{"id":109489,"date":"2026-10-01T07:38:16","date_gmt":"2026-10-01T00:38:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/01\/kinerja-garuda-indonesia-di-tengah-tekanan-harga-avtur-global\/"},"modified":"2026-10-01T07:38:16","modified_gmt":"2026-10-01T00:38:16","slug":"kinerja-garuda-indonesia-di-tengah-tekanan-harga-avtur-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/01\/kinerja-garuda-indonesia-di-tengah-tekanan-harga-avtur-global\/","title":{"rendered":"Kinerja Garuda Indonesia di Tengah Tekanan Harga Avtur Global"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Industri penerbangan global masih menghadapi tekanan biaya sepanjang 2026. Permintaan perjalanan tetap tumbuh, tetapi kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur ikut mempersempit ruang maskapai dalam menjaga profitabilitas.<\/p>\n<p>Sejumlah maskapai besar dunia merasakan tekanan tersebut. Singapore Airlines, misalnya, masih mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi laba operasionalnya tertekan seiring meningkatnya biaya bahan bakar. Kondisi serupa juga terlihat pada Lufthansa Group yang membukukan pertumbuhan pendapatan, namun adjusted EBIT berada dalam tekanan.<\/p>\n<p>Tekanan biaya tersebut antara lain dipengaruhi perkembangan geopolitik dan pasar energi global. Data International Air Transport Association (IATA) mencatat harga jet fuel global pada April 2026 sempat meningkat sekitar 121 persen dibandingkan April 2025. Untuk sepanjang 2026, IATA memperkirakan harga jet fuel rata-rata mencapai sekitar 152 dolar AS per barel, hampir 70 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata 2025.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut turut menjadi tantangan bagi maskapai di Indonesia. Pengamat penerbangan sekaligus Ketua APJAPI Alvin Lie menyebut periode Agustus-November 2026 sebagai periode yang perlu diwaspadai maskapai karena tekanan harga bahan bakar berlangsung bersamaan dengan pelemahan rupiah dan periode <em>low season<\/em>.<\/p>\n<p>Pengamat penerbangan Gerry Soejatman juga menyoroti besarnya porsi avtur dalam struktur biaya maskapai. Menurut dia, avtur dapat menyumbang lebih dari separuh biaya maskapai, sementara sebagian besar komponen biaya penerbangan menggunakan mata uang asing.<\/p>\n<p>Dalam situasi tersebut, kinerja Garuda Indonesia Group pada Semester I 2026 memberikan gambaran mengenai bagaimana salah satu maskapai nasional menghadapi kenaikan biaya bahan bakar.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><strong>Pendapatan Garuda Tumbuh 16 Persen<\/strong><\/p>\n<p>Garuda Indonesia mencatat pendapatan sebesar 1,80 miliar dolar AS pada Semester I 2026, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,55 miliar dolar AS.<\/p>\n<p>Pada periode yang sama, EBIT meningkat 12,7 persen menjadi 74 juta dolar AS, sedangkan EBITDA tumbuh 5,8 persen menjadi 431,6 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Kerugian bersih juga menyusut 23,2 persen, dari 147,1 juta dolar AS pada Semester I 2025 menjadi 113 juta dolar AS pada Semester I 2026.<\/p>\n<p>Namun, perbaikan tersebut berlangsung ketika beban avtur justru meningkat cukup signifikan.<\/p>\n<p>Beban bahan bakar Garuda mencapai 677,6 juta dolar AS, naik 43,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal II 2026, kenaikan beban avtur bahkan mencapai sekitar 90 persen secara tahunan.<\/p>\n<p>Akibatnya, porsi biaya avtur terhadap pendapatan meningkat menjadi sekitar 37,7 persen dari sebelumnya 30,5 persen.<\/p>\n<p><strong>Sumber Pendapatan Semakin Beragam<\/strong><\/p>\n<p>Di sisi pendapatan, pertumbuhan tidak hanya berasal dari penerbangan berjadwal.<\/p>\n<p>Pendapatan penerbangan berjadwal meningkat 10,9 persen menjadi 1,31 miliar dolar AS. Di dalamnya, pendapatan penumpang tumbuh 11,5 persen menjadi 1,23 miliar dolar AS.<\/p>\n<p>Sementara itu, pendapatan penerbangan tidak berjadwal meningkat 32,5 persen menjadi 272,8 juta dolar AS. Salah satu kontributor pertumbuhan berasal dari angkutan haji yang meningkat 51,6 persen menjadi 232,2 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Pendapatan dari lini lainnya juga mengalami peningkatan. Bisnis perawatan pesawat atau <em>maintenance, repair and overhaul<\/em> (MRO), misalnya, mencatat pertumbuhan 43,8 persen menjadi 87,4 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan Garuda pada semester pertama 2026 berasal dari beberapa lini usaha, baik penerbangan berjadwal maupun tidak berjadwal dan bisnis pendukung penerbangan.