{"id":108779,"date":"2026-09-28T05:13:47","date_gmt":"2026-09-27T22:13:47","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/28\/el-nino-godzilla-ancam-451-000-nyawa-indonesia-diproyeksi-19-300-kematian\/"},"modified":"2026-09-28T05:13:47","modified_gmt":"2026-09-27T22:13:47","slug":"el-nino-godzilla-ancam-451-000-nyawa-indonesia-diproyeksi-19-300-kematian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/28\/el-nino-godzilla-ancam-451-000-nyawa-indonesia-diproyeksi-19-300-kematian\/","title":{"rendered":"El Nino Godzilla Ancam 451.000 Nyawa, Indonesia Diproyeksi 19.300 Kematian"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Para ilmuwan dan peneliti iklim menyampaikan peringatan serius terkait potensi dampak mematikan dari fenomena iklim El Nino berskala raksasa (supersized) yang melanda dunia. Fenomena cuaca ekstrem yang kerap dijuluki sebagai &#8220;El Nino Godzilla&#8221; ini diprediksi dapat menewaskan lebih dari 450.000 orang di seluruh dunia akibat lonjakan suhu panas dan badai besar.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisis terbaru dari Climate Impact Lab (CIL), kondisi cuaca merugikan ini berisiko memicu ratusan ribu kematian berlebih (excess deaths), dengan mayoritas korban disebabkan oleh suhu panas ekstrem seiring kenaikan suhu global sekitar 1,2\u00b0C dalam beberapa bulan mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Kami memproyeksikan sebanyak 451.000 jiwa melayang akibat paparan suhu panas pada sembilan bulan pertama (Juni\u2013Februari) periode El Nino ini jika dibandingkan dengan tahun normal,&#8221; ungkap perwakilan riset dari Climate Impact Lab (CIL) dikutip Daily Star, Minggu 27 September.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan perkiraan bahwa El Nino akan bertahan hingga musim semi 2027, kami memperkirakan angka-angka ini akan terus meningkat, terutama karena dampak suhu tinggi dan kematian akibat panas masih akan berlanjut hingga Juni dan Juli,&#8221; tambah laporan riset tersebut.<\/p>\n<p>Laporan CIL menegaskan bahwa ancaman kematian ini tidak akan tersebar secara merata di seluruh belahan dunia. Negara-negara di bagian selatan Khatulistiwa (Global South) diprediksi bakal menanggung beban dampak fatalitas paling parah.<\/p>\n<p>Wilayah Afrika Barat dan Afrika Tengah tercatat sebagai kawasan yang paling terdampak, di mana negara Nigeria diproyeksikan mencatatkan 31.400 kematian berlebih dari September hingga Februari. Lonjakan angka kematian serupa juga membayangi Sudan (17.500 kematian), Niger (10.000 kematian), dan Chad (8.000 kematian).<\/p>\n<p><strong>Dampak di Asia Tenggara dan Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Kawasan Asia Tenggara juga berada dalam zona merah ancaman gelombang panas El Nino. Lonjakan suhu ekstrem di wilayah ini diproyeksikan bakal merenggut puluhan ribu nyawa.<\/p>\n<p>Untuk wilayah Indonesia, dampak cuaca panas terik diprediksi akan menyebabkan tambahan 19.300 kematian berlebih dibanding kondisi tahun normal. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia dengan tingkat kerentanan tertinggi terhadap dampak gelombang panas El Nino, disusul oleh India yang mencatatkan potensi 15.800 kematian serta Brasil dengan 13.300 jiwa.<\/p>\n<p>Sementara itu, gabungan negara tetangga di Asia Tenggara, yakni Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboj, diperkirakan menanggung total 19.400 kematian berlebih.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Di Afrika, Nigeria menjadi negara dengan proyeksi korban jiwa tertinggi di dunia yang mencapai 31.400 kematian berlebih sepanjang periode September hingga Februari. Lonjakan angka kematian serupa juga membayangi negara-negara kawasan sekitar, seperti Sudan dengan perkiraan 17.500 kematian, Niger sebanyak 10.000 jiwa, serta Chad yang diprediksi mencatatkan 8.000 kematian.<\/p>\n<p>Para ahli mendesak pemerintah di negara-negara terdampak untuk segera memperkuat infrastruktur kesehatan masyarakat serta menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi gelombang panas yang diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2027 mendatang.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595872\/el-nino-godzilla-ancam-451-000-nyawa-indonesia-diproyeksi-19-300-kematian\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Para ilmuwan dan peneliti iklim menyampaikan peringatan serius terkait potensi dampak mematikan dari fenomena iklim El Nino berskala raksasa (supersized) yang melanda dunia. Fenomena cuaca ekstrem yang kerap dijuluki sebagai &#8220;El Nino Godzilla&#8221; ini diprediksi dapat menewaskan lebih dari 450.000 orang di seluruh dunia akibat lonjakan suhu panas dan badai besar. Berdasarkan analisis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108780,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108779"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108779\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}