{"id":107301,"date":"2026-09-21T13:50:18","date_gmt":"2026-09-21T06:50:18","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/21\/direktur-geopolitik-great-institute-teguh-santosa-sebut-dukungan-indonesia-ke-palestina-makin-kuat-di-era-prabowo\/"},"modified":"2026-09-21T13:50:18","modified_gmt":"2026-09-21T06:50:18","slug":"direktur-geopolitik-great-institute-teguh-santosa-sebut-dukungan-indonesia-ke-palestina-makin-kuat-di-era-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/21\/direktur-geopolitik-great-institute-teguh-santosa-sebut-dukungan-indonesia-ke-palestina-makin-kuat-di-era-prabowo\/","title":{"rendered":"Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa Sebut Dukungan Indonesia ke Palestina Makin Kuat di Era Prabowo"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa menilai dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina semakin kuat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Teguh, sikap itu kembali terlihat ketika Prabowo menggemakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira apa yang kemarin sama-sama kita saksikan di Gontor itu kembali menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina ini sudah berubah dari kuat menjadi semakin kuat,\u201d kata Teguh dalam diskusi RRI Pro3, Minggu malam, 20 September.<\/p>\n<p>Teguh mengatakan dukungan Indonesia terhadap Palestina sudah berlangsung lama. Ia mencontohkan awal 1990-an ketika pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO, Yasser Arafat, menghadapi kesulitan keuangan dan sejumlah kantor diplomatik Palestina terancam ditutup.<\/p>\n<p>Menurut Teguh, Presiden Soeharto saat itu meminta Kedutaan Besar Palestina di Jakarta tetap beroperasi. Dukungan kemudian diberikan agar kegiatan diplomatik Palestina di Indonesia bisa terus berjalan.<\/p>\n<p>Komitmen itu, kata Teguh yang juga dosen hubungan luar negeri UIN Jakarta ini, kini juga terlihat di bidang pendidikan. Lebih dari 100 anak muda Palestina disebut sedang menuntut ilmu di Indonesia, sebagian besar di Universitas Pertahanan dan sisanya di sejumlah perguruan tinggi.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Teguh juga menyoroti perubahan sikap Inggris dan Prancis yang mulai menerima solusi dua negara. Ia menilai diplomasi Indonesia ikut berperan dalam perubahan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPerubahan sikap dua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Prancis dan Inggris, itu tidak terlepas dari kemampuan diplomat-diplomat kita melobi mereka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam penyelesaian konflik Gaza, Teguh menilai Indonesia tetap menggunakan jalur multilateral melalui hukum internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung Board of Peace. Teguh menyebut forum tersebut sebagai produk Dewan Keamanan PBB, bukan inisiatif sepihak Donald Trump.<\/p>\n<p>\u201cBoard of Peace ini adalah produk Dewan Keamanan PBB, jadi bukan produk Donald Trump,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Teguh, mekanisme dalam forum tersebut mencakup sejumlah usulan, termasuk penarikan tentara Israel dari Gaza serta pembentukan pemerintahan transisi yang bersifat teknokratik dan nonpolitik.<\/p>\n<p>Teguh yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum Jaringan Media Siber (JMSI) ini mengatakan keterlibatan Indonesia dalam diplomasi internasional tidak hanya terkait sejarah dukungan terhadap Palestina dan amanat konstitusi. Keaktifan itu juga dinilai penting untuk memulihkan pengaruh diplomatik Indonesia dan memperkuat posisi tawar di tingkat global.<\/p>\n<p>Ia menilai Indonesia selama ini dikenal sebagai honest broker atau perantara yang dipercaya dalam proses perdamaian. Namun, menurut Teguh, peran itu tidak cukup berhenti pada upaya mendamaikan pihak yang berkonflik.<\/p>\n<p>Teguh mengatakan diplomasi juga perlu memberi manfaat bagi kepentingan nasional. Indonesia, menurut dia, perlu memanfaatkan kepercayaan internasional untuk membuka pasar bagi produk nasional, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan produktivitas industri dalam negeri.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/595021\/direktur-geopolitik-great-institute-teguh-santosa-sebut-dukungan-indonesia-ke-palestina-makin-kuat-di-era-prabowo\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa menilai dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina semakin kuat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Teguh, sikap itu kembali terlihat ketika Prabowo menggemakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. \u201cSaya kira apa yang kemarin sama-sama kita saksikan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107302,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-107301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107301"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107301\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}