{"id":107908,"date":"2026-09-24T01:57:53","date_gmt":"2026-09-23T18:57:53","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/24\/kenapa-masih-lapar-setelah-makan-makanan-manis-ini-penyebabnya\/"},"modified":"2026-09-24T01:57:53","modified_gmt":"2026-09-23T18:57:53","slug":"kenapa-masih-lapar-setelah-makan-makanan-manis-ini-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/24\/kenapa-masih-lapar-setelah-makan-makanan-manis-ini-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Kenapa Masih Lapar Setelah Makan Makanan Manis? Ini Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA &#8211; Makanan manis sering menjadi pilihan ketika perut mulai terasa lapar atau tubuh membutuhkan tambahan energi. Cokelat, kue, permen, hingga minuman manis memang bisa memberikan energi dengan cepat, namun rasa lapar juga muncul kembali tak lama setelah mengonsumsinya.<\/p>\n<p>Rasa lapar setelah makan makanan manis berkaitan dengan cara tubuh merespons gula. Selain itu, kandungan makanan manis umumnya kurang mampu memberikan rasa kenyang dalam waktu lama. Lebih jelasnya, berikut pembahasannya.<\/p>\n<h3>Mengapa Makanan Manis Membuat Kita Cepat Lapar?<\/h3>\n<p>Dilansir dari <em>HealthyWe Wellness<\/em>, makanan yang mengandung banyak gula dapat dicerna dengan cepat sehingga glukosa masuk ke aliran darah dalam waktu relatif singkat. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan tubuh meresponsnya dengan melepaskan insulin untuk membantu mengatur glukosa tersebut.<\/p>\n<p>Setelah insulin bekerja, kadar gula darah dapat kembali turun dan dorongan untuk makan bisa muncul lagi. Itu sebabnya, lonjakan energi setelah menyantap makanan manis biasanya tidak bertahan lama dan dapat diikuti rasa lemas atau lapar.<\/p>\n<p>Masalah lainnya, banyak makanan manis tidak mengandung cukup protein dan serat. Padahal, kedua nutrisi ini membantu memperlambat proses pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Karena itu, makanan yang minim keduanya cenderung kurang mengenyangkan.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, ketika mengonsumsi makanan tinggi gula, tubuh memang mendapatkan kalori, tetapi jenis makanan ini tidak memberikan kombinasi nutrisi yang dapat mempertahankan energi dan rasa kenyang dalam waktu lama.<\/p>\n<p>Selain berhubungan dengan gula darah, makanan manis juga dapat mengaktifkan sinyal kesenangan di otak. Efek ini dapat meningkatkan keinginan untuk kembali mengonsumsinya lagi. Akibatnya, kadang lapar sebenarnya merupakan dorongan untuk mengonsumsi makanan manis lagi.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Cara Mengurangi Rasa Lapar dan Keinginan Makan Manis<\/h3>\n<p>Rasa lapar yang cepat muncul setelah mengonsumsi makanan manis dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana. Dilansir dari laman yang sama, berikut 5 cara mengurangi rasa lapar dan keinginan makan manis:<\/p>\n<ol>\n<li>Konsumsi makanan dengan gizi seimbang<\/li>\n<\/ol>\n<p>Usahakan makanan yang dikonsumsi mengandung protein dan serat yang cukup. Kedua nutrisi tersebut membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk makan makanan manis dapat berkurang.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Minum air yang cukup<\/li>\n<\/ol>\n<p>Rasa haus terkadang dapat terasa seperti rasa lapar sehingga membuat seseorang ingin kembali makan. Memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari dapat membantu mengurangi kebiasaan ngemil yang sebenarnya tidak diperlukan.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Tidur yang cukup<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan membuat keinginan makan menjadi lebih kuat. Karena itu, waktu tidur yang cukup juga penting untuk membantu mengendalikan nafsu makan, termasuk keinginan mengonsumsi makanan manis.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Batasi minuman tinggi gula<\/li>\n<\/ol>\n<p>Minuman bersoda dan minuman tinggi gula lainnya dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat. Kondisi ini dapat membuat rasa lapar lebih cepat muncul setelah energi yang diperoleh dari gula mulai menurun.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Rutin berolahraga<\/li>\n<\/ol>\n<p>Aktivitas fisik membantu tubuh mengatur kadar gula darah sekaligus mendukung pengendalian nafsu makan. Olahraga secara teratur juga dapat membantu menjaga tingkat energi sehingga tubuh tidak mudah mencari tambahan energi cepat dari makanan manis.<\/p>\n<p>Itulah pembahasan mengenai penyabab rasa lapar setelah makan makanan manis dan cara mengurangi keinganan makan manis. Jika rasa lapar atau keinginan mengonsumsi gula terasa berlebihan dan terus-menerus, terlebih jika disertai rasa lelah, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau dokter Anda.<\/p>\n<p>Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di <a href=\"https:\/\/voi.id\/\">VOI.ID<\/a>. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/595362\/kenapa-masih-lapar-setelah-makan-makanan-manis\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA &#8211; Makanan manis sering menjadi pilihan ketika perut mulai terasa lapar atau tubuh membutuhkan tambahan energi. Cokelat, kue, permen, hingga minuman manis memang bisa memberikan energi dengan cepat, namun rasa lapar juga muncul kembali tak lama setelah mengonsumsinya. Rasa lapar setelah makan makanan manis berkaitan dengan cara tubuh merespons gula. Selain itu, kandungan makanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107909,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-107908","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107908"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107908\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107908"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107908"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}