{"id":108668,"date":"2026-09-27T14:51:45","date_gmt":"2026-09-27T07:51:45","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/27\/byd-seagull-generasi-kedua-pakai-penggerak-belakang-kini-punya-bagasi-depan\/"},"modified":"2026-09-27T14:51:45","modified_gmt":"2026-09-27T07:51:45","slug":"byd-seagull-generasi-kedua-pakai-penggerak-belakang-kini-punya-bagasi-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/27\/byd-seagull-generasi-kedua-pakai-penggerak-belakang-kini-punya-bagasi-depan\/","title":{"rendered":"BYD Seagull Generasi Kedua Pakai Penggerak Belakang, Kini Punya Bagasi Depan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; BYD Seagull generasi kedua telah diperlihatkan di China dengan perubahan besar pada sistem penggeraknya. Mobil listrik kecil yang juga dikenal sebagai Great Seagull itu kini menggunakan penggerak roda belakang. Pemindahan motor listrik sekaligus memberikan ruang untuk bagasi tambahan di balik kap mesin.<\/p>\n<p>Menurut CarNewsChina, disitat Minggu, 27 September yang mengutip media otomotif China, Autohome, perombakan Seagull juga mencakup peningkatan tenaga motor, penggunaan suspensi belakang independen, serta pembaruan desain eksterior dan kabin.<\/p>\n<p>Seagull generasi pertama menggunakan motor listrik 55 kW yang dipasang di depan untuk menggerakkan roda depan. Pada generasi terbaru, motor dipindahkan ke poros belakang dengan tenaga meningkat menjadi 95 kW atau sekitar 127 tenaga kuda.<\/p>\n<p>Dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) mencantumkan motor berkode TZ164XYB yang diproduksi Zhengzhou BYD Auto. Kecepatan maksimum Seagull terbaru tercatat mencapai 150 km per jam.<\/p>\n<p>Pemindahan motor tersebut menyediakan ruang untuk bagasi depan atau frunk. Fitur ini masih jarang ditemukan pada mobil listrik kecil di China dengan harga di bawah 100.000 yuan atau sekitar 14.895 dolar AS.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Namun, BYD belum mengumumkan kapasitas bagasi depan Seagull terbaru.<\/p>\n<p>Perubahan lain terdapat pada suspensi belakang. BYD mengganti suspensi torsion beam dengan sistem independen multi-link yang memungkinkan roda belakang bergerak lebih bebas mengikuti kondisi jalan.<\/p>\n<p>Ban juga dibuat lebih lebar, dari sebelumnya 165 mm dan 175 mm menjadi ukuran 205\/60 R16, dipadukan dengan pelek aluminium 16 inci.<\/p>\n<p>Di dalam kabin, Seagull terbaru tetap menyediakan lima tempat duduk. Namun, sketsa yang diperlihatkan sebelumnya menunjukkan mobil ini tidak lagi menggunakan panel instrumen konvensional.<\/p>\n<p>Kabin barunya dilengkapi setir multifungsi dua palang dengan bagian bawah rata, layar sentuh tengah model mengambang, tombol fisik di bawah ventilasi AC, pengisi daya ponsel nirkabel, serta dua tempat gelas yang disusun memanjang.<\/p>\n<p>Bagian luar juga mengalami pembaruan. Gagang pintu model tersembunyi yang dapat muncul keluar diganti dengan gagang mekanis semi-tersembunyi.<\/p>\n<p>Di belakang, BYD memasang lampu terpisah, spoiler atap berukuran besar, dan diffuser yang menyatu dengan bumper untuk mengatur aliran udara di bawah mobil.<\/p>\n<p>Sejumlah prototipe yang terlihat menjalani pengujian di China juga dilengkapi sensor LiDAR di atap. Perangkat tersebut mendukung sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 atau God&#8217;s Eye B Level 2, yang tetap mengharuskan pengemudi mengawasi kendaraan.<\/p>\n<p>Sementara itu, foto Seagull ketika menjalani pemotretan promosi memunculkan dugaan bahwa varian tertingginya akan menggunakan baterai Blade generasi kedua dan teknologi Flash Charging. Namun, BYD belum mengonfirmasi daya maupun waktu pengisian baterainya.<\/p>\n<p>Perombakan ini membuat Seagull memiliki sejumlah kesamaan dengan Geely EX2, yang dijual dengan nama Xingyuan di China.<\/p>\n<p>Kedua mobil sama-sama menggunakan penggerak roda belakang, suspensi belakang independen, dan bagasi depan. Jarak sumbu rodanya juga identik, yakni 2.650 mm.<\/p>\n<p>Seagull terbaru memiliki panjang 4.205 mm, atau 70 mm lebih panjang dibandingkan Geely EX2.<\/p>\n<p>Persaingan kedua model terlihat dari data penjualan. Menurut China EV DataTracker, Seagull generasi sebelumnya mencatatkan 10.103 registrasi ritel di China pada Agustus 2026.<\/p>\n<p>Pada periode yang sama, Geely Xingyuan membukukan 39.651 registrasi ritel dan 60.955 unit pengiriman grosir.<\/p>\n<p>BYD belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal peluncuran Seagull generasi kedua di China.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595885\/byd-seagull-generasi-kedua-pakai-penggerak-belakang-kini-punya-bagasi-depan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; BYD Seagull generasi kedua telah diperlihatkan di China dengan perubahan besar pada sistem penggeraknya. Mobil listrik kecil yang juga dikenal sebagai Great Seagull itu kini menggunakan penggerak roda belakang. Pemindahan motor listrik sekaligus memberikan ruang untuk bagasi tambahan di balik kap mesin. Menurut CarNewsChina, disitat Minggu, 27 September yang mengutip media otomotif China, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108668\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}