{"id":107465,"date":"2026-09-22T08:47:14","date_gmt":"2026-09-22T01:47:14","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/22\/di-depan-250-mahasiswa-al-azhar-fadli-zon-dorong-bahasa-indonesia-mendunia\/"},"modified":"2026-09-22T08:47:14","modified_gmt":"2026-09-22T01:47:14","slug":"di-depan-250-mahasiswa-al-azhar-fadli-zon-dorong-bahasa-indonesia-mendunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/22\/di-depan-250-mahasiswa-al-azhar-fadli-zon-dorong-bahasa-indonesia-mendunia\/","title":{"rendered":"Di Depan 250 Mahasiswa Al-Azhar, Fadli Zon Dorong Bahasa Indonesia Mendunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/fNWkvEgkwFH3WcSD-vk1jeEGOhpImyImL2DQ24-bi_Y\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTUxMTkvMjAyNjA5MjIwMTEzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkwMDE0NDIxLmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>KAIRO &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong bahasa Indonesia semakin dikenal dan dipelajari di dunia. Pesan itu disampaikan di hadapan sekitar 250 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Al-Azhar, Kairo, Minggu, 20 September.<\/p>\n<p>Menurut Fadli, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga pintu masuk untuk memahami sejarah, budaya, cara berpikir, dan identitas suatu bangsa.<\/p>\n<p>\u201cBahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah pintu masuk untuk memahami kebudayaan, sejarah, cara berpikir, dan identitas suatu bangsa,\u201d kata Fadli.<\/p>\n<p>Ia menilai keberadaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar penting bagi hubungan Indonesia dan Mesir. Program studi itu dibuka pada Oktober 2025.<\/p>\n<p>Fadli juga mengapresiasi mahasiswa yang memilih mempelajari bahasa Indonesia di salah satu institusi pendidikan Islam tertua di dunia.<\/p>\n<p>\u201cSaudara-saudara adalah bagian dari jembatan kebudayaan Indonesia dan Mesir. Ketika mempelajari bahasa Indonesia, sesungguhnya saudara juga sedang mempelajari Indonesia, masyarakatnya, sejarahnya, dan kebudayaannya yang sangat beragam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menilai bahasa Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk berkembang sebagai bahasa internasional karena jumlah penuturnya besar dan tersebar di berbagai komunitas di luar negeri.<\/p>\n<p>\u201cBahasa Indonesia memiliki jumlah penutur yang sangat besar. Ini adalah kekuatan yang harus kita dorong agar bahasa Indonesia semakin dikenal, dipelajari, dan digunakan di dunia internasional,\u201d kata Fadli.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan harapan agar bahasa Indonesia suatu saat dapat menjadi salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.<\/p>\n<p>Fadli meminta mahasiswa tidak berhenti pada pembelajaran tata bahasa dan sastra. Mereka juga didorong mengenal sejarah, seni, tradisi, kuliner, hingga perkembangan budaya Indonesia.<\/p>\n<p>Menurut Fadli, Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok etnis dan lebih dari 700 bahasa daerah.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia adalah negara yang sangat beragam. Kita memiliki ribuan pulau, lebih dari 1.300 kelompok etnis, lebih dari 700 bahasa daerah, serta berbagai tradisi dan ekspresi budaya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Fadli juga menyinggung panjangnya hubungan Indonesia dan Mesir. Menurut dia, ulama dan pelajar Nusantara telah datang ke Mesir jauh sebelum Indonesia merdeka untuk menuntut ilmu, lalu membawa pengetahuan itu kembali ke tanah air.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Hubungan kedua negara kemudian berkembang melalui berbagai momentum, termasuk Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok.<\/p>\n<p>Di akhir kuliah umum, Fadli meminta mahasiswa melihat diri mereka bukan hanya sebagai pembelajar bahasa, tetapi juga bagian dari hubungan kebudayaan Indonesia dan Mesir.<\/p>\n<p>\u201cPelajari Indonesia dengan sungguh-sungguh. Kenali bahasa, sastra, sejarah, dan kebudayaannya,\u201d kata Fadli.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595119\/di-depan-250-mahasiswa-al-azhar-fadli-zon-dorong-bahasa-indonesia-mendunia\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAIRO &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong bahasa Indonesia semakin dikenal dan dipelajari di dunia. Pesan itu disampaikan di hadapan sekitar 250 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Al-Azhar, Kairo, Minggu, 20 September. Menurut Fadli, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga pintu masuk untuk memahami sejarah, budaya, cara berpikir, dan identitas suatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107466,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-107465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107465\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}