{"id":106694,"date":"2026-09-18T10:35:20","date_gmt":"2026-09-18T03:35:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/ferrari-296-gt-modificata-mobil-balap-yang-tak-bisa-dipakai-balapan\/"},"modified":"2026-09-18T10:35:20","modified_gmt":"2026-09-18T03:35:20","slug":"ferrari-296-gt-modificata-mobil-balap-yang-tak-bisa-dipakai-balapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/ferrari-296-gt-modificata-mobil-balap-yang-tak-bisa-dipakai-balapan\/","title":{"rendered":"Ferrari 296 GT Modificata, Mobil Balap yang Tak Bisa Dipakai Balapan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Ferrari memperkenalkan 296 GT Modificata, mobil yang dirancang khusus untuk digunakan di sirkuit tetapi tidak memenuhi syarat untuk mengikuti balapan resmi. Berbasis Ferrari 296 GT3 Evo, mobil tersebut mendapatkan tenaga lebih besar, perangkat aerodinamika yang diperbarui, serta kursi penumpang untuk penggunaan saat hari sirkuit.<\/p>\n<p>Ferrari 296 GT Modificata merupakan pengembangan lanjutan dari 488 GT Modificata. Jika 296 GT3 Evo dikembangkan untuk memenuhi regulasi balap GT3, Ferrari mengembangkan versi Modificata dengan mengesampingkan batasan regulasi tersebut.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Mobil ini tidak legal digunakan di jalan raya dan tidak ditujukan untuk kompetisi balap yang diselenggarakan secara resmi. Ferrari memposisikannya sebagai mobil khusus sirkuit yang dapat digunakan pemiliknya di berbagai lintasan.<\/p>\n<p>Perbedaan utama terdapat pada mesin. Mesin V6 3,0 liter dengan konfigurasi sudut lebar pada 296 GT Modificata menghasilkan tenaga hingga 720 daya kuda, meningkat dari 592 daya kuda pada 296 GT3 Evo. Torsinya juga naik dari 524 lb-ft menjadi 590 lb-ft.<\/p>\n<p>Peningkatan tersebut disertai sejumlah perubahan pada mesin, termasuk poros engkol, poros bubungan, turbocharger, intercooler, saluran udara, dan pipa knalpot. Turbocharger masih menggunakan rumah yang sama dengan 296 GT3 Evo, tetapi bagian internalnya diperbarui.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/594643\/body_image_2026091807-2.jpg\" alt=\"\" width=\"500\"\/><\/p>\n<p>Sistem bahan bakar bertekanan lebih tinggi juga mendapatkan pompa bertekanan rendah. Sementara itu, transmisi berurutan enam percepatan memperoleh rasio gigi yang direvisi dan kopling berbahan serat karbon.<\/p>\n<p>Peningkatan tenaga mesin membuat kapasitas pendinginan juga perlu ditambah. Ferrari mendesain ulang kap mesin dan bemper depan untuk memperbaiki aliran udara menuju radiator, mesin, intercooler, serta rem cakram baja.<\/p>\n<p>Elemen aerodinamika pada bodi, termasuk splitter depan dan sayap belakang, juga diubah. Perubahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan gaya tekan ke bawah sekaligus menjaga keseimbangan mobil dengan tenaga yang lebih besar.<\/p>\n<p>Salah satu perubahan yang membedakan 296 GT Modificata dari 296 GT3 Evo adalah penambahan kursi penumpang. Perubahan tersebut membutuhkan modifikasi pada struktur roll cage.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/594643\/body_image_2026091807.jpg\" alt=\"\" width=\"500\"\/><\/p>\n<p>Kursi kedua dapat digunakan oleh pendamping maupun instruktur. Ferrari juga memasang sistem interkom bawaan yang memungkinkan pengemudi dan penumpang berkomunikasi selama mobil digunakan di sirkuit.<\/p>\n<p>Perangkat pengumpulan data yang pada 296 GT3 Evo tersedia sebagai pilihan juga menjadi perlengkapan standar pada 296 GT Modificata. Sistem tersebut mencakup perangkat akuisisi data dengan tabung pitot untuk mengukur kecepatan udara, sensor posisi peredam, serta sensor temperatur rem.<\/p>\n<p>Mobil ini juga dilengkapi sistem perekaman video dengan beberapa kamera serta sensor temperatur dan tekanan ban. Ferrari menawarkan sistem radar belakang sebagai pilihan untuk memperingatkan pengemudi mengenai mobil yang mendekat dengan cepat dari belakang.<\/p>\n<p>Ferrari mengklaim 296 GT Modificata yang dikemudikan dengan tepat mampu mencatat waktu putaran di sirkuit Fiorano sepanjang 1,8 mil sekitar tiga detik lebih cepat dibandingkan 296 GT3 Evo.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/594643\/body_image_2026091807-1.jpg\" alt=\"\" width=\"500\"\/><\/p>\n<p>Meski tidak dapat digunakan dalam balapan resmi, Ferrari telah menyiapkan program khusus bagi pemilik 296 GT Modificata. Setiap pembelian mencakup akses selama dua tahun atau 12 putaran ke program Club Competizioni GT.<\/p>\n<p>Program tersebut memungkinkan pemilik model Ferrari tertentu mengendarai mobil mereka di sejumlah sirkuit ternama. Paket tersebut mencakup transportasi, akomodasi dan layanan bagi peserta, dukungan teknis, dukungan ban, serta instruktur.<\/p>\n<p>Pemilik juga dapat menggunakan 296 GT Modificata di sirkuit lain yang mengizinkannya. Namun, mobil tersebut tetap tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kompetisi balap resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/594643\/body_image_2026091807-3.jpg\" alt=\"\" width=\"500\"\/><\/p>\n<p>Ferrari belum mengumumkan harga 296 GT Modificata. Sebagai pembanding, harga untuk mendapatkan 296 GT3 Evo disebut berada di sekitar 800.000 dolar AS atau sekitar Rp14,18 miliar berdasarkan kurs yang ditetapkan.<\/p>\n<p>Harga 296 GT Modificata diperkirakan berada jauh di atas angka tersebut, tetapi Ferrari belum memberikan angka resmi. Biaya keanggotaan Club Competizioni GT yang menjadi bagian dari kepemilikan mobil tersebut juga tidak disebutkan dalam materi yang tersedia.<\/p>\n<p>Dengan konfigurasi mesin yang lebih bertenaga, perangkat aerodinamika yang diperbarui, perlengkapan pengumpulan data, serta kursi penumpang, Ferrari 296 GT Modificata dirancang sebagai mobil khusus sirkuit bagi pemilik yang ingin menggunakan mobil performa tinggi di lintasan tanpa mengikuti kompetisi resmi.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/mobil\/594643\/ferrari-296-gt-modificata-mobil-balap-yang-tak-bisa-dipakai-balapan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Ferrari memperkenalkan 296 GT Modificata, mobil yang dirancang khusus untuk digunakan di sirkuit tetapi tidak memenuhi syarat untuk mengikuti balapan resmi. Berbasis Ferrari 296 GT3 Evo, mobil tersebut mendapatkan tenaga lebih besar, perangkat aerodinamika yang diperbarui, serta kursi penumpang untuk penggunaan saat hari sirkuit. Ferrari 296 GT Modificata merupakan pengembangan lanjutan dari 488 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106695,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106694","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106694"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106694\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106695"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}