{"id":108822,"date":"2026-09-28T09:43:00","date_gmt":"2026-09-28T02:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/28\/blue-fire-papandayan-indah-dilihat-tapi-jangan-didekati-demi-foto\/"},"modified":"2026-09-28T09:43:00","modified_gmt":"2026-09-28T02:43:00","slug":"blue-fire-papandayan-indah-dilihat-tapi-jangan-didekati-demi-foto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/28\/blue-fire-papandayan-indah-dilihat-tapi-jangan-didekati-demi-foto\/","title":{"rendered":"Blue Fire Papandayan Indah Dilihat, Tapi Jangan Didekati Demi Foto"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Fenomena blue fire yang terlihat di kawasan Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Jawa Barat, pada 23-24 September 2026 tak sekadar menyajikan pemandangan unik. Nyala api biru itu juga menjadi penanda bahwa kawasan tersebut berada dalam lingkungan vulkanik yang masih memiliki aktivitas gas panas.<\/p>\n<p>Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan, fenomena blue fire bukanlah lava yang berwarna biru. Nyala tersebut berkaitan dengan gas atau material kaya sulfur yang keluar dari rekahan maupun fumarola bersuhu tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Nyala<\/em> biru terjadi ketika gas atau material kaya sulfur yg keluar dari rekahan dan fumarola pada temperatur tinggi mengalami pembakaran ketika berinteraksi dgn oksigen. Karena cahayanya relatif lemah, nyala ini biasanya lebih jelas terlihat pada malam hari,&#8221; kata Daryono kepada wartawan, Senin, 28 September.<\/p>\n<p>Fenomena serupa selama ini paling dikenal dari kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur. Kemunculannya di Papandayan kemudian menarik perhatian masyarakat karena menghasilkan nyala biru yang terlihat jelas dalam kondisi malam.<\/p>\n<p>Namun, Daryono menegaskan kemunculan blue fire tidak bisa langsung diartikan sebagai tanda gunung api akan segera meletus.<\/p>\n<p>&#8220;Fenomena ini lebih menunjukkan adanya pelepasan gas panas (degassing) dan aktivitas fumarola atau sistem hidrotermal,&#8221; ungkap mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut.<\/p>\n<p>Menurut dia, perubahan aktivitas gunung api tidak ditentukan hanya dari kemunculan <em>blue fire<\/em>. Pemantauan tetap harus melihat sejumlah parameter kegunungapian secara bersamaan.<\/p>\n<p>Persoalan yang justru perlu diperhatikan adalah kondisi lingkungan di sekitar sumber <em>blue fire<\/em>. Area fumarola dapat mengandung sejumlah gas vulkanik yang berbahaya bagi manusia.<\/p>\n<p>&#8220;Di sekitar fumarola dapat terdapat gas SO\u2082 dan H\u2082S yg beracun serta CO\u2082 yang pada konsentrasi tinggi dapat mengurangi ketersediaan oksigen,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Paparan gas tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari mata dan tenggorokan yang terasa perih hingga sesak napas, pusing, mual, bahkan kehilangan kesadaran. Kondisi juga bisa berubah cepat karena arah angin dapat membawa gas menuju lokasi pendaki.<\/p>\n<p>Daryono mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kemunculan blue fire sebagai alasan untuk mendekati kawah demi mendapatkan foto atau video.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan lubang fumarola atau rekahan yang mengeluarkan gas, jangan memasuki area yg telah dibatasi petugas, dan hindari berlama-lama di cekungan atau tempat rendah karena gas tertentu dapat terakumulasi di sana,&#8221; urainya.<\/p>\n<p>Penggunaan masker biasa juga tidak otomatis membuat seseorang aman dari paparan gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi. Karena itu, pendaki tetap perlu memperhatikan batas aman dan arahan petugas di lapangan.<\/p>\n<p>Jika mulai mencium bau belerang yang sangat menyengat atau mengalami gejala seperti mata dan tenggorokan perih, pusing hingga sesak napas, pendaki diminta segera menjauh dari sumber gas.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Lebih lanjut, Daryono menekankan, daya tarik blue fire seharusnya tidak membuat masyarakat mengabaikan risiko keselamatan di kawasan gunung api.<\/p>\n<p>&#8220;Pesan terpentingnya sederhana. Blue fire memang indah, tetapi jangab mengejarnya. Dalam mitigasi gunung api, keselamatan lebih penting daripada mendapatkan foto terbaik. Patuhi zona aman dan rekomendasi resmi PVMBG serta pengelola kawasan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595968\/blue-fire-papandayan-indah-dilihat-tapi-jangan-didekati-demi-foto\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Fenomena blue fire yang terlihat di kawasan Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Jawa Barat, pada 23-24 September 2026 tak sekadar menyajikan pemandangan unik. Nyala api biru itu juga menjadi penanda bahwa kawasan tersebut berada dalam lingkungan vulkanik yang masih memiliki aktivitas gas panas. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan, fenomena blue fire [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108823,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 days ago","modified":"2 days ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108822"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108822\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}