{"id":109397,"date":"2026-09-30T19:56:35","date_gmt":"2026-09-30T12:56:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/30\/mengerikan-47-adegan-rekonstruksi-pembunuhan-ibu-anak-di-landak\/"},"modified":"2026-09-30T19:56:35","modified_gmt":"2026-09-30T12:56:35","slug":"mengerikan-47-adegan-rekonstruksi-pembunuhan-ibu-anak-di-landak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/30\/mengerikan-47-adegan-rekonstruksi-pembunuhan-ibu-anak-di-landak\/","title":{"rendered":"Mengerikan! 47 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Ibu-Anak di Landak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Landak, Fokus Berita<\/p>\n<p>Misteri di balik tewasnya Asniwati (39) bersama anak balitanya, Dina, di Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kembali diurai polisi. Polres Landak menggelar rekonstruksi Sebanyak 47 adegan diperagakan dalam rekonstruksi perkara perampokan yang disertai pembunuhan tersebut digelar di halaman Mapolres Landak, Rabu (30\/9\/2026). Kegiatan ini dihadiri jaksa penuntut umum, penasihat hukum tersangka, serta sejumlah kerabat korban.<\/p>\n<p>Dua tersangka berinisial B dan S turut dihadirkan. Namun, hanya B yang memperagakan adegan karena S disebut tidak mengakui keterlibatannya dalam perkara tersebut.<\/p>\n<p>Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto, S.H., M.H. mengatakan rekonstruksi dilakukan sebagai bagian dari kelengkapan berkas perkara.<\/p>\n<p>\u201cRekonstruksi ini salah satu pemenuhan dari berkas perkara yang sedang kita kirimkan ke kejaksaan. Ada 47 adegan, mulai tanggal 6 Agustus kemudian dilanjutkan tanggal 7 Agustus,\u201d kata Kuswiyanto seusai rekonstruksi.<\/p>\n<p>Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik menggambarkan rangkaian peristiwa sejak 6 Agustus 2026 hingga aksi pada 7 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.<\/p>\n<p>Menurut Kuswiyanto, berdasarkan keterangan tersangka B, aksi tersebut awalnya berkaitan dengan rencana mencari atau mengambil uang korban. Namun, dalam pembicaraan sebelum kejadian, disebut telah muncul kemungkinan menghilangkan nyawa korban.<\/p>\n<p>\u201cAwalnya direncanakan mencari uang atau merampok uang. Namun, dalam perencanaan itu juga sudah terpikirkan apabila tidak diselesaikan, maka akan ketahuan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Penyidik kemudian menilai pembicaraan tersebut menjadi bagian dari dugaan perencanaan pembunuhan.<\/p>\n<p>\u201cBahasa mereka, kalau tidak diselesaikan, kita yang selesai. Maka kami selaku penyidik dapat menyimpulkan masuk dalam bagian perencanaan pembunuhan,\u201d jelas Kuswiyanto.<\/p>\n<p>Kuswiyanto mengatakan tersangka S hingga kini tidak mengakui keterlibatannya dalam kasus tersebut. Karena itu, S tidak memperagakan adegan dalam rekonstruksi.<\/p>\n<p>\u201cKarena sampai saat ini tersangka S tidak pernah mengakui perbuatannya. Namun tersangka B sangat jelas, gamblang dan lugas menyatakan perbuatan itu dilakukan oleh kedua tersangka,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Meski demikian, penyidik menyebut telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah anting yang ditemukan saat penggeledahan di rumah S. Anting tersebut, kata Kuswiyanto, telah dikenali oleh suami korban sebagai milik Asniwati.<\/p>\n<p>\u201cAnting itu diakui oleh suami korban bahwa anting itu adalah milik korban. Dikuatkan oleh saksi anaknya sendiri, kemudian beberapa keluarganya yang menyatakan anting itu adalah milik korban,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Polisi juga telah menemukan sebagian barang milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.<\/p>\n<p>Sebagian emas telah diamankan, sementara sebagian lainnya disebut telah dijual. Polisi juga mengamankan sebagian uang serta barang lain yang diduga hasil kejahatan, termasuk kendaraan dan telepon seluler.<\/p>\n<p>Namun, uang tunai yang diduga masih berada pada tersangka S belum ditemukan.<\/p>\n<p>\u201cUntuk BB berupa uang tunai yang ada di tangan tersangka S belum kita dapatkan. Mengingat pertama, tersangka S tidak mengaku,\u201d kata Kuswiyanto.<\/p>\n<p>Polisi juga masih mencari keberadaan keluarga S yang disebut telah meninggalkan tempat tinggalnya. Penyidik sempat mendapat informasi bahwa keluarga tersebut berada di wilayah Bengkayang, namun saat dilakukan pengejaran, mereka tidak ditemukan di lokasi.<\/p>\n<p>Kuswiyanto mengatakan polisi memperkirakan uang yang hilang dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp 100 juta.<\/p>\n<p>Perkiraan itu antara lain berdasarkan keterangan tersangka B yang kemudian dibandingkan dengan keterangan suami korban.<\/p>\n<p>\u201cDari pengakuan tersangka B, dia mengambil sisa uang yang ada di dalam tas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara berdasarkan keterangan suami korban, uang yang disimpan korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 130 juta. Namun, terdapat pula uang lain yang tidak diketahui oleh suami korban.<\/p>\n<p>\u201cKarena korban sendiri ada beberapa kegiatan yang suami tidak mengetahui, seperti arisan, kemudian uang kolektif,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Setelah rekonstruksi selesai, penyidik akan melengkapi berita acara serta memenuhi sejumlah petunjuk dari jaksa penuntut umum.<\/p>\n<p>Berkas perkara selanjutnya akan kembali dikirimkan kepada jaksa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.<\/p>\n<p>\u201cSetelah kita lakukan reka ulang atau rekonstruksi ini, kita lengkapi BA-nya, kemudian kita lengkapi beberapa petunjuk dari jaksa. Selanjutnya kita kirimkan kembali berkasnya dan kita tunggu P21 dari jaksa,\u201d pungkas Kuswiyanto. (*\/Amad)<\/p>\n<p> <!-- AI CONTENT END 2 --><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediakalbarnews.com\/mengerikan-47-adegan-rekonstruksi-pembunuhan-ibu-anak-di-landak\/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengerikan-47-adegan-rekonstruksi-pembunuhan-ibu-anak-di-landak\">Sumber<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Landak, Fokus Berita Misteri di balik tewasnya Asniwati (39) bersama anak balitanya, Dina, di Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kembali diurai polisi. Polres Landak menggelar rekonstruksi Sebanyak 47 adegan diperagakan dalam rekonstruksi perkara perampokan yang disertai pembunuhan tersebut digelar di halaman Mapolres Landak, Rabu (30\/9\/2026). Kegiatan ini dihadiri jaksa penuntut umum, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109399,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109397"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109397\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}