{"id":108176,"date":"2026-09-25T08:58:50","date_gmt":"2026-09-25T01:58:50","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/25\/kejadian-berulang-dprd-dki-desak-seluruh-gedung-perkuat-sistem-deteksi-dini-kebakaran\/"},"modified":"2026-09-25T08:58:50","modified_gmt":"2026-09-25T01:58:50","slug":"kejadian-berulang-dprd-dki-desak-seluruh-gedung-perkuat-sistem-deteksi-dini-kebakaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/25\/kejadian-berulang-dprd-dki-desak-seluruh-gedung-perkuat-sistem-deteksi-dini-kebakaran\/","title":{"rendered":"Kejadian Berulang, DPRD DKI Desak Seluruh Gedung Perkuat Sistem Deteksi Dini Kebakaran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; DPRD DKI Jakarta meminta seluruh gedung di Ibu Kota melengkapi sistem deteksi dini kebakaran. Desakan ini muncul setelah kebakaran berulang terjadi dalam waktu berdekatan, termasuk dua kali kebakaran di Gedung Bappenda DKI Jakarta dan kebakaran di kawasan Pasar Kebayoran Lama.<\/p>\n<p>Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menilai rentetan kejadian tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan sistem keselamatan kebakaran pada bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat prihatin. Peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu yang pendek,\u201d kata Suhud di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat, 25 September.<\/p>\n<p>Gedung Bappenda DKI Jakarta tercatat mengalami kebakaran pada 7 dan 21 Agustus 2026. Selang sehari setelah peristiwa kebakaran di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa, 22 Septwmber malam, persoalan keselamatan bangunan kembali menjadi perhatian DPRD DKI.<\/p>\n<p>Menurut Suhud, pencegahan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan alat pemadam api ringan (APAR). Setiap bangunan perlu memiliki sistem yang dapat mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin sehingga peringatan bisa diberikan sebelum api membesar.<\/p>\n<p>\u201cBanyak bangunan belum memperhatikan standar keselamatan,\u201d tegas dia.<\/p>\n<p>Suhud meminta Pemprov DKI, terutama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), memperketat pemeriksaan terhadap standar keselamatan bangunan. Pengawasan tersebut dinilai perlu dilakukan secara berkala, termasuk memastikan perangkat keselamatan yang tersedia benar-benar berfungsi.<\/p>\n<p>\u201cAturannya sudah ada. Tinggal memastikan pelaksanaannya,\u201d ungkap Suhud.<\/p>\n<p>Dia mengingatkan penanganan kebakaran tidak boleh baru dilakukan ketika api sudah muncul. Pemerintah dan pengelola bangunan harus memperkuat langkah pencegahan untuk menekan risiko kebakaran sejak awal.<\/p>\n<p>Selain pemeriksaan bangunan, Suhud meminta edukasi mengenai pencegahan kebakaran diperluas kepada masyarakat dan pengelola gedung. Hal ini dinilai semakin penting di tengah kondisi kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.<\/p>\n<p>\u201cPencegahan harus menjadi perhatian serius. Jangan bergerak setelah kebakaran terjadi,&#8221; ucap Suhud.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, terdapat 1.216 kejadian kebakaran di Jakarta sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.<\/p>\n<p>Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 343 kasus atau 28,21 persen. Disusul Jakarta Selatan dengan 252 kejadian, Jakarta Timur 218 kejadian, Jakarta Pusat 202 kejadian, dan Jakarta Utara 201 kejadian.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Korsleting listrik menjadi penyebab paling banyak, dengan 561 kejadian atau 46,13 persen dari total kebakaran. Penyebab lainnya yakni aktivitas warga membakar sampah sebanyak 171 kejadian, kebocoran gas 103 kejadian, serta kelalaian manusia sebanyak 82 kejadian.<\/p>\n<p>Data tersebut membuat pemeriksaan instalasi listrik, ketersediaan APAR, sistem deteksi dini, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan bangunan menjadi bagian penting dalam pencegahan kebakaran di Jakarta.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595602\/kejadian-berulang-dprd-dki-desak-seluruh-gedung-perkuat-sistem-deteksi-dini-kebakaran\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; DPRD DKI Jakarta meminta seluruh gedung di Ibu Kota melengkapi sistem deteksi dini kebakaran. Desakan ini muncul setelah kebakaran berulang terjadi dalam waktu berdekatan, termasuk dua kali kebakaran di Gedung Bappenda DKI Jakarta dan kebakaran di kawasan Pasar Kebayoran Lama. Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menilai rentetan kejadian tersebut menunjukkan masih perlunya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108177,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-108176","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108176"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108176\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}