{"id":106929,"date":"2026-09-19T14:07:13","date_gmt":"2026-09-19T07:07:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/19\/kpk-ungkap-8-titik-rawan-korupsi-sektor-pertanahan-sebelum-ott-atr-bpn\/"},"modified":"2026-09-19T14:07:13","modified_gmt":"2026-09-19T07:07:13","slug":"kpk-ungkap-8-titik-rawan-korupsi-sektor-pertanahan-sebelum-ott-atr-bpn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/19\/kpk-ungkap-8-titik-rawan-korupsi-sektor-pertanahan-sebelum-ott-atr-bpn\/","title":{"rendered":"KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi Sektor Pertanahan Sebelum OTT ATR\/BPN"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2013 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menemukan delapan titik rawan korupsi di sektor pertanahan sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN).<\/p>\n<p>Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemetaan titik rawan korupsi tersebut dilakukan melalui kajian Direktorat Pencegahan dan Monitoring, jauh sebelum OTT terkait dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR\/BPN pada September 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Jauh sebelum terjadinya peristiwa tertangkap tangan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR\/BPN, KPK sudah mewanti-wanti delapan titik rawan korupsi di sektor pertanahan lewat kajian Direktorat Pencegahan dan Monitoring,&#8221; kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><strong>8 Titik Rawan Korupsi Pertanahan<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Budi, delapan titik rawan korupsi yang ditemukan KPK berkaitan dengan proses pelayanan pertanahan hingga penerbitan hak guna usaha (HGU).<\/p>\n<p>Titik rawan tersebut meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li>Akses masyarakat terhadap layanan pertanahan yang masih rendah.<\/li>\n<li>Ketidaktepatan waktu penyelesaian layanan.<\/li>\n<li>Adanya tambahan biaya di luar biaya resmi layanan pertanahan.<\/li>\n<li>Berkas layanan yang telah selesai tetapi belum diserahkan kepada pemohon.<\/li>\n<li>Pengawasan terhadap penerbitan sertifikat yang masih perlu diperkuat.<\/li>\n<li>Penyimpangan terhadap standar operasional prosedur (SOP) penerbitan HGU.<\/li>\n<li>Belum adanya pemetaan sertifikat HGU.<\/li>\n<li>Minimnya pengawasan terhadap penerbitan HGU.<\/li>\n<\/ol>\n<p>KPK, kata Budi, menemukan persoalan ketidaktepatan waktu penyelesaian layanan pertanahan yang cukup tinggi pada sejumlah Kantor Pertanahan (Kantah) di wilayah Jabodetabek.<\/p>\n<p>Tingkat ketidaktepatan waktu layanan di kawasan tersebut mencapai 73,49 persen. Tiga Kantah dengan tingkat ketidaktepatan waktu tertinggi yakni Kantah Kota Depok sebesar 91,14 persen, Kantah Kabupaten Bekasi 87,5 persen, dan Kantah Kabupaten Bogor 86,9 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Ketidaktepatan tersebut paling banyak terjadi pada layanan peralihan hak jual beli, perubahan hak atas tanah, dan roya,&#8221; ujar Budi.<\/p>\n<p><strong>Biaya Layanan Bisa Lebih dari 200 Persen<\/strong><\/p>\n<p>Selain persoalan ketepatan waktu, KPK menemukan adanya tambahan biaya dalam layanan pertanahan yang nilainya mencapai lebih dari 200 persen dibandingkan biaya resmi.<\/p>\n<p>Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian KPK dalam upaya mencegah terjadinya praktik pungutan liar dan korupsi di sektor pertanahan.<\/p>\n<p>Karena itu, KPK telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada Kementerian ATR\/BPN untuk memperbaiki titik-titik rawan tersebut.<\/p>\n<p>Rekomendasi itu antara lain memperkuat indikator kinerja Kantah berbasis penggunaan layanan langsung dan ketepatan service level agreement (SLA), memastikan informasi biaya layanan disampaikan secara transparan, serta menyediakan whistleblowing system untuk pengaduan pungutan liar.<\/p>\n<p>KPK juga merekomendasikan pembangunan sistem notifikasi perkembangan berkas, penguatan pengawasan, perbaikan SOP penerbitan HGU, serta percepatan pelaksanaan kebijakan satu peta.<\/p>\n<p><strong>KPK Beri Penguatan Integritas ke ATR\/BPN<\/strong><\/p>\n<p>Selain memberikan rekomendasi, KPK juga menghadirkan Program Penguatan Integritas dan Antikorupsi yang dilaksanakan pada 11\u201314 Agustus 2026.<\/p>\n<p>Program tersebut ditujukan untuk memperkuat integritas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian ATR\/BPN, khususnya pada area pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta tata kelola pertanahan.<\/p>\n<p>Langkah pencegahan tersebut dilakukan sebelum KPK akhirnya melakukan OTT di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026.<\/p>\n<p>OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR\/BPN.<\/p>\n<p>Mereka yakni Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR\/BPN Lampri; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung; Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi; serta Rizal Pahlevi yang disebut sebagai pihak swasta atau perantara Summarecon.<\/p>\n<p>Tersangka lainnya yakni mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta dua pihak swasta bernama Erwin dan Muhammad Fakhry.<\/p>\n<p>Keempatnya disebut diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR\/BPN Nusron Wahid.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/594814\/kpk-ungkap-8-titik-rawan-korupsi-sektor-pertanahan-sebelum-ott-atr-bpn\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menemukan delapan titik rawan korupsi di sektor pertanahan sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemetaan titik rawan korupsi tersebut dilakukan melalui kajian Direktorat Pencegahan dan Monitoring, jauh sebelum OTT terkait dugaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106930,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106929"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106929\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}