{"id":109010,"date":"2026-09-29T06:10:40","date_gmt":"2026-09-28T23:10:40","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/29\/pabrikan-hp-china-uji-baterai-casing-baja-dengan-teknologi-sel-bertumpuk\/"},"modified":"2026-09-29T06:10:40","modified_gmt":"2026-09-28T23:10:40","slug":"pabrikan-hp-china-uji-baterai-casing-baja-dengan-teknologi-sel-bertumpuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/29\/pabrikan-hp-china-uji-baterai-casing-baja-dengan-teknologi-sel-bertumpuk\/","title":{"rendered":"Pabrikan HP China Uji Baterai Casing Baja dengan Teknologi Sel Bertumpuk"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Pabrikan smartphone besar asal China dikabarkan sedang menguji baterai dengan casing baja yang dipadukan dengan teknologi sel bertumpuk. Teknologi tersebut berpotensi memungkinkan baterai berkapasitas lebih besar ditempatkan di bodi ponsel flagship tanpa menambah banyak ruang internal.<\/p>\n<p>Informasi tersebut disampaikan pembocor asal China, Digital Chat Station. Menurutnya, salah satu produsen <em>smartphone<\/em> besar China tengah menguji kombinasi casing baja dan konstruksi sel bertumpuk untuk baterai ponsel.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Pendekatan tersebut mengembangkan penggunaan casing logam pada baterai yang sebelumnya diterapkan Apple. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mulai menggunakan selubung aluminium pada baterai iPhone 16 Pro untuk memberikan struktur yang lebih kuat pada komponen tersebut.<\/p>\n<p>Apple kemudian disebut terus menyempurnakan pendekatan tersebut. iPhone 18 Pro Max, khususnya varian yang masih menggunakan baki kartu SIM fisik, diperkirakan memiliki kapasitas baterai 5.391 mAh. Kapasitas tersebut sekitar 12 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.<\/p>\n<p>Pabrikan China disebut mengambil pendekatan berbeda dengan mengganti aluminium menggunakan baja dan menggabungkannya dengan konstruksi sel bertumpuk. Teknologi sel bertumpuk memanfaatkan ruang internal baterai secara lebih efisien dibandingkan desain gulungan yang umum digunakan.<\/p>\n<p>Selain itu, baterai silicon-carbon yang sudah digunakan pada sejumlah <em>smartphone flagship<\/em> China turut membuka peluang peningkatan kapasitas. Teknologi tersebut telah mendorong sejumlah ponsel flagship China memiliki kapasitas baterai lebih dari 7.000 mAh.<\/p>\n<p>Kombinasi baterai silicon-carbon, casing baja, dan konstruksi sel bertumpuk berpotensi membawa kapasitas baterai <em>smartphone<\/em> ke kisaran 9.000 hingga 10.000 mAh. Namun, informasi tersebut masih berupa laporan mengenai tahap pengujian dan belum menunjukkan bahwa teknologi tersebut akan langsung digunakan pada produk komersial tertentu.<\/p>\n<p>Kapasitas sebesar itu juga harus ditempatkan bersama berbagai komponen lain di dalam bodi flagship, termasuk sistem kamera dengan konfigurasi yang semakin kompleks.<\/p>\n<p>Persaingan peningkatan kapasitas baterai juga berlangsung di Samsung. Berdasarkan sejumlah bocoran, Galaxy S27 Pro diperkirakan membawa baterai sekitar 5.200 mAh, sedangkan Galaxy S27 Ultra disebut dapat mencapai sekitar 5.700 mAh.<\/p>\n<p>Jika terealisasi, kapasitas tersebut akan menjadi peningkatan untuk lini Ultra Samsung setelah beberapa tahun mempertahankan kapasitas baterai pada level yang relatif sama. Samsung juga diperkirakan menggunakan teknologi silicon-carbon yang sebelumnya telah diterapkan pada sejumlah perangkat lipatnya.<\/p>\n<p>Untuk saat ini, penggunaan material logam pada sel baterai dan tata letak komponen internal yang lebih efisien menjadi salah satu pendekatan yang sedang dikembangkan produsen smartphone untuk meningkatkan kapasitas baterai dalam ruang yang terbatas.<\/p>\n<p>Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas baterai tidak hanya bergantung pada material kimia baterai, tetapi juga konstruksi sel dan pemanfaatan ruang internal perangkat.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/596093\/pabrikan-hp-china-uji-baterai-casing-baja-dengan-teknologi-sel-bertumpuk\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pabrikan smartphone besar asal China dikabarkan sedang menguji baterai dengan casing baja yang dipadukan dengan teknologi sel bertumpuk. Teknologi tersebut berpotensi memungkinkan baterai berkapasitas lebih besar ditempatkan di bodi ponsel flagship tanpa menambah banyak ruang internal. Informasi tersebut disampaikan pembocor asal China, Digital Chat Station. Menurutnya, salah satu produsen smartphone besar China tengah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":109011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-109010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}