<\/p>\n<p><strong>Biaya di Luar Avtur Lebih Terkendali<\/strong><\/p>\n<p>Kenaikan harga avtur juga terlihat dalam struktur biaya perusahaan. Namun, kenaikan tersebut tidak terjadi pada seluruh komponen biaya dengan tingkat yang sama.<\/p>\n<p>Biaya non-fuel meningkat 3,9 persen menjadi sekitar 1,07 miliar dolar AS. Dengan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi, porsi biaya non-avtur terhadap pendapatan turun menjadi sekitar 59,7 persen dari 66,7 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Beberapa pos biaya bahkan mengalami penurunan. Beban komisi agen, misalnya, turun 6,2 persen menjadi 33,6 juta dolar AS meskipun pendapatan perusahaan tumbuh dua digit.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, beban usaha meningkat 16,4 persen. Sebagian besar tambahan beban tersebut berasal dari kenaikan biaya avtur yang sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar energi global.<\/p>\n<p><strong>Beban Keuangan dan Utang Menurun<\/strong><\/p>\n<p>Perubahan juga terlihat pada struktur keuangan Garuda Indonesia.<\/p>\n<p>Beban keuangan pada Semester I 2026 turun 11,6 persen menjadi 222,4 juta dolar AS, dibandingkan 251,6 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Total pinjaman, termasuk liabilitas sewa, obligasi, dan pinjaman bank, tercatat 3,76 miliar dolar AS per 30 Juni 2026. Angka tersebut turun sekitar 4 persen dibandingkan 3,92 miliar dolar AS pada akhir 2025.<\/p>\n<p>Liabilitas sewa juga turun menjadi 2,34 miliar dolar AS setelah perseroan melakukan pembayaran pokok sewa sebesar 158,9 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Dari sisi arus kas, Garuda mencatat arus kas operasional positif sebesar 253,1 juta dolar AS. Sementara kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 mencapai 624,3 juta dolar AS.<\/p>\n<p><strong>Transformasi Terlihat dari Sejumlah Indikator<\/strong><\/p>\n<p>Rangkaian angka tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan Garuda Indonesia di tengah tekanan biaya yang terjadi di industri penerbangan.<\/p>\n<p>Pendapatan meningkat, sementara kenaikan biaya di luar avtur relatif lebih terbatas. Pada saat yang sama, beban keuangan dan total pinjaman mengalami penurunan.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menjadi bagian dari proses transformasi dan penataan bisnis yang dijalankan Garuda Indonesia, termasuk upaya memperkuat pendapatan, mengendalikan biaya, dan memperbaiki struktur keuangan.<\/p>\n<p>Garuda sendiri menempatkan aspek <em>Profitable<\/em> dan <em>Sustainable<\/em> sebagai bagian dari <em>strategic pillar<\/em> perusahaan, dengan arah pengembangan bisnis yang menekankan profitabilitas dan keberlanjutan finansial.<\/p>\n<p>Meski demikian, perusahaan masih mencatat rugi bersih pada Semester I 2026. Karena itu, kinerja semester pertama lebih tepat dilihat sebagai bagian dari proses pemulihan dan penataan bisnis yang masih berjalan.<\/p>\n<p>Di tengah kenaikan harga avtur dan berbagai tekanan eksternal yang dihadapi industri penerbangan, perkembangan pendapatan, biaya, arus kas, serta struktur utang menjadi sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana proses tersebut berlangsung.<\/p>\n<p>Bagi Garuda Indonesia, tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekaligus menjaga efisiensi ketika biaya bahan bakar dan kondisi pasar global masih bergerak dinamis.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/596450\/kinerja-garuda-indonesia-di-tengah-tekanan-harga-avtur-global\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Industri penerbangan global masih menghadapi tekanan biaya sepanjang 2026. Permintaan perjalanan tetap tumbuh, tetapi kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur ikut mempersempit ruang maskapai dalam menjaga profitabilitas. Sejumlah maskapai besar dunia merasakan tekanan tersebut. Singapore Airlines, misalnya, masih mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi laba operasionalnya tertekan seiring meningkatnya biaya bahan bakar. Kondisi serupa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109490,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}