{"id":108888,"date":"2026-09-28T15:30:16","date_gmt":"2026-09-28T08:30:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/28\/bingung-mulai-pilah-sampah-cukup-kenali-dua-jenis-ini-dulu\/"},"modified":"2026-09-28T15:30:16","modified_gmt":"2026-09-28T08:30:16","slug":"bingung-mulai-pilah-sampah-cukup-kenali-dua-jenis-ini-dulu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/28\/bingung-mulai-pilah-sampah-cukup-kenali-dua-jenis-ini-dulu\/","title":{"rendered":"Bingung Mulai Pilah Sampah? Cukup Kenali Dua Jenis Ini Dulu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"isSelectedEnd\">JAKARTA &#8211; <a href=\"https:\/\/voi.id\/tag\/1141\/sampah\">Memilah sampah<\/a> dari rumah sering kali terdengar seperti pekerjaan yang merepotkan. Bayangan tentang banyaknya kategori sampah, hingga pertanyaan mengenai ke mana sampah tersebut harus dibawa setelah dipilah bisa membuat seseorang memilih cara paling praktis, yakni mencampurnya kembali.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Padahal, kebiasaan memilah sampah bisa dimulai dengan langkah yang jauh lebih sederhana. Penelaah Teknis Kebijakan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Aldie Nur Pratama mengatakan, masyarakat tidak perlu langsung memikirkan banyak kategori ketika baru mulai memilah sampah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kita bikin mudah dulu, misalnya memilah sampah menjadi 2, organik dan non organik,\u201d ujar Aldie pada diskusi media, rangkaian dari kampanye World Heart Month dan acara utama Heart Care Experience: Live Your Best Heart dalam Heart Festival 2026 oleh Siloam Heart Hospital di Jakarta, Sabtu, 26 September.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Prinsip sederhananya adalah mengenali terlebih dahulu apa yang ada di rumah sebelum menentukan tempat akhirnya. Barang yang sudah tidak digunakan pun tidak selalu otomatis menjadi sampah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Sebuah pakaian yang masih bagus, misalnya, mungkin masih dapat dikenakan orang lain. Kardus, botol, kain, atau benda lain juga bisa memiliki fungsi baru setelah tidak lagi dibutuhkan pemilik sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Founder Bank Sampah Induk Rumah Harum Hermansyah di kesempatan yang sama mengatakan, kemungkinan pemanfaatan kembali menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika pihaknya menerima material.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kalau masih bisa dimanfaatkan secara maksimal, kita terima.Karena itu, sebelum membuang sesuatu, ada baiknya membiasakan satu pertanyaan sederhana: barang ini benar-benar sudah tidak bisa digunakan lagi atau hanya sudah tidak saya perlukan?,&#8221; ujar Hermansyah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Jika masih berfungsi, menggunakan kembali menjadi pilihan pertama. Bila pemiliknya sudah tidak membutuhkan, barang tersebut dapat diberikan kepada orang lain atau disalurkan melalui komunitas yang menerima barang layak pakai.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Baru setelah dipastikan tidak dapat digunakan kembali, proses pemilahan dapat dilakukan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Bagi pemula, sampah rumah tangga bisa terlebih dahulu dibedakan secara sederhana antara organik dan nonorganik, mengikuti sistem pengelolaan yang tersedia di lingkungan masing-masing. Setelah kebiasaan tersebut terbentuk, pemilahan dapat dikembangkan menjadi lebih spesifik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Misalnya, botol plastik, kardus, kertas, atau material lain yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dikumpulkan secara terpisah. Material tersebut kemudian bisa ditanyakan kepada <a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/459536\/bank-sampah-langkah-nyata-menuju-lingkungan-bersih-dan-berdaya\">bank sampah<\/a> atau pengelola sampah terpilah di sekitar tempat tinggal.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Langkah ini penting karena sistem pengelolaan sampah berbeda-beda di setiap wilayah. Tidak semua tempat menerima jenis material yang sama, sehingga masyarakat sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa saja yang dapat ditampung oleh pengelola setempat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dengan begitu, aktivitas memilah di rumah tidak berhenti hanya karena sampah sudah masuk ke wadah yang berbeda.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Untuk sampah organik, misalnya, masyarakat dapat mencari informasi mengenai fasilitas pengolahan yang tersedia di wilayahnya. Pemerintah daerah juga memiliki peran agar jalur pengelolaan tersebut mudah dijangkau masyarakat.