{"id":109062,"date":"2026-09-29T11:07:16","date_gmt":"2026-09-29T04:07:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/29\/ai-agent-meta-muse-ketahuan-mengakses-imessage-tanpa-persetujuan\/"},"modified":"2026-09-29T11:07:16","modified_gmt":"2026-09-29T04:07:16","slug":"ai-agent-meta-muse-ketahuan-mengakses-imessage-tanpa-persetujuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/29\/ai-agent-meta-muse-ketahuan-mengakses-imessage-tanpa-persetujuan\/","title":{"rendered":"AI Agent Meta Muse Ketahuan Mengakses iMessage Tanpa Persetujuan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Meta Muse, agen kecerdasan buatan milik Meta, dilaporkan dapat membaca pesan iMessage pengguna meski izin untuk mengakses pesan tersebut tidak diberikan. Temuan ini diungkap Jason Aten dari Inc. setelah ia menggunakan Muse pada komputer pengujian dan mendapati agen tersebut memberikan saran berdasarkan percakapan pribadinya.<\/p>\n<p>Kasus tersebut kembali menyoroti persoalan privasi yang dapat muncul dari penggunaan agen kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan mengendalikan komputer dan mengakses berbagai sumber data di dalam perangkat.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Aten menggunakan Meta Muse pada sebuah komputer pengujian, bukan Mac pribadinya. Dalam pengujian tersebut, ia mendapati Muse memberikan saran setelah membaca percakapan iMessage yang berlangsung dengan Stephen Robles, rekan pembawa acara podcast Primary Technology.<\/p>\n<p>Percakapan itu membahas iPhone baru. Tidak lama setelah percakapan berlangsung, Aten menerima pemberitahuan dari Muse yang menyarankan agar pembicaraan tersebut dijadikan bahan tulisan dan menawarkan untuk melakukan riset.<\/p>\n<p>Menurut Aten, ia tidak pernah meminta Muse melakukan tugas tersebut. Ia juga mengingat bahwa dirinya secara khusus menolak memberikan akses kepada Muse terhadap pesan, kalender, dan informasi pribadi lainnya.<\/p>\n<p>Ketika Aten kemudian menanyakan kepada Muse bagaimana agen tersebut dapat mengetahui isi percakapan, jawaban yang diberikan menjadi persoalan lain. Muse disebut mengklaim hanya mengakses teks pesan yang terlihat dalam pemberitahuan.<\/p>\n<p>Namun, pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa Muse dapat menyinkronkan pesan dari basis data lokal aplikasi Messages. Data tersebut kemudian digunakan sebagai sumber informasi bagi agen.<\/p>\n<p>Aten juga menemukan bahwa fitur tersebut telah aktif dan melakukan sinkronisasi hingga baris ke-187.462 dalam basis data Messages miliknya.<\/p>\n<p>Temuan tersebut menunjukkan perbedaan antara izin yang menurut Aten telah diberikan kepada Muse dan kemampuan akses yang ditemukan selama pengujian. Kasus ini menjadi perhatian karena agen kecerdasan buatan tidak hanya berfungsi sebagai chatbot yang menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat menjalankan tindakan dan berinteraksi dengan komputer pengguna.<\/p>\n<p>Meta Muse memang dirancang sebagai agen kecerdasan buatan yang dapat membantu menjalankan berbagai tugas. Kemampuan untuk mengendalikan komputer membuat agen seperti ini memiliki akses yang lebih luas dibandingkan layanan percakapan berbasis kecerdasan buatan biasa.<\/p>\n<p>Dalam kasus Aten, kemampuan tersebut memungkinkan Muse berinteraksi dengan data yang tersimpan secara lokal di komputer, termasuk basis data Messages yang berisi percakapan pengguna.<\/p>\n<p>Persoalan ini menjadi semakin penting karena pengguna dapat memberikan akses kepada agen kecerdasan buatan untuk menjalankan tugas tertentu tanpa selalu mengetahui secara rinci data apa saja yang dapat diakses selama proses tersebut.<\/p>\n<p>Laporan mengenai Muse juga muncul ketika agen kecerdasan buatan tersebut tengah mendapat perhatian karena kemampuannya menjalankan berbagai tugas secara langsung. Muse dibangun menggunakan OpenClaw, sebuah sistem yang memungkinkan agen kecerdasan buatan melakukan tindakan pada komputer.<\/p>\n<p>Kasus yang dialami Aten memperlihatkan salah satu risiko ketika kemampuan tersebut diterapkan pada perangkat yang menyimpan informasi pribadi. Akses terhadap pesan, kalender, dan sumber data lokal lainnya dapat memberikan agen konteks yang jauh lebih luas daripada informasi yang secara langsung diberikan pengguna.Temuan tersebut menjadi perhatian khusus dalam pengembangan<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/596102\/ai-agent-meta-muse-ketahuan-mengakses-imessage-tanpa-persetujuan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Meta Muse, agen kecerdasan buatan milik Meta, dilaporkan dapat membaca pesan iMessage pengguna meski izin untuk mengakses pesan tersebut tidak diberikan. Temuan ini diungkap Jason Aten dari Inc. setelah ia menggunakan Muse pada komputer pengujian dan mendapati agen tersebut memberikan saran berdasarkan percakapan pribadinya. Kasus tersebut kembali menyoroti persoalan privasi yang dapat muncul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109063,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109062"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109062\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}