12:49:02","modified_gmt":"2026-10-02T05:49:02","slug":"viral-abk-kapal-cumi-muara-baru-disiksa-di-dalam-ember-ikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/02\/viral-abk-kapal-cumi-muara-baru-disiksa-di-dalam-ember-ikan\/","title":{"rendered":"Viral ABK Kapal Cumi Muara Baru Disiksa di Dalam Ember Ikan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/3LGYUjTSF6tHcWYmOq33zljBqHcS7Dp3u2ApImHGbnY\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTY2ODYvMjAyNjEwMDIxMjQyLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkwOTE5NzM4LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Seorang anak buah kapal (ABK) dari Kapal Cumi Muara Baru menjadi korban penyiksaan oleh sejumlah orang saat kapal tengah berlayar mencari tangkapan hasil laut di perairan teluk Jakarta. Aksi penyiksaan itu terekam video dan viral di media sosial Instagram.<\/p>\n<p>Menurut keterangan unggahan video itu, ABK yang alami penyiksaan tersebut diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus bekerja sebagai ABK Kapal Cumi.<\/p>\n<p>Berdasarkan rekaman video yang beredar, korban dimasukkan ke dalam bak penampung tangkapan ikan dan cumi dalam posisi terlentang dengan tubuh tertekuk. Kemudian seseorang menyiksa korban dengan cara diinjak hingga dipukuli bertubi-tubi.<\/p>\n<p>Selanjutnya, seorang ABK lainnya yang berada di dekat korban juga turut memukuli korban dari arah belakang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.<\/p>\n<p>Menanggapi beredarnya video viral penyiksaan ABK kapal tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.<\/p>\n<p>&#8220;Sementara masih kita investigasi (terkait kejadian dan video viral),&#8221; ujar AKBP Fajri saat dikonfirmasi VOI, Jumat, 2 Oktober.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP A. A Ngurah Made Pandu Prabawa mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita masih cek ini,&#8221; kata AKP Pandu saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p>Sementara unggahan video penyiksaan ABK tersebut menuai tanggapan dari sejumlah netizen. Menurut akun @raihan_ap28, &#8220;Usut sampai tuntas kesian anak org saya juga THN kemaren pernah kerja di kapal muara baru emng galak&#8221; karna di laut masih hukum rimba mungkin ini kapal cumi,&#8221; dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.<\/p>\n<p>&#8220;saya dulu di perbatasan Indonesia Australia bang ABK hanya tempat&#8221; para mafia semua bang di darat omongan nya pada manis Tpi klo udh di tengah hadeuh kacau bang minum aja air ujan,&#8221; tulis akun @agus_widodo0894.<\/p>\n<p>Akun @raihan_ap28 menambahkan, &#8220;saya dulu pernah ikut ABK kapal kursein di pati juwana, sama di laut orang&#8221;nya pelarian semua di darat banyak kasus &#8230;teman saya di pukul juga pas sortir ikan.. cuma bertahan 3 Minggu saya dan teman2 saya pulang pakai uang pribadi dari pulau kerayaan Kalsel hingga ke Surabaya Pengalaman pribadi seberat2nya kerja di darat mending jangan jadi ABK ngeri pokoknya&#8221;.<\/p>\n<p>Menurut keterangan netizen, bahkan kekejaman praktik kerja para ABK di Kapal Cumi sudah terjadi sekian lama di tengah laut. Namun aksi kekejaman terhadap ABK tidak mendapat perhatian khusus.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga viral, dari dlu itu kerjaan di muara baru itu bermasalah tapi ga fyp aja,&#8221; tulis akun @rr_131299.<\/p>\n<p>Hingga kini, kasusnya masih dalam penanganan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596686\/viral-abk-kapal-cumi-muara-baru-disiksa-di-dalam-ember-ikan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Seorang anak buah kapal (ABK) dari Kapal Cumi Muara Baru menjadi korban penyiksaan oleh sejumlah orang saat kapal tengah berlayar mencari tangkapan hasil laut di perairan teluk Jakarta. Aksi penyiksaan itu terekam video dan viral di media sosial Instagram. Menurut keterangan unggahan video itu, ABK yang alami penyiksaan tersebut diduga menjadi korban tindak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109778,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109777"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109777\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}