{"id":107676,"date":"2026-09-23T05:09:25","date_gmt":"2026-09-22T22:09:25","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/23\/10-barang-rumah-tangga-yang-sulit-didaur-ulang-jangan-asal-dibuang\/"},"modified":"2026-09-23T05:09:25","modified_gmt":"2026-09-22T22:09:25","slug":"10-barang-rumah-tangga-yang-sulit-didaur-ulang-jangan-asal-dibuang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/23\/10-barang-rumah-tangga-yang-sulit-didaur-ulang-jangan-asal-dibuang\/","title":{"rendered":"10 Barang Rumah Tangga yang Sulit Didaur Ulang, Jangan Asal Dibuang!"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA &#8211; Beberapa barang rumah tangga, seperti koran, botol atau wadah plastik tertentu relatif mudah dipilah untuk kemudian didaur ulang. Namun, ada juga jenis barang di rumah yang terbuat dari material campuran atau bahan tertentu sehingga sulit diproses kembali. Akibatnya, barang-barang ini lebih sering berakhir di tempat sampah setelah tidak lagi digunakan.<\/p>\n<p>Padahal, sebagian mungkin masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, kita perlu mengetahui jenis barang yang sulit didaur ulang agar kita lebih bijak sebelum membuangnya. Tidak selalu harus mengolahnya kembali menjadi barang baru, kita mungkin bisa menggunakannya untuk keperluan lain. Dengan sedikit kreativitas, barang rumah tangga yang semula dianggap sampah bisa memiliki nilai guna.<\/p>\n<h3>Barang Rumah Tangga yang Sulit Didaur Ulang<\/h3>\n<p>Sebuah barang sulit didaur ulang biasanya karena bahan materialnya. Beberapa barang yang tergolong dalam kelompok ini masih dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain sehingga tidak perlu dibuang. Dilansir dari <em>Skip The Tip<\/em>, berikut 10 barang rumah tangga yang sulit didaur ulang beserta alternatif pemanfaatannya.<\/p>\n<ol>\n<li>CD dan DVD<\/li>\n<\/ol>\n<p>CD dan DVD lama cukup sulit didaur ulang karena terbuat dari polikarbonat dan aluminium. Jika memiliki CD atau DVD rusak yang tidak lagi digunakan, Anda dapat memecahnya menjadi potongan kecil untuk membuat hiasan mosaik. Potongan tersebut, misalnya, bisa ditempelkan pada bingkai foto, kotak penyimpanan, atau benda dekoratif lainnya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Bubble wrap<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bubble wrap biasanya langsung dibuang setelah barang yang dibungkus sampai dengan aman. Daripada menjadikannya sampah, bahan pelindung ini dapat disimpan dan digunakan kembali ketika Anda perlu mengemas barang yang mudah pecah.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Jaring kemasan buah<\/li>\n<\/ol>\n<p>Buah-buahan seperti jeruk terkadang dijual dalam kemasan berbentuk jaring. Jaring ini berbahan material yang sulit didaur ulang. Alih-alih langsung membuangnya, jaring tersebut dapat digunakan kembali sebagai kantong untuk menyimpan sayuran. Bentuknya yang memiliki banyak lubang memungkinkan sirkulasi udara sehingga sayuran bisa tahan lebih lama.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Cling film<\/li>\n<\/ol>\n<p>Plastik pembungkus makanan atau cling film tertentu dapat terbuat dari PVC sehingga sulit didaur ulang. Bahan ini juga dapat menghasilkan uap yang bisa membahayakan kesehatan. Jika kondisinya masih memungkinkan, cling film bekas dapat dimanfaatkan untuk membungkus benda selain makanan sebelum akhirnya dibuang.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Silica gel<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kantong silica gel kerap ditemukan di dalam kemasan sepatu, obat-obatan, makanan, dan berbagai produk lainnya. Biasanya, kita akan langsung membuangnya karena sulit didaur ulang. Namun sebenarnya Anda bisa memanfaatkannya untuk mengurangi kelembapan. Anda dapat meletakkan beberapa bungkus silica gel di tempat penyimpanan barang elektronik atau benda lain yang perlu dijaga agar tidak terlalu lembap.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>Kemasan obat<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kemasan obat umumnya berbahan plastik dan aluminium sehingga sulit didaur ulang. Setelah isinya habis, kemasan ini akhirnya lebih sering masuk ke tempat sampah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah membersihkannya terlebih dahulu lalu memanfaatkannya sebagai bahan untuk kerajinan tangan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<ol start=\"7\">\n<li>Piring pecah<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pecahan piring juga termasuk kelompok barang yang sulit didaur ulang. Namun, Anda bisa memanfaatkannya sebagai material dekoratif, mirip dengan penggunaan CD dan DVD bekas. Pecahannya dapat disusun menjadi pola mosaik pada benda atau permukaan tertentu. Tapi pastikan tidak tajam dan melukai.<\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li>Produk kebersihan gigi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sikat gigi, tabung pasta gigi, hingga wadah benang gigi banyak menggunakan bahan plastik sehingga sulit didaur ulang. Anda dapat mencari program pengumpulan khusus yang mengolah limbah tersebut menjadi produk baru, seperti tempat sampah, talenan, atau barang berguna lainnya.<\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li>Pisau cukur<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pisau cukur sekali pakai maupun model dengan kepala yang dapat diganti juga termasuk kelompok barang yang sulit didaur ulang. Untuk mengurangi limbah, Anda dapat memilih pisau cukur berkualitas baik yang mempunyai masa pakai lebih lama. Setelah tidak digunakan, pisau bekas sebaiknya dikumpulkan dengan aman dan diserahkan ke fasilitas daur ulang.<\/p>\n<ol start=\"10\">\n<li>Pasir kucing<\/li>\n<\/ol>\n<p>Beberapa jenis pasir kucing tersedia dalam bahan yang dapat terurai, namun penanganannya tetap harus hati-hati karena telah tercampur kotoran hewan. Jika jenis pasirnya memungkinkan untuk dijadikan kompos, batasi penggunaannya hanya pada tanaman hias atau kebun bunga dan bukan tanaman pangan. Pastikan gunakan sarung tangan dan jauh dari jangkauan anak-anak.<\/p>\n<p>Itulah 10 barang rumah tangga yang sulit didaur ulang. Dengan sedikit kreativitas, Anda bisa memanfaatkannya untuk keperluan lain atau jika tidak, Anda bisa menyerahkannya ke fasilitas yang bisa menerimanya. Kebiasaan kecil ini bisa membantu mengurangi penumpukan sampah.<\/p>\n<p>Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di <a href=\"https:\/\/voi.id\/\">VOI.ID<\/a>. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/595254\/barang-rumah-tangga-yang-sulit-didaur-ulang\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA &#8211; Beberapa barang rumah tangga, seperti koran, botol atau wadah plastik tertentu relatif mudah dipilah untuk kemudian didaur ulang. Namun, ada juga jenis barang di rumah yang terbuat dari material campuran atau bahan tertentu sehingga sulit diproses kembali. Akibatnya, barang-barang ini lebih sering berakhir di tempat sampah setelah tidak lagi digunakan. Padahal, sebagian mungkin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107677,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-107676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107676"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107676\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}