{"id":109398,"date":"2026-09-30T19:58:14","date_gmt":"2026-09-30T12:58:14","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/30\/gugatan-denny-indrayana-dinilai-jadi-momen-mk-bayar-utang-putusan-90\/"},"modified":"2026-09-30T19:58:14","modified_gmt":"2026-09-30T12:58:14","slug":"gugatan-denny-indrayana-dinilai-jadi-momen-mk-bayar-utang-putusan-90","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/30\/gugatan-denny-indrayana-dinilai-jadi-momen-mk-bayar-utang-putusan-90\/","title":{"rendered":"Gugatan Denny Indrayana Dinilai Jadi Momen MK Bayar &#8216;Utang&#8217; Putusan 90"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/__3cN5dU_RfryubG_DAYkl-3ZXvQcrMYPEeFEe46Ikc\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTYzOTUvMjAyNjA5MzAxOTM4LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkwNzcxOTU4LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar menilai gugatan terkait syarat pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa jadi momen Mahkamah Konstitusi (MK) menuntaskan masalah yang muncul setelah Putusan MK Nomor 90\/PUU-XXI\/2023.<\/p>\n<p>Adapun gugatan tersebut diajukan oleh Denny Indrayana selaku pakar hukum tata negara bersama sejumlah pihak. Mereka mengajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 ke MK dan saat ini sedang masuk dalam tahap pembuktian.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau MK betul-betul berpegang sama teks, harusnya perkara ini enggak lanjut. Harus kita akui, perkara ini enggak akan lanjut kalau MK betul-betul berpegang sama teks,&#8221; kata Zainal dalam diskusi di Jakarta Pusat, Rabu, 30 September.<\/p>\n<p>Zainal menyebut perkara PHPU memiliki batas waktu pengajuan yang ketat. Namun, MK tetap melanjutkan perkara yang diajukan Denny dan pemohon lainnya hingga tahap pembuktian.<\/p>\n<p>\u201cKetika MK menerima PHPU ini dan lanjut ke pembuktian persidangan, artinya MK mau bicara constitutional importance. Nah, kita menilainya begitu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, keputusan tersebut juga menunjukkan MK tidak berhenti pada persoalan legal standing atau kedudukan hukum para pemohon. MK dinilai telah memilih untuk melihat substansi persoalan yang diajukan.<\/p>\n<p>\u201cKetika MK melangkah keluar dari itu, masuk ke proses pembuktian, menurut saya, acungan jempol ketika MK berpikir constitutional importance sudah terjadi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, Zainal berharap MK menyelesaikan proses hukum yang telah dibuka tersebut sampai tuntas.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin katakan saya berharap MK menyelesaikan apa yang sudah dia buat. Kan MK membukanya, ya kan? Dia harus finish-kan apa yang dia mulai,\u201d ujar Zainal.<\/p>\n<p>Zainal kemudian mengaitkan perkara tersebut dengan Putusan MK Nomor 90\/PUU-XXI\/2023 yang mengubah ketentuan batas usia calon presiden dan wakil presiden. Putusan itu menjadi bagian penting dalam pencalonan Gibran sebagai cawapres pada Pilpres 2024.<\/p>\n<p>Menurut Zainal, perkara yang kini diperiksa MK dapat menjadi kesempatan untuk menyelesaikan persoalan yang disebutnya sebagai \u201cutang\u201d akibat Putusan 90.<\/p>\n<p>Zainal menekankan agar MK tidak hanya terpaku pada teks dan formalitas hukum ketika memeriksa perkara tersebut. Menurut dia, kepentingan konstitusional yang lebih luas perlu menjadi pertimbangan dalam proses persidangan.<\/p>\n<p>\u201cSubstance over form. Jadi, mari mendahulukan substansi dibanding formalitasnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dia juga berharap MK berani mempertimbangkan kepentingan konstitusional dibanding memperdebatkan aspek teknis seperti syarat formal dan kedudukan hukum para pemohon.<\/p>\n<p>\u201cKeberanian untuk melangkah lebih jauh menyelamatkan constitutional importance, kepentingan konstitusional dibanding tetek bengek soal huruf, koma, dan lain-lain sebagainya,\u201d kata Zainal.<\/p>\n<p>\u201cUtang harus dibayar tuntas. Dan saya punya harapan besar supaya kita bisa berdamai dengan masa lalu melalui bayaran utang yang dilunaskan oleh Mahkamah Konstitusi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/596395\/gugatan-denny-indrayana-dinilai-jadi-momen-mk-bayar-utang-putusan-90\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar menilai gugatan terkait syarat pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa jadi momen Mahkamah Konstitusi (MK) menuntaskan masalah yang muncul setelah Putusan MK Nomor 90\/PUU-XXI\/2023. Adapun gugatan tersebut diajukan oleh Denny Indrayana selaku pakar hukum tata negara bersama sejumlah pihak. Mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109398","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109398"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109398\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}