{"id":108478,"date":"2026-09-26T15:39:13","date_gmt":"2026-09-26T08:39:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/26\/transaksi-kripto-ri-tembus-rp171-triliun-abi-ingatkan-risiko-platform-ilegal\/"},"modified":"2026-09-26T15:39:13","modified_gmt":"2026-09-26T08:39:13","slug":"transaksi-kripto-ri-tembus-rp171-triliun-abi-ingatkan-risiko-platform-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/26\/transaksi-kripto-ri-tembus-rp171-triliun-abi-ingatkan-risiko-platform-ilegal\/","title":{"rendered":"Transaksi Kripto RI Tembus Rp171 Triliun, ABI Ingatkan Risiko Platform Ilegal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Perdagangan aset kripto di Indonesia terus berkembang. Nilai transaksinya mencapai Rp171,12 triliun sepanjang Januari hingga Juli 2026, dengan jumlah akun konsumen menembus 22,93 juta. Namun, besarnya pasar ini juga membawa tantangan, terutama persaingan dengan platform luar negeri dan risiko perdagangan melalui platform ilegal.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) William Sutanto mengatakan besarnya jumlah pengguna dan nilai transaksi menunjukkan aset kripto semakin berperan dalam ekonomi digital Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Industri kripto memiliki potensi ekonomi yang besar dan saat ini masih terus berkembang,&#8221; kata William dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 26 September.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 22,93 juta per Juli 2026. Sementara itu, nilai transaksi perdagangan selama tujuh bulan pertama tahun ini mencapai Rp171,12 triliun.<\/p>\n<p>William, yang juga menjabat CEO Indodax, mengatakan karakter perdagangan kripto yang tidak mengenal batas negara memungkinkan masyarakat mengakses berbagai platform dari mana saja.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku industri dalam negeri untuk tetap kompetitif sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen.<\/p>\n<p>&#8220;Karena itu, tantangannya adalah bagaimana ekosistem lokal bisa terus berkembang secara sehat, kompetitif, dan tetap memberikan manfaat bagi pengguna maupun perekonomian Indonesia,&#8221; ujarnya dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit &amp; Expo (IFSE) 2026.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Untuk menekan penggunaan platform perdagangan aset keuangan digital ilegal, William menekankan pentingnya edukasi masyarakat. Konsumen perlu mengetahui platform yang telah memperoleh izin di Indonesia serta risiko menggunakan layanan ilegal.<\/p>\n<p>Ia juga meminta asosiasi, regulator, bursa, dan pelaku industri terus berkoordinasi untuk menciptakan persaingan yang sehat.<\/p>\n<p>Menurut William, bursa memiliki peran penting sebagai penghubung antara industri dan regulator agar pengembangan bisnis tetap berjalan tanpa mengabaikan perlindungan konsumen.<\/p>\n<p>Di sisi lain, perkembangan teknologi blockchain mulai meluas dari perdagangan kripto ke berbagai produk keuangan.<\/p>\n<p>OJK telah membuka ruang pengujian inovasi melalui mekanisme regulatory sandbox. Sejumlah model bisnis yang telah melalui proses tersebut meliputi tokenisasi emas, surat berharga negara, properti, stablecoin, layanan penyimpanan aset keuangan digital, serta dana investasi berbasis aset kripto.<\/p>\n<p>Tokenisasi memungkinkan aset nyata, seperti emas atau properti, direpresentasikan dalam bentuk token digital berbasis blockchain.<\/p>\n<p>OJK melihat teknologi tersebut berpeluang meningkatkan efisiensi, transparansi, likuiditas, serta memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa inovasi keuangan digital perlu memberikan manfaat nyata bagi sektor ekonomi riil, tidak berhenti pada tahap percobaan.<\/p>\n<p>Ia menyebut empat hal yang perlu diperkuat, yakni tata kelola dan regulasi, keamanan siber serta perlindungan konsumen, pengembangan tenaga kerja digital, dan kerja sama antarlembaga.<\/p>\n<p>William menilai perkembangan berbagai produk berbasis blockchain menunjukkan teknologi tersebut semakin terhubung dengan sistem keuangan nasional. Namun, pertumbuhannya tetap membutuhkan regulasi yang kuat, keamanan, edukasi masyarakat, dan kerja sama seluruh pelaku industri.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595771\/transaksi-kripto-ri-tembus-rp171-triliun-abi-ingatkan-risiko-platform-ilegal\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Perdagangan aset kripto di Indonesia terus berkembang. Nilai transaksinya mencapai Rp171,12 triliun sepanjang Januari hingga Juli 2026, dengan jumlah akun konsumen menembus 22,93 juta. Namun, besarnya pasar ini juga membawa tantangan, terutama persaingan dengan platform luar negeri dan risiko perdagangan melalui platform ilegal. Sekretaris Jenderal Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) William Sutanto mengatakan besarnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108479,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108478"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108478\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}