{"id":108680,"date":"2026-09-27T16:09:24","date_gmt":"2026-09-27T09:09:24","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/27\/sempat-tolak-iklan-film-dokumenter-elon-musk-meta-dan-youtube-akhirnya-beri-izin\/"},"modified":"2026-09-27T16:09:24","modified_gmt":"2026-09-27T09:09:24","slug":"sempat-tolak-iklan-film-dokumenter-elon-musk-meta-dan-youtube-akhirnya-beri-izin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/27\/sempat-tolak-iklan-film-dokumenter-elon-musk-meta-dan-youtube-akhirnya-beri-izin\/","title":{"rendered":"Sempat Tolak Iklan Film Dokumenter Elon Musk, Meta dan YouTube Akhirnya Beri Izin"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Meta dan YouTube akhirnya mengizinkan iklan film dokumenter Musk garapan sutradara Alex Gibney. Keputusan itu muncul setelah kedua platform tersebut, bersama TikTok dan X, dilaporkan menolak iklan berbayar untuk mempromosikan film tentang Elon Musk.<\/p>\n<p>Menurut TechCrunch, disitat Minggu, 27 September yang mengutip The Hollywood Reporter, penolakan itu pertama kali diberitakan pada Jumat. Meta, TikTok, dan YouTube dilaporkan menganggap iklan trailer Musk mengandung konten politik.<\/p>\n<p>Namun, Meta kemudian mengubah keputusannya. Ketika dihubungi TechCrunch pada Sabtu, 26 September, juru bicara perusahaan menyatakan penolakan tersebut merupakan kesalahan.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah sebuah kesalahan dan iklan-iklan tersebut sedang dipulihkan,&#8221; kata juru bicara Meta.<\/p>\n<p>YouTube juga mengizinkan penayangan iklan tersebut setelah melakukan peninjauan.<\/p>\n<p>Perusahaan menegaskan bahwa trailer Musk sebenarnya tetap tersedia di YouTube. Pembatasan hanya berlaku ketika video tersebut diajukan sebagai iklan berbayar.<\/p>\n<p>&#8220;Trailer tersebut selalu tersedia di YouTube,&#8221; kata perusahaan itu.<\/p>\n<p>YouTube menjelaskan bahwa sistemnya sempat membatasi iklan untuk sementara waktu sebelum akhirnya dinyatakan boleh ditayangkan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Sementara itu, TikTok dan X juga dilaporkan menolak iklan dokumenter tersebut. Belum ada keterangan bahwa kedua platform itu telah mengubah keputusan mereka.<\/p>\n<p>Musk, pemilik X sekaligus tokoh utama film tersebut, sebelumnya melontarkan penghinaan terhadap Gibney melalui unggahan di platformnya.<\/p>\n<p>Penolakan iklan oleh sejumlah platform dilaporkan berkaitan dengan kebijakan masing-masing mengenai konten politik.<\/p>\n<p>Meta sebelumnya mengumumkan penghentian penerimaan iklan politik di Uni Eropa, sedangkan TikTok menyatakan tidak menerima iklan politik sama sekali.<\/p>\n<p>Namun, belum jelas mengapa trailer film dokumenter tersebut digolongkan sebagai iklan politik.<\/p>\n<p>Distributor Musk di Amerika Serikat, Bleecker Street, sebelumnya mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa pihaknya telah mengajukan banding atas penolakan iklan tersebut.<\/p>\n<p>Film dokumenter berdurasi hampir empat jam itu mengulas perjalanan Musk di industri teknologi, hubungannya dengan Presiden AS Donald Trump, serta kehidupan pribadinya.<\/p>\n<p>Gibney menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk mantan istri Musk, Justine Musk, dan Ashley St. Clair, yang memiliki anak bersama pengusaha tersebut.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Gibney menyutradarai Going Clear tentang Gereja Scientology, The Inventor mengenai Elizabeth Holmes dan Theranos, serta film dokumenter tentang Steve Jobs.<\/p>\n<p>Musk tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia pada September 2026. Film tersebut memperoleh ulasan yang sebagian besar positif dan tercatat memiliki penilaian positif 100 persen di Rotten Tomatoes ketika TechCrunch menerbitkan artikelnya.<\/p>\n<p>Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 9 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Selain menghadapi persoalan iklan, distribusi internasional Musk juga sempat dipertanyakan.<\/p>\n<p>The Hollywood Reporter melaporkan Universal Pictures mempertimbangkan kembali komitmennya karena diduga khawatir terhadap reaksi pemerintahan Trump.<\/p>\n<p>Universal kemudian menyatakan film dokumenter tersebut tetap akan dirilis di bioskop. Namun, perusahaan masih menyusun strategi penayangannya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/595892\/sempat-tolak-iklan-film-dokumenter-elon-musk-meta-dan-youtube-akhirnya-beri-izin\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Meta dan YouTube akhirnya mengizinkan iklan film dokumenter Musk garapan sutradara Alex Gibney. Keputusan itu muncul setelah kedua platform tersebut, bersama TikTok dan X, dilaporkan menolak iklan berbayar untuk mempromosikan film tentang Elon Musk. Menurut TechCrunch, disitat Minggu, 27 September yang mengutip The Hollywood Reporter, penolakan itu pertama kali diberitakan pada Jumat. Meta, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108680"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108680\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}