{"id":107355,"date":"2026-09-21T19:11:13","date_gmt":"2026-09-21T12:11:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/21\/tiga-tentara-korsel-terluka-akibat-ledakan-di-zona-demiliterisasi\/"},"modified":"2026-09-21T19:11:13","modified_gmt":"2026-09-21T12:11:13","slug":"tiga-tentara-korsel-terluka-akibat-ledakan-di-zona-demiliterisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/21\/tiga-tentara-korsel-terluka-akibat-ledakan-di-zona-demiliterisasi\/","title":{"rendered":"Tiga Tentara Korsel Terluka Akibat Ledakan di Zona Demiliterisasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Tiga personel militer Korea Selatan (Korsel) terluka dalam sebuah ledakan saat melakukan operasi di dekat perbatasan dengan Korea Utara (Korut) yang dipenuhi ranjau, menurut pernyataan militer Seoul pada Hari Senin.<\/p>\n<p>Insiden tersebut terjadi di sebelah selatan Garis Demarkasi Militer (MDL) di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ), salah satu wilayah perbatasan yang paling dijaga ketat dan dipenuhi ranjau di dunia.<\/p>\n<p>Dua personel yang terluka dievakuasi menggunakan helikopter, sementara satu orang lainnya rencananya akan dibawa melalui jalur darat sebelum kemudian diterbangkan, menurut keterangan Kepala Staf Gabungan (JCS) militer Korsel militer Korsel.<\/p>\n<p>Ketiga personel tersebut &#8220;terluka akibat ledakan yang penyebabnya belum diketahui saat sedang melakukan operasi di lokasi sebelah selatan MDL,&#8221; ungkap JCS dalam sebuah pernyataan, melansir <em>Al Arabiya<\/em> dari <em>AFP<\/em> (21\/9).<\/p>\n<p>Belum diketahui secara pasti apakah ledakan tersebut disebabkan oleh ranjau Korea Utara, ranjau Korea Selatan, atau perangkat peledak lainnya.<\/p>\n<p>Pun demikian pihak militer tidak segera memberikan rincian mengenai tingkat keparahan luka yang mereka alami.<\/p>\n<p>Insiden yang melibatkan ranjau darat sebelumnya pernah meningkatkan ketegangan antara kedua Korea.<\/p>\n<p>Pada tahun 2015, dua tentara Korea Selatan terluka parah ketika sebuah ranjau darat meledak di sisi selatan DMZ, yang mengakibatkan salah satu dari mereka kehilangan kedua kakinya.<\/p>\n<p>Seoul menyimpulkan pasukan Korea Utara telah melintasi Garis Demarkasi Militer (MDL) untuk memasang ranjau tersebut, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Pyongyang.<\/p>\n<p>Insiden ini mendorong Korea Selatan untuk kembali melakukan siaran pengeras suara yang ditujukan terhadap Korea Utara di sepanjang perbatasan.<\/p>\n<p>Peristiwa terbaru ini terjadi di tengah seruan berulang kali dari Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung untuk mengadakan dialog tanpa syarat dengan Korea Utara, upaya pendekatan yang hingga kini belum ditanggapi oleh Pyongyang.<\/p>\n<p>DMZ adalah zona penyangga sepanjang 248 kilometer (154 mil) dengan lebar sekitar empat kilometer (2,5 mil) yang memisahkan Semenanjung Korea sejak gencatan senjata tahun 1953 yang mengakhiri Perang Korea.<\/p>\n<p>Meskipun zona itu sendiri secara resmi didemiliterisasi, batas wilayah utara dan selatannya merupakan salah satu perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia dan masih dipenuhi ranjau darat.<\/p>\n<p>Menurut data militer yang dikutip kantor berita Yonhap, diperkirakan terdapat sekitar 800.000 ranjau yang tertanam di wilayah tersebut.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Banyak di antaranya berasal dari masa Perang Korea, meskipun pemasangan ranjau baru juga terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2024, setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menetapkan Korea Selatan sebagai &#8220;musuh utama&#8221; negaranya, militer Pyongyang telah memasang ranjau dan membangun penghalang anti-tank di sepanjang perbatasan sebagai bagian dari upaya untuk menutup perbatasan tersebut secara permanen.<\/p>\n<p>Militer Korea Selatan sebelumnya menyatakan bahwa beberapa tentara Korea Utara tewas atau terluka akibat ledakan ranjau yang tidak disengaja selama pengerjaan proyek-proyek tersebut.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595078\/tiga-tentara-korsel-terluka-akibat-ledakan-di-zona-demiliterisasi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Tiga personel militer Korea Selatan (Korsel) terluka dalam sebuah ledakan saat melakukan operasi di dekat perbatasan dengan Korea Utara (Korut) yang dipenuhi ranjau, menurut pernyataan militer Seoul pada Hari Senin. Insiden tersebut terjadi di sebelah selatan Garis Demarkasi Militer (MDL) di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ), salah satu wilayah perbatasan yang paling dijaga ketat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-107355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107355"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107355\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}