{"id":108302,"date":"2026-09-25T17:48:16","date_gmt":"2026-09-25T10:48:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/25\/apakah-minum-kopi-melancarkan-buang-air-besar-ini-penjelasannya\/"},"modified":"2026-09-25T17:48:16","modified_gmt":"2026-09-25T10:48:16","slug":"apakah-minum-kopi-melancarkan-buang-air-besar-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/25\/apakah-minum-kopi-melancarkan-buang-air-besar-ini-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Apakah Minum Kopi Melancarkan Buang Air Besar? Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA &#8211; Bagi banyak orang, secangkir kopi hangat di pagi hari bukan sekadar pendorong stamina untuk mengawali hari. Tidak sedikit yang merasakan efek langsung berupa dorongan kuat untuk segera menuju kamar mandi tak lama setelah menghabiskan tegukan pertama. Fenomena ini memicu pertanyaan umum, <a href=\"https:\/\/voi.id\/kesehatan\/593966\/minum-kopi-dan-makan-telur-rebus-di-pagi-hari-apakah-bagus-untuk-diet\">apakah kopi memang memiliki kemampuan alami untuk melancarkan buang air besar?<\/a><\/p>\n<p>Para ahli kesehatan dilansir Medical News Today, Jumat, 25 September, mengonfirmasi bahwa konsumsi kopi memang dapat memicu pergerakan usus secara signifikan melalui beberapa mekanisme biologis. Ketika cairan kopi mendarat di dalam lambung, organ tersebut merespons dengan melepaskan hormon gastrin. Hormon ini bertugas merangsang produksi asam lambung sekaligus memicu gelombang kontraksi otot pencernaan, sehingga sisa makanan di usus besar terdorong ke arah rektum dengan lebih cepat.<\/p>\n<p>Efek ini terasa jauh lebih kuat di pagi hari karena adanya mekanisme alami tubuh yang disebut refleks gastrokolik. Refleks ini merupakan sinyal otomatis dari lambung yang memerintahkan usus besar untuk mengosongkan ruang setiap kali ada asupan yang masuk. Meminum kopi saat bangun tidur secara tidak langsung melipatgandakan dorongan refleks alami tersebut, membuat rasa mules muncul lebih cepat dari biasanya.<\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/595669\/body_image_2026092513.jpg\" alt=\"apakah minum kopi melancarkan BAB buang air besar\" width=\"720\"\/><figcaption>Ilustrasi penjelasan apakah minum kopi melancarkan BAB atau buang air besar (stockking\/Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain itu, kafein di dalam kopi bertindak sebagai stimulan aktif bagi jaringan otot di sepanjang saluran pencernaan. Senyawa ini meningkatkan mobilitas usus besar secara drastis sekaligus merelaksasi otot sfingter yang bertugas menahan feses. Kombinasi peningkatan pergerakan usus dan pelepasan tekanan otot inilah yang membuat keinginan buang air besar terasa sangat mendesak setelah meminum kopi berkafein.<\/p>\n<p>Menariknya, kelancaran pencernaan ini tidak semata-mata bergantung pada kafein. Kopi kaya akan senyawa kimia kompleks seperti asam klorogenat dan minyak alami yang mampu merangsang dinding usus serta memicu produksi cairan empedu. Oleh karena itu, kopi tanpa kafein (decaf) pun tetap dapat memberikan efek melancarkan sistem pencernaan pada sebagian orang, meski responsnya tidak sekuat kopi biasa.<\/p>\n<p>Kadang kala, pemicu utama di balik efek ini juga berasal dari bahan campuran seperti susu atau krimer. Banyak individu memiliki tingkat sensitivitas tinggi atau intoleransi terhadap laktosa tanpa disadari. Jika rasa mules mendadak hanya muncul saat Anda mengonsumsi kopi yang dicampur produk olahan susu, besar kemungkinan sistem pencernaan Anda bereaksi terhadap laktosa, bukan biji kopinya.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Secara keseluruhan, <a href=\"https:\/\/voi.id\/info-sehat\/595058\/tak-hanya-kombucha-empat-minuman-probiotik-ini-bisa-jadi-pilihan\">minum kopi<\/a> memang terbukti secara ilmiah dapat membantu melancarkan buang air besar. Meskipun aman dimanfaatkan sebagai pendorong rutinitas pagi, para pakar menyarankan agar Anda tidak menggantungkan kesehatan sistem cerna sepenuhnya pada kopi. Pemenuhan asupan serat harian, konsumsi air putih yang cukup, dan olahraga teratur tetap menjadi pilar utama untuk menjaga pencernaan tetap sehat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/kesehatan\/595669\/apakah-minum-kopi-melancarkan-buang-air-besar-ini-penjelasannya\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA &#8211; Bagi banyak orang, secangkir kopi hangat di pagi hari bukan sekadar pendorong stamina untuk mengawali hari. Tidak sedikit yang merasakan efek langsung berupa dorongan kuat untuk segera menuju kamar mandi tak lama setelah menghabiskan tegukan pertama. Fenomena ini memicu pertanyaan umum, apakah kopi memang memiliki kemampuan alami untuk melancarkan buang air besar? Para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108303,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108302","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108302"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108302\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}