{"id":106778,"date":"2026-09-18T19:24:13","date_gmt":"2026-09-18T12:24:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/krayan-terisolasi-pengamat-transportasi-minta-jalan-perbatasan-segera-dituntaskan\/"},"modified":"2026-09-18T19:24:13","modified_gmt":"2026-09-18T12:24:13","slug":"krayan-terisolasi-pengamat-transportasi-minta-jalan-perbatasan-segera-dituntaskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/krayan-terisolasi-pengamat-transportasi-minta-jalan-perbatasan-segera-dituntaskan\/","title":{"rendered":"Krayan Terisolasi, Pengamat Transportasi Minta Jalan Perbatasan Segera Dituntaskan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Pengamat transportasi sekaligus akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai persoalan konektivitas di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sudah berdampak jauh melampaui urusan transportasi. Akses jalan yang buruk ikut memukul logistik, layanan kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi warga perbatasan.<\/p>\n<p>Djoko yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia atau MTI mengatakan lima kecamatan di Krayan belum terhubung jaringan jalan yang memadai. Sebagian besar Jalan Lingkar Krayan masih berupa tanah dan berubah menjadi lumpur saat musim hujan.<\/p>\n<p>\u201cPada musim kemarau, perjalanan antar-kecamatan dapat ditempuh dalam hitungan jam. Namun saat musim hujan, akses darat bisa lumpuh total atau membutuhkan waktu berhari-hari,\u201d kata Djoko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 18 September.<\/p>\n<p>Menurut Djoko, kondisi itu membuat warga sangat bergantung pada transportasi udara perintis. Krayan memiliki lima bandara perintis, yakni Yuvai Semaring di Long Bawan, Long Layu, Binuang, Banten atau Long Midang, dan Long Umung.<\/p>\n<p>Djoko menilai keberadaan bandara tersebut penting, tetapi belum cukup. Penerbangan perintis tetap dibutuhkan agar tarif terjangkau, sementara konektivitas darat harus segera dibenahi.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan ruas Long Bawan menuju Long Layu yang kerap terputus akibat longsor saat hujan deras. Jalan lingkar provinsi sepanjang sekitar 80 kilometer yang menghubungkan Krayan Barat, Krayan Selatan, dan Krayan Tengah juga disebut sering lumpuh saat musim hujan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dampaknya langsung terasa pada biaya hidup. Djoko menyebut harga bahan bakar minyak di Krayan dapat mencapai Rp30 ribu per liter, semen Rp490 ribu per zak, dan gula Rp29 ribu per kilogram.<\/p>\n<p>Kondisi jalan juga membuat hasil pertanian warga sulit keluar dari kawasan. Di sisi lain, warga justru lebih mudah membeli kebutuhan dari Malaysia.<\/p>\n<p>\u201cJarak Krayan ke Bakelalan, Malaysia, cuma sekitar 7 kilometer dan jalannya beraspal. Sementara ke Malinau hampir 200 kilometer dengan jalan tanah yang menjadi lumpur saat musim hujan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Djoko, ketergantungan terhadap jalur udara dan akses Malaysia menciptakan persoalan berlapis. Distribusi pangan dan BBM rawan terganggu ketika cuaca buruk, evakuasi pasien menjadi sulit, dan biaya pendidikan meningkat karena perjalanan ke Malinau, Tarakan, maupun daerah lain bergantung pada pesawat.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti pembangunan Jalan Paralel Perbatasan di Kalimantan Utara. Berdasarkan data Kementerian PUPR 2024 yang dikutipnya, panjang jalan paralel perbatasan di provinsi itu mencapai 614,55 kilometer, dari total jaringan jalan perbatasan 992,35 kilometer termasuk jalan akses perbatasan.<\/p>\n<p>Djoko mengatakan persoalan konektivitas juga menghambat pembangunan PLBN Terpadu Long Midang di Krayan Barat. Pengiriman material dinilai sulit dan mahal karena jalur darat dari Malinau belum tersambung dengan baik.<\/p>\n<p>Karena itu, ia meminta penuntasan konektivitas Malinau-Krayan dan peningkatan kualitas jalan dari tanah menjadi aspal atau beton dipercepat.<\/p>\n<p>\u201cProgram Inpres Jalan Daerah harus difokuskan untuk menuntaskan jaringan jalan yang belum terhubung di Krayan, baik jalan paralel perbatasan maupun jalan daerah,\u201d kata Djoko.<\/p>\n<p>Ia menilai tanpa konektivitas darat yang layak, warga perbatasan akan terus menghadapi biaya logistik tinggi dan ketergantungan pada negara tetangga.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/594746\/krayan-terisolasi-pengamat-transportasi-minta-jalan-perbatasan-segera-dituntaskan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pengamat transportasi sekaligus akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai persoalan konektivitas di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sudah berdampak jauh melampaui urusan transportasi. Akses jalan yang buruk ikut memukul logistik, layanan kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi warga perbatasan. Djoko yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia atau MTI mengatakan lima [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106779,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106778"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106778\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}