{"id":108306,"date":"2026-09-25T18:10:24","date_gmt":"2026-09-25T11:10:24","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/25\/prabowo-minta-korporasi-pembakar-hutan-diselidiki-singgung-perusahaan-yang-abaikan-aturan\/"},"modified":"2026-09-25T18:10:24","modified_gmt":"2026-09-25T11:10:24","slug":"prabowo-minta-korporasi-pembakar-hutan-diselidiki-singgung-perusahaan-yang-abaikan-aturan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/25\/prabowo-minta-korporasi-pembakar-hutan-diselidiki-singgung-perusahaan-yang-abaikan-aturan\/","title":{"rendered":"Prabowo Minta Korporasi Pembakar Hutan Diselidiki, Singgung Perusahaan yang Abaikan Aturan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/RTIRrJtTyLITFs0Vmpk6gVeZJArQvJkyeIQ4Gy82Iz4\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTU3MDgvMjAyNjA5MjUxODAwLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkwMzM0MDQ4LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Presiden Prabowo Subianto meminta penyelidikan terhadap perusahaan maupun individu yang sengaja membakar hutan dan lahan terus dilakukan. Ia juga menyoroti masih adanya perusahaan yang tidak mematuhi kewajiban menyediakan sarana pencegahan dan pemadaman kebakaran.<\/p>\n<p>Persoalan tersebut disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama para akademisi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.<\/p>\n<p>Presiden mengatakan pemerintah akan terus menyelidiki korporasi dan pihak-pihak yang diduga melakukan pembakaran secara sengaja.<\/p>\n<p>&#8220;Kita akan selidiki terus korporasi-korporasi, oknum-oknum yang melakukan pembakaran sengaja,&#8221; kata Prabowo.<\/p>\n<p>Menurutnya, perusahaan sebenarnya telah memiliki kewajiban yang diatur dalam ketentuan pencegahan kebakaran. Kewajiban itu mencakup penyediaan menara pengawas, embung atau tempat penampungan air, hingga tim pemadam kebakaran dari kalangan karyawan sendiri.<\/p>\n<p>Prabowo mencontohkan ketentuan mengenai penyediaan menara untuk setiap lima hektare lahan. Sementara itu, pembangunan embung juga telah diatur berdasarkan luasan tertentu.<\/p>\n<p>Namun, ia mengakui kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan tersebut belum merata.<\/p>\n<p>&#8220;Tiap 5 hektar harus ada menara. Tiap sekian hektar harus ada embung, tiap sekian, sudah ada regulasinya. Dan Anda harus punya tim pemadam kebakaran dari karyawan Anda,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Ada perusahaan yang patuh, ada perusahaan yang tidak. Ini harus kita tertibkan,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Presiden membedakan kewajiban perusahaan dengan penanganan terhadap masyarakat yang membutuhkan lahan.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat, pemerintah menyiapkan pendekatan berupa edukasi serta bantuan penyiapan lahan dan pompa air. Prabowo juga telah menugaskan TNI mengerahkan 1.000 perwira ke sejumlah kabupaten untuk memberikan edukasi tersebut.<\/p>\n<p>Di sisi lain, terhadap korporasi, Presiden menekankan pelaksanaan kewajiban pencegahan kebakaran yang sudah ditetapkan dalam regulasi.<\/p>\n<p>Prabowo juga meminta masukan dari para akademisi mengenai langkah pencegahan kebakaran yang lebih efektif, khususnya di kawasan hutan bergambut.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595708\/prabowo-minta-korporasi-pembakar-hutan-diselidiki-singgung-perusahaan-yang-abaikan-aturan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Presiden Prabowo Subianto meminta penyelidikan terhadap perusahaan maupun individu yang sengaja membakar hutan dan lahan terus dilakukan. Ia juga menyoroti masih adanya perusahaan yang tidak mematuhi kewajiban menyediakan sarana pencegahan dan pemadaman kebakaran. Persoalan tersebut disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama para akademisi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut di Istana Merdeka, Jakarta, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108307,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108306"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108306\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}