{"id":106714,"date":"2026-09-18T13:42:13","date_gmt":"2026-09-18T06:42:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/dprd-dki-minta-pembangunan-jalan-sejajar-rel-pasar-minggu-tak-lagi-molor\/"},"modified":"2026-09-18T13:42:13","modified_gmt":"2026-09-18T06:42:13","slug":"dprd-dki-minta-pembangunan-jalan-sejajar-rel-pasar-minggu-tak-lagi-molor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/dprd-dki-minta-pembangunan-jalan-sejajar-rel-pasar-minggu-tak-lagi-molor\/","title":{"rendered":"DPRD DKI Minta Pembangunan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Tak Lagi Molor\u00a0"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/7hcxB90xpsQ7PX8JvMdG8Wk3t1qtvYAkvKu3Soym1TM\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTQ2OTMvMjAyNjA5MTgxMzM2LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg5NzEzMzgyLmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">JAKARTA &#8211; DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI Jakarta memastikan pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tidak kembali tertunda. Proyek sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada 2027.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengatakan proyek yang sudah lama direncanakan itu harus memiliki kepastian penyelesaian. Berbagai kendala teknis maupun administratif diminta segera dipetakan agar tidak kembali menghambat pembangunan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut Khoirudin, peninjauan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan proyek tersebut mendapat perhatian. Namun, ia meminta perhatian itu diterjemahkan menjadi percepatan di tingkat pelaksanaan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Yang penting sekarang proyek ini harus selesai. Sekarang tinggal bagaimana Pemprov bergerak cepat,&#8221; kata Khoirudin, Jumat, 18 September.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Khoirudin juga meminta Pemprov DKI memperjelas persoalan yang masih mengganjal proyek tersebut, termasuk solusi yang harus ditempuh agar target penyelesaian pada 2027 tidak bergeser lagi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Harus jelas apa kendalanya dan bagaimana solusinya,&#8221; tegas Khoirudin.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Di sisi lain, percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Pengaturan arus kendaraan, keselamatan pengguna jalan, akses warga menuju permukiman, hingga aktivitas ekonomi masyarakat harus diperhitungkan selama pengerjaan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Lebih lanjut, Khoirudin menekankan Pemprov DKI untuk terbuka mengenai perkembangan pembangunan. Informasi mengenai progres, target penyelesaian, maupun kendala proyek dinilai perlu disampaikan kepada masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi A DPRD DKI Jakarta akan memantau pelaksanaan proyek tersebut. &#8220;Kita dukung, tetapi tetap kita awasi,&#8221; pungkas Khoirudin.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Diketahhui, pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kembali dilanjutkan Pemprov DKI Jakarta. Proyek sepanjang 1,7 kilometer yang digagas sejak era Gubernur Fauzi Bowo itu ditargetkan mulai dibangun secara fisik dan rampung pada 2027.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek langsung lokasi pembangunan di Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia mengatakan proyek tersebut sudah direncanakan sejak lama, tetapi pembebasan lahan yang dilakukan bertahap belum juga tuntas.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan,&#8221; kata Pramono, Senin, 14 September.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kajian pembangunan jalan ini telah dilakukan sejak 2013\u20132014. Namun, proses pengadaan tanah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Saat ini, Pemprov DKI mengklaim pembebasan lahan telah mencapai sekitar 70 persen. Pramono meminta sisa lahan dapat diselesaikan pada 2026 agar pembangunan fisik tidak kembali tertunda.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Bapak Kakanwil, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 dan Peta Bidang BPN Nomor 2167\/2025, pembangunan jalan membutuhkan 118 bidang tanah dengan luas sekitar 13.890 meter persegi. Sebanyak 65 bidang telah dibebaskan, sementara delapan bidang lainnya masuk proses alih status aset.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dengan begitu, lahan yang tersedia mencapai 9.744 meter persegi atau sekitar 70 persen dari total kebutuhan proyek.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Masih ada 45 bidang milik warga yang harus diselesaikan. Sebanyak 26 bidang berada dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, sedangkan 18 bidang masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga.<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/594693\/dprd-dki-minta-pembangunan-jalan-sejajar-rel-pasar-minggu-tak-lagi-molor\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI Jakarta memastikan pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tidak kembali tertunda. Proyek sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada 2027. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengatakan proyek yang sudah lama direncanakan itu harus memiliki kepastian penyelesaian. Berbagai kendala teknis maupun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106715,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106714"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106714\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}