{"id":106705,"date":"2026-09-18T12:47:15","date_gmt":"2026-09-18T05:47:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/pengadilan-jerman-putuskan-meta-bertanggung-jawab-atas-iklan-penipuan-di-facebook-dan-instagram\/"},"modified":"2026-09-18T12:47:15","modified_gmt":"2026-09-18T05:47:15","slug":"pengadilan-jerman-putuskan-meta-bertanggung-jawab-atas-iklan-penipuan-di-facebook-dan-instagram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/pengadilan-jerman-putuskan-meta-bertanggung-jawab-atas-iklan-penipuan-di-facebook-dan-instagram\/","title":{"rendered":"Pengadilan Jerman Putuskan Meta Bertanggung Jawab atas Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Pengadilan di Jerman memutuskan Meta dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum atas iklan penipuan yang dipasang pihak ketiga di Facebook dan Instagram. Putusan itu juga mewajibkan Meta menghapus iklan palsu, membayar kompensasi, serta mengungkap pendapatan yang diperoleh dari iklan tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Anadolu Agency, dikutip Jumat, 18 September, Pengadilan Regional Frankfurt pada Kamis menyatakan Meta harus menghentikan penerbitan dan penyebaran iklan palsu yang secara tidak sah memakai logo sebuah portal informasi keuangan serta nama dan foto pendirinya.<\/p>\n<p>Gugatan diajukan oleh perusahaan pengelola portal daring yang menyediakan kalkulator perbandingan, ulasan produk, dan panduan konsumen mengenai produk keuangan. Pendiri sekaligus direktur pelaksana perusahaan itu juga menjadi penggugat.<\/p>\n<p>Portal tersebut memiliki lebih dari 600.000 pengikut di Instagram dan sekitar 29.000 pengikut di Facebook.<\/p>\n<p>Menurut pengadilan, pengguna yang tidak diketahui identitasnya memakai logo terdaftar perusahaan dan foto pendirinya untuk mempromosikan penawaran yang diklaim sebagai investasi keuangan. Pengguna kemudian diarahkan ke tautan eksternal yang diduga terkait skema penipuan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Sejumlah pengguna yang terdampak kemudian menghubungi pihak penggugat. Perusahaan melaporkan hampir 260 pelanggaran kepada Meta hanya pada Agustus 2024.<\/p>\n<p>Namun, iklan yang sama atau sangat mirip tetap muncul. Meta bahkan membutuhkan waktu hingga 62 hari untuk menghapus sebagian konten tersebut.<\/p>\n<p>Pengadilan menilai iklan tersebut secara serius melanggar hak perusahaan atas identitas dan reputasinya, serta hak pribadi sang pendiri.<\/p>\n<p>Meta sebelumnya beralasan tidak dapat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan Digital Services Act, aturan Uni Eropa yang mengatur kewajiban dan tanggung jawab platform digital, karena perusahaan tidak mengetahui lebih dulu adanya konten penipuan tersebut. Pengadilan menolak argumen itu.<\/p>\n<p>Hakim merujuk pada putusan terbaru Pengadilan Uni Eropa yang menyebut perlindungan tanggung jawab tidak berlaku dengan cara yang sama ketika penyedia layanan memiliki kendali atas konten yang ditampilkan.<\/p>\n<p>Menurut pengadilan, Meta menentukan urutan dan waktu tayang iklan melalui sistem lelang otomatis yang memilih iklan mana yang ditampilkan kepada pengguna. Meta juga mengatur distribusi konten di lini masa melalui algoritma.<\/p>\n<p>Karena itu, Meta dinilai tidak sekadar menjadi tempat iklan ditayangkan. Berbeda dengan platform yang hanya menampilkan konten berdasarkan urutan waktu, Meta memiliki kendali atas iklan yang muncul di hadapan pengguna.<\/p>\n<p>Pengadilan memerintahkan Meta membayar kompensasi kepada penggugat atas kerugian di masa depan akibat penyebaran iklan penipuan yang sama atau serupa. Meta juga diwajibkan memberikan informasi mengenai iklan tersebut dan mengungkap pendapatan yang diperoleh dari penayangannya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/594656\/pengadilan-jerman-putuskan-meta-bertanggung-jawab-atas-iklan-penipuan-di-facebook-dan-instagram\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pengadilan di Jerman memutuskan Meta dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum atas iklan penipuan yang dipasang pihak ketiga di Facebook dan Instagram. Putusan itu juga mewajibkan Meta menghapus iklan palsu, membayar kompensasi, serta mengungkap pendapatan yang diperoleh dari iklan tersebut. Menurut Anadolu Agency, dikutip Jumat, 18 September, Pengadilan Regional Frankfurt pada Kamis menyatakan Meta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106706,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106705"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106705\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}