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Aldie mengatakan, upaya tersebut dilakukan dengan mendekatkan fasilitas pengolahan kepada warga.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kami menyediakan yang pertama fasilitasnya kita sediakan, kita dekatkan, kemudian kita jemput dan itu sampai kita olahkan. Kita memiliki 27 unit pengolahan sampah khusus untuk mengolah sampah organik, baik dengan menggunakan kompos, baik dengan menggunakan metode langsung,\u201d kata Aldie.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Di luar sampah rumah tangga yang umum ditemui sehari-hari, ada pula barang yang sebetulnya masih layak digunakan tetapi tidak lagi dibutuhkan oleh pemiliknya. Pakaian dan berbagai produk tekstil menjadi contoh yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Daripada langsung masuk ke tempat sampah, barang tersebut dapat diperpanjang masa gunanya dengan memberikannya kepada orang lain atau menyalurkannya melalui komunitas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Hermansyah menjelaskan dalam pengelolaan material tekstil, pihaknya juga memiliki jaringan mitra yang berada di tengah masyarakat. Barang yang masih dapat digunakan dapat disalurkan sesuai kebutuhan, antara lain melalui balai RW, Posyandu, Majelis Taklim, maupun tempat ibadah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Cara tersebut membuat konsep pengurangan sampah menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak semua solusi harus berupa proses pengolahan yang rumit, terkadang memperpanjang usia pakai sebuah barang juga sudah menjadi langkah untuk mengurangi barang yang berakhir sebagai sampah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Namun, prinsip menggunakan kembali atau memilah tidak dapat diterapkan secara sembarangan pada semua jenis barang.<\/p>\n<h3 class=\"isSelectedEnd\">Penanganan limbah medis<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Material yang berasal dari <a href=\"https:\/\/voi.id\/tag\/687\/fasilitas-kesehatan\">fasilitas kesehatan<\/a>, misalnya, memiliki aturan penanganan tersendiri. Limbah medis, limbah infeksius, obat kedaluwarsa, dan material tertentu lainnya tidak boleh diperlakukan seperti sampah rumah tangga biasa.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Hospital Director Heart Siloam Hospital dr. Karina Arifiani, MSc, menjelaskan pengelolaan limbah di rumah sakit mencakup berbagai bentuk.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kita mengelola bukan hanya limbah padat, tetapi juga limbah cair dan limbah-limbah lainnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya mengambil barang bekas dari rumah sakit dan membawanya ke bank sampah tanpa mengetahui terlebih dahulu jenis serta status material tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Khusus untuk limbah medis dan material yang berpotensi berbahaya, jalur pengelolaannya harus mengikuti prosedur yang memang diperuntukkan bagi jenis limbah tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam hal ini memilah sampah tidak harus dimulai dengan menghafal seluruh kategori yang ada. Kebiasaan tersebut dapat dibangun dari keputusan-keputusan kecil di rumah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kita dapat memulainya dengan membedakan barang yang masih bisa digunakan dan yang benar-benar harus dibuang. Setelah itu, pisahkan sampah berdasarkan kategori sederhana yang dapat diterapkan secara konsisten. Kemudian, cari tahu ke mana masing-masing jenis material tersebut harus disalurkan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dengan pola seperti itu kegiatan memilah sampah bukan lagi pekerjaan besar yang harus langsung sempurna, melainkan kebiasaan sehari-hari yang bisa berkembang secara bertahap.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/596026\/bingung-mulai-pilah-sampah-cukup-kenali-dua-jenis-ini-dulu\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Memilah sampah dari rumah sering kali terdengar seperti pekerjaan yang merepotkan. Bayangan tentang banyaknya kategori sampah, hingga pertanyaan mengenai ke mana sampah tersebut harus dibawa setelah dipilah bisa membuat seseorang memilih cara paling praktis, yakni mencampurnya kembali. Padahal, kebiasaan memilah sampah bisa dimulai dengan langkah yang jauh lebih sederhana. Penelaah Teknis Kebijakan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108889,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108888","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"1 day ago","modified":"1 day ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108888"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108888\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}