{"id":108348,"date":"2026-09-25T21:39:12","date_gmt":"2026-09-25T14:39:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/25\/indonesia-mulai-menua-ojk-ungkap-peserta-dana-pensiun-baru-3067-juta-orang\/"},"modified":"2026-09-25T21:39:12","modified_gmt":"2026-09-25T14:39:12","slug":"indonesia-mulai-menua-ojk-ungkap-peserta-dana-pensiun-baru-3067-juta-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/25\/indonesia-mulai-menua-ojk-ungkap-peserta-dana-pensiun-baru-3067-juta-orang\/","title":{"rendered":"Indonesia Mulai Menua, OJK Ungkap Peserta Dana Pensiun Baru 30,67 Juta Orang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Indonesia mulai menghadapi tantangan penduduk menua. Sebanyak 11,97 persen penduduk kini berusia lanjut, sementara jumlah peserta dana pensiun baru mencapai 30,67 juta orang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perluasan kepesertaan dipercepat agar semakin banyak masyarakat memiliki perlindungan finansial pada hari tua.<\/p>\n<p>Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan proporsi penduduk lanjut usia Indonesia telah melampaui ambang batas 10 persen untuk kategori populasi menua (aging population).<\/p>\n<p>Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 20,31 persen pada 2045. Di sisi lain, Indonesia masih menikmati bonus demografi dengan sekitar 68,94 persen penduduk berada pada usia produktif.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya, kita memiliki jendela kesempatan yang sangat penting untuk mendorong masyarakat usia produktif mulai mempersiapkan masa pensiun sejak kini sebelum tekanan demografi semakin besar,&#8221; kata Friderica dalam Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 25 September.<\/p>\n<p>Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan industri dana pensiun sebenarnya terus berkembang. Jumlah pesertanya meningkat dari 27,27 juta orang pada 2022 menjadi 30,67 juta orang per Juli 2026.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Total aset industri dana pensiun juga telah mencapai Rp1.699,99 triliun.<\/p>\n<p>Namun, pertumbuhan tersebut belum diikuti cakupan kepesertaan yang memadai. Dibandingkan jumlah angkatan kerja Indonesia yang mencapai lebih dari 150 juta orang, jumlah peserta dana pensiun masih relatif kecil.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi memang kita melihat satu sisi terus tumbuh, tapi kalau kita lihat dari persentase dengan jumlah angkatan kerja yang saat ini sudah lebih dari 150 juta, tentunya persentasenya masih sangat kecil,&#8221; ujar Kiki.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi ini menunjukkan masih besarnya peluang pengembangan industri dana pensiun. Terlebih, Indonesia masih memiliki penduduk usia produktif dalam jumlah besar yang dapat didorong untuk mulai mempersiapkan masa pensiun.<\/p>\n<p>Untuk memperluas perlindungan hari tua, OJK menekankan empat langkah penguatan industri dana pensiun.<\/p>\n<p>Pertama, mempelajari praktik pengelolaan dana pensiun dari berbagai negara dengan tetap menyesuaikannya terhadap kebutuhan dan karakteristik masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Kiki mencontohkan konsep kesejahteraan finansial yang disampaikan Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif bagi Pembangunan, Ratu M\u00e1xima dari Belanda. Salah satu perhatian dalam konsep tersebut adalah pentingnya dana pensiun bagi kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Kedua, memperkuat keselarasan antara program pensiun wajib dan sukarela. Keduanya perlu saling melengkapi dengan pembagian peran yang jelas agar perlindungan hari tua semakin luas.<\/p>\n<p>Ketiga, memperkuat kerja sama antarpihak melalui program yang memiliki target terukur dan dapat dipantau pelaksanaannya.<\/p>\n<p>Keempat, meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap dana pensiun. Edukasi tidak cukup hanya membuat masyarakat memahami pentingnya menabung untuk hari tua, tetapi juga perlu mendorong mereka menjadi peserta program pensiun.<\/p>\n<p>Dengan proporsi penduduk lanjut usia yang diproyeksikan mencapai 20,31 persen pada 2045, OJK menilai masa ketika Indonesia masih memiliki penduduk usia produktif dalam jumlah besar perlu dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan pensiun sejak sekarang.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/595722\/indonesia-mulai-menua-ojk-ungkap-peserta-dana-pensiun-baru-30-67-juta-orang\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Indonesia mulai menghadapi tantangan penduduk menua. Sebanyak 11,97 persen penduduk kini berusia lanjut, sementara jumlah peserta dana pensiun baru mencapai 30,67 juta orang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perluasan kepesertaan dipercepat agar semakin banyak masyarakat memiliki perlindungan finansial pada hari tua. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan proporsi penduduk lanjut usia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108349,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108348"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108348\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}