{"id":106709,"date":"2026-09-18T13:09:23","date_gmt":"2026-09-18T06:09:23","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/raja-charles-ingatkan-bos-ai-soal-bahaya-eksistensial-minta-kendali-sebelum-terlambat\/"},"modified":"2026-09-18T13:09:23","modified_gmt":"2026-09-18T06:09:23","slug":"raja-charles-ingatkan-bos-ai-soal-bahaya-eksistensial-minta-kendali-sebelum-terlambat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/raja-charles-ingatkan-bos-ai-soal-bahaya-eksistensial-minta-kendali-sebelum-terlambat\/","title":{"rendered":"Raja Charles Ingatkan Bos AI soal Bahaya Eksistensial, Minta Kendali Sebelum Terlambat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Raja Charles III dari Inggris memperingatkan para pemimpin industri kecerdasan buatan atau AI mengenai bahaya eksistensial jika teknologi itu jatuh ke tangan yang salah. Istilah tersebut merujuk pada risiko yang dapat mengancam keselamatan dan keberlangsungan manusia.<\/p>\n<p>Menurut Anadolu Agency, dikutip Jumat, 18 September, peringatan itu disampaikan saat Charles menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin industri AI di kantor pusat King\u2019s Foundation di Skotlandia, Kamis. Salah satu yang hadir adalah CEO Nvidia Jensen Huang.<\/p>\n<p>Charles mengatakan perdebatan mengenai AI semakin serius karena para pembuat teknologi itu kini juga memperingatkan bahwa AI berisiko mengembangkan kemampuan yang dapat membawa dampak lebih berbahaya.<\/p>\n<p>\u201cDalam hal ini, jika saya boleh mengatakan, tampaknya ada urgensi untuk mempertimbangkan secara memadai bahaya eksistensial jika teknologi seperti ini jatuh ke tangan yang salah dan digunakan dengan cara yang berpotensi menimbulkan bencana,\u201d kata Charles.<\/p>\n<p>Ia menilai pengendalian perlu disiapkan sebelum perkembangan teknologi melaju terlalu jauh.<\/p>\n<p>\u201cSudah pasti kita membutuhkan sarana pengendalian yang memadai sebelum semuanya terlambat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Charles juga menyoroti dua persoalan utama. Pertama, bagaimana memanfaatkan AI dengan keselamatan sebagai dasar pengembangannya. Kedua, bagaimana membangun kerja sama internasional agar tidak ada negara yang tertinggal dan kemajuan AI tidak justru mengorbankan manusia.<\/p>\n<p>Menurut Charles, perkembangan AI dari sisi kemampuan maupun kecepatannya sama-sama menarik sekaligus mengkhawatirkan.<\/p>\n<p>\u201cKemanusiaan kita harus tetap sakral,\u201d kata Charles.<\/p>\n<p>Ia juga mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian bahwa manusia tidak akan kehilangan kendali atas masa depan maupun nilai-nilai kemanusiaannya.<\/p>\n<p>Peringatan itu muncul ketika semakin banyak pihak menyerukan agar pengembangan AI dilakukan lebih hati-hati. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pelaku industri dan peneliti AI juga menyampaikan kekhawatiran mengenai risiko teknologi tersebut.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas utama. Menurut Huang, perusahaan sebaiknya menahan peluncuran produk dan terus memperbaikinya jika produk tersebut belum cukup aman.<\/p>\n<p>BBC melaporkan Huang juga menekankan pentingnya model terbuka, yakni sistem yang memberi pengguna akses langsung ke perangkat lunak. Menurut Huang, pendekatan tersebut dapat membantu memastikan masyarakat dan negara tidak tertinggal.<\/p>\n<p>\u201cMari memimpin dengan optimisme yang bertanggung jawab, membangun AI secara aman dan terlindungi, membukanya kepada lebih banyak orang, memperluas ambisi kita, dan menyelesaikan persoalan yang penting bagi dunia,\u201d kata Huang, seperti dikutip BBC.<\/p>\n<p>Sementara itu, Demis Hassabis, salah satu pendiri DeepMind yang kemudian diakuisisi Google, mengambil sikap lebih hati-hati terhadap laju perkembangan AI.<\/p>\n<p>Ia memperkirakan sistem yang mampu menyamai atau melampaui manusia dalam berbagai tugas kemungkinan tinggal beberapa tahun lagi. Menurut Hassabis, dampaknya bisa mencapai \u201csepuluh kali lipat Revolusi Industri.\u201d<\/p>\n<p>Hassabis mengatakan kemungkinan terjadi sesuatu yang salah \u201cjelas bukan nol\u201d. Namun, ia mendorong pendekatan jalan tengah agar manusia tetap memiliki ruang dan waktu untuk mengurangi risiko secara bersama-sama.<\/p>\n<p>\u201cMasa depan belum ditentukan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/594654\/raja-charles-ingatkan-bos-ai-soal-bahaya-eksistensial-minta-kendali-sebelum-terlambat\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Raja Charles III dari Inggris memperingatkan para pemimpin industri kecerdasan buatan atau AI mengenai bahaya eksistensial jika teknologi itu jatuh ke tangan yang salah. Istilah tersebut merujuk pada risiko yang dapat mengancam keselamatan dan keberlangsungan manusia. Menurut Anadolu Agency, dikutip Jumat, 18 September, peringatan itu disampaikan saat Charles menjadi tuan rumah pertemuan para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106710,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106709"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106709\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}