{"id":107227,"date":"2026-09-21T05:12:12","date_gmt":"2026-09-20T22:12:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/21\/iphone-duo-terinspirasi-buku-catatan-dan-filosofi-steve-jobs\/"},"modified":"2026-09-21T05:12:12","modified_gmt":"2026-09-20T22:12:12","slug":"iphone-duo-terinspirasi-buku-catatan-dan-filosofi-steve-jobs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/21\/iphone-duo-terinspirasi-buku-catatan-dan-filosofi-steve-jobs\/","title":{"rendered":"iPhone Duo Terinspirasi Buku Catatan dan Filosofi Steve Jobs"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA -Apple mengungkap inspirasi di balik desain iPhone Duo, dengan buku catatan kertas menjadi salah satu acuan dalam mengembangkan perangkat lipat tersebut. CEO Apple, John Ternus, menyebut iPhone Duo sebagai contoh pertemuan antara teknologi dan seni liberal yang pernah dibicarakan Steve Jobs.<\/p>\n<p>Ternus, bersama eksekutif perangkat keras Molly Anderson dan eksekutif perangkat lunak Steve Lemay, membahas proses pengembangan iPhone Duo dalam wawancara dengan majalah GQ. Mereka mengatakan perangkat tersebut dikembangkan dari awal dengan mempertimbangkan bagaimana ponsel lipat harus terasa ketika dibawa dan digunakan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>\u201cSteve [Jobs] berbicara tentang pertemuan antara teknologi dan seni liberal, dan saya pikir iPhone Duo adalah contoh sempurna dari hal tersebut,\u201d kata Ternus.<\/p>\n<p>Menurut Anderson, wakil presiden desain industri Apple, proses tersebut antara lain dimulai dari karakteristik buku catatan kertas. Apple mempertimbangkan bagaimana buku catatan terasa ketika dimasukkan ke dalam saku maupun ketika dibawa.<\/p>\n<p>\u201cSemua orang tahu bagaimana rasanya membawa buku catatan di saku dan bagaimana rasanya membawanya,\u201d kata Anderson. \u201cJadi itu adalah bagian besar dari inspirasinya: bagaimana Anda mendapatkan sesuatu yang memberi Anda ruang tetapi juga terasa ringkas?\u201d<\/p>\n<p>GQ menyebut proporsi iPhone Duo didasarkan pada sistem ukuran kertas seri A yang digunakan secara internasional. A4 merupakan ukuran yang paling mendekati kertas Letter yang umum digunakan di Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Jika menggunakan acuan seri tersebut, proporsi iPhone Duo disebut paling dekat dengan ukuran A5, yang merupakan setengah dari ukuran A4. Namun, proporsinya tidak sepenuhnya sama dengan ukuran A5.<\/p>\n<p>Apple dan sejumlah orang yang telah mencoba iPhone Duo juga menggambarkan perangkat tersebut memiliki ukuran seperti paspor ketika dalam kondisi tertutup. Namun, perangkat ini dirancang untuk dibuka sehingga Apple memberikan perhatian khusus pada pengalaman ketika layar dibentangkan.<\/p>\n<p>Anderson mengatakan Apple sangat memperhatikan bagaimana perangkat terasa saat dibuka. Ia menjelaskan bahwa mekanisme engsel menggunakan profil torsi variabel khusus sehingga perangkat mudah dibuka dan dapat mempertahankan posisi terbuka hingga terbentang rata.<\/p>\n<p>Menurut Anderson, rancangan perangkat keras iPhone Duo sebagian berangkat dari upaya meniru kepraktisan buku catatan kertas sekaligus menciptakan bentuk perangkat baru.<\/p>\n<p>Sementara itu, Lemay, wakil presiden desain antarmuka manusia Apple, mengatakan pengembangan perangkat lunak iPhone Duo memanfaatkan pengalaman dari berbagai produk Apple sebelumnya, termasuk iPad, Macintosh, dan iPhone.<\/p>\n<p>\u201cAnda akan melihat banyak pembelajaran dari iPad di sini, pembelajaran bahkan dari Macintosh, dan pembelajaran dari ponsel yang sudah ada,\u201d kata Lemay. \u201cIni seperti kumpulan bagian terbaik dari produk-produk tersebut.\u201d<\/p>\n<p>Lemay mengatakan Apple tidak ingin pengguna merasa sedang beralih ke sistem operasi yang berbeda ketika iPhone Duo dibuka. Antarmuka dirancang agar pengguna tetap dapat melanjutkan aktivitas tanpa harus mencari kembali tombol atau kontrol yang sebelumnya sedang dilihat.<\/p>\n<p>Prapesan iPhone Duo dijadwalkan dimulai pada 16 Oktober 2026. Sementara itu, iPhone 18 Pro telah tersedia secara daring dan di toko Apple.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/594947\/iphone-duo-terinspirasi-buku-catatan-dan-filosofi-steve-jobs\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA -Apple mengungkap inspirasi di balik desain iPhone Duo, dengan buku catatan kertas menjadi salah satu acuan dalam mengembangkan perangkat lipat tersebut. CEO Apple, John Ternus, menyebut iPhone Duo sebagai contoh pertemuan antara teknologi dan seni liberal yang pernah dibicarakan Steve Jobs. Ternus, bersama eksekutif perangkat keras Molly Anderson dan eksekutif perangkat lunak Steve Lemay, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":107228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-107227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107227"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107227\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}