{"id":106655,"date":"2026-09-18T07:06:25","date_gmt":"2026-09-18T00:06:25","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/malware-kremlin-bisa-pasang-ekstensi-chrome-dan-edge-tanpa-izin-pengguna\/"},"modified":"2026-09-18T07:06:25","modified_gmt":"2026-09-18T00:06:25","slug":"malware-kremlin-bisa-pasang-ekstensi-chrome-dan-edge-tanpa-izin-pengguna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/malware-kremlin-bisa-pasang-ekstensi-chrome-dan-edge-tanpa-izin-pengguna\/","title":{"rendered":"Malware KREMLIN Bisa Pasang Ekstensi Chrome dan Edge Tanpa Izin Pengguna"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2014 Malware bernama KREMLIN dilaporkan mampu melewati mekanisme keamanan peramban berbasis Chromium untuk memasang ekstensi berbahaya pada Google Chrome dan Microsoft Edge tanpa persetujuan pengguna. Malware yang aktif sejak pertengahan 2025 tersebut dapat mencuri cookie, kata sandi, data perambanan, hingga merekam aktivitas pengguna.<\/p>\n<p>Peneliti dari Elastic Security Labs menemukan bahwa ekstensi berbahaya yang digunakan KREMLIN mampu melewati mekanisme integritas Chromium. Setelah berhasil, ekstensi dapat dimuat oleh peramban seolah-olah telah disetujui pengguna.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Rangkaian infeksi biasanya dimulai ketika korban membuka berkas JavaScript yang menyamar sebagai tanda terima bank, faktur, catatan pembayaran, atau dokumen bisnis.<\/p>\n<p>Setelah melewati pemeriksaan untuk mendeteksi lingkungan kotak pasir, berkas tersebut memunculkan pesan kesalahan palsu sekaligus mengunduh Node.js. Malware kemudian membangun mekanisme bertahan di sistem melalui tugas terjadwal.<\/p>\n<p>KREMLIN juga mengambil lokasi muatan tambahan melalui kontrak pintar Ethereum.<\/p>\n<p>Menurut laporan tersebut, KREMLIN berkaitan dengan operator asal Brasil yang telah menjalankan setidaknya tujuh kampanye sejak Mei 2025. Dalam kampanye-kampanye tersebut, malware dilaporkan menyamar sebagai 12 bank.<\/p>\n<p>Kemampuan memasang ekstensi secara paksa menjadi salah satu karakteristik utama KREMLIN. Malware menunggu hingga peramban ditutup atau menghentikan proses peramban ketika mendeteksi kondisi tidak aktif.<\/p>\n<p>Setelah itu, malware menyalin ekstensi ke direktori profil aplikasi. Malware kemudian mengaktifkan mode pengembang dan memasukkan ekstensi tersebut ke dalam Secure Preferences Chromium.<\/p>\n<p>Untuk menyembunyikan aktivitasnya, malware memanfaatkan kunci enkripsi yang digunakan peramban untuk melindungi data sensitif. KREMLIN kemudian membuat ulang mekanisme pemeriksaan integritas yang digunakan Chrome untuk mendeteksi perubahan pada pengaturan peramban.<\/p>\n<p>Setelah terpasang, ekstensi tersebut menyamar sebagai AVSync dan dapat melakukan berbagai aktivitas berbahaya.<\/p>\n<p>Ekstensi itu mampu mencuri cookie, penyimpanan lokal, dan penyimpanan sesi. Malware juga dapat merekam setiap teks yang diketik pengguna pada formulir, termasuk kata sandi.<\/p>\n<p>Selain mencuri data, ekstensi dapat mengambil tangkapan layar dan sumber halaman. Malware juga dapat mengidentifikasi tab yang sedang terbuka serta mengumpulkan riwayat perambanan pengguna.<\/p>\n<p>KREMLIN juga mampu mencegat isi dan header permintaan HTTP. Kemampuan lainnya adalah menyisipkan kode HTML yang dikendalikan penyerang ke dalam situs web yang dikunjungi korban.<\/p>\n<p>Malware tersebut bahkan dapat mengalihkan klik pengguna menuju tujuan yang dipilih penyerang. Komunikasi perintah juga dapat dilakukan melalui koneksi WebSocket.<\/p>\n<p>Elastic Security Labs menyatakan peneliti berhasil mengganggu kampanye KREMLIN yang sedang berlangsung. Mereka melakukannya dengan mendaftarkan sebuah domain yang digunakan malware sebagai penanda untuk mendeteksi lingkungan kotak pasir.<\/p>\n<p>Temuan tersebut menunjukkan bahwa KREMLIN tidak hanya mengandalkan metode distribusi malware konvensional, tetapi juga memanfaatkan mekanisme internal peramban untuk mempertahankan ekstensi berbahaya setelah berhasil menginfeksi perangkat.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/594598\/malware-kremlin-bisa-pasang-ekstensi-chrome-dan-edge-tanpa-izin-pengguna\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Malware bernama KREMLIN dilaporkan mampu melewati mekanisme keamanan peramban berbasis Chromium untuk memasang ekstensi berbahaya pada Google Chrome dan Microsoft Edge tanpa persetujuan pengguna. Malware yang aktif sejak pertengahan 2025 tersebut dapat mencuri cookie, kata sandi, data perambanan, hingga merekam aktivitas pengguna. Peneliti dari Elastic Security Labs menemukan bahwa ekstensi berbahaya yang digunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106656,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106655"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106655\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}