{"id":109445,"date":"2026-09-30T23:52:57","date_gmt":"2026-09-30T16:52:57","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/30\/alasan-energi-bisa-turun-pada-sore-hari-hingga-memicu-lemas\/"},"modified":"2026-09-30T23:52:57","modified_gmt":"2026-09-30T16:52:57","slug":"alasan-energi-bisa-turun-pada-sore-hari-hingga-memicu-lemas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/30\/alasan-energi-bisa-turun-pada-sore-hari-hingga-memicu-lemas\/","title":{"rendered":"Alasan Energi Bisa Turun pada Sore Hari hingga Memicu Lemas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA \u2013 Saat sore hari, sebagian orang mungkin akan merasa lemas dan seolah tak berenegergi. Meski jam makan siang tidak terlambat, energi di sore hari seringkali berbeda dengan pagi hari. Alasan energi bisa turun pada sore hari ternyata berkaitan dengan beberapa faktor, mulai dari ritme biologis tubuh, kualitas tidur, pola makan, hingga aktivitas yang dilakukan sejak pagi. Simak penjelasannya berikut ini.<\/p>\n<h3>Alasan Energi Bisa Turun pada Sore<\/h3>\n<p>Penurunan energi saat sore memang tidak bisa dikaitkan dengan rasa lelah yang berlebih. Ada faktor lain yang memicu kondisi tersebut yakni sebagai beriku.<\/p>\n<ol>\n<li>Ritme sirkadian<\/li>\n<\/ol>\n<p>Salah satu alasan energi bisa turun pada sore hari adalah ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun. Tubuh mengalami perubahan tingkat kewaspadaan sepanjang hari. Setelah periode aktif sejak pagi, rasa mengantuk dapat kembali meningkat pada siang hingga sore hari.<\/p>\n<p>Inilah salah satu alasan mengapa seseorang bisa merasa produktif pada pagi hari, kemudian mengalami penurunan konsentrasi beberapa jam setelahnya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Kurang tidur<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kurang tidur merupakan faktor lain yang dapat memperburuk penurunan energi pada sore hari. Jika waktu tidur tidak mencukupi atau kualitas tidur buruk, tubuh memiliki lebih sedikit kesempatan untuk memulihkan diri. Akibatnya, rasa lelah yang sudah terkumpul sejak pagi semakin terasa ketika memasuki sore.<\/p>\n<p>Tidak hanya durasi tidur, kebiasaan tidur yang tidak teratur juga dapat memengaruhi rasa segar sepanjang hari.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Menu makan siang terlalu berat<\/li>\n<\/ol>\n<p>Apa yang dikonsumsi saat makan siang juga dapat berpengaruh terhadap kondisi tubuh pada beberapa jam berikutnya. Makanan dalam jumlah besar dapat membuat tubuh terasa lebih berat setelah makan. Jika makan siang didominasi makanan tinggi karbohidrat olahan dan rendah serat atau protein, rasa lapar dan perubahan energi juga dapat lebih mudah muncul kembali.<\/p>\n<p>Karena itu, makan siang dengan komposisi yang seimbang dapat membantu menjaga energi lebih stabil hingga sore.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<ol start=\"4\">\n<li>Kurang minum<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dehidrasi ringan juga dapat membuat tubuh terasa kurang bertenaga. Ketika asupan cairan tidak mencukupi, seseorang bisa mengalami rasa lelah, sakit kepala, atau kesulitan berkonsentrasi. Kesibukan bekerja terkadang membuat seseorang lupa minum sejak pagi. Ketika sore tiba, efeknya mulai terasa dalam bentuk tubuh yang lebih lemas atau sulit fokus.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Terlalu lama duduk dan minim aktivitas<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pekerjaan yang mengharuskan duduk dalam waktu lama juga dapat membuat tubuh terasa semakin lesu. Setelah berjam-jam berada di depan komputer atau melakukan pekerjaan yang sama, rasa bosan dan kelelahan mental dapat muncul bersamaan. Kurangnya aktivitas fisik sepanjang hari juga membuat tubuh terasa kurang segar.<\/p>\n<p>Berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, atau berganti aktivitas dapat membantu mengurangi rasa kaku dan memberikan jeda dari pekerjaan.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>Tekanan mental<\/li>\n<\/ol>\n<p>Energi yang menurun pada sore hari tidak selalu berkaitan dengan kondisi fisik. Kelelahan mental juga dapat memainkan peran.<\/p>\n<p>Mengambil keputusan, berkonsentrasi, menghadapi tenggat waktu, dan menyelesaikan berbagai pekerjaan sejak pagi membutuhkan perhatian yang terus-menerus. Setelah beberapa jam, kapasitas untuk mempertahankan konsentrasi dapat menurun. Akibatnya, pekerjaan yang sebenarnya sederhana terasa lebih berat ketika dilakukan pada sore hari.<\/p>\n<p>Itulah beberapa alasan energi bisa turun pada sore hari. Dapatkan informasi menarik hanya di <strong><em><a href=\"https:\/\/voi.id\/\">VOI.id<\/a><\/em><\/strong>.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/596327\/alasan-energi-bisa-turun-pada-sore-hari\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Saat sore hari, sebagian orang mungkin akan merasa lemas dan seolah tak berenegergi. Meski jam makan siang tidak terlambat, energi di sore hari seringkali berbeda dengan pagi hari. Alasan energi bisa turun pada sore hari ternyata berkaitan dengan beberapa faktor, mulai dari ritme biologis tubuh, kualitas tidur, pola makan, hingga aktivitas yang dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109446,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109445\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109446"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}