{"id":106625,"date":"2026-09-18T02:09:13","date_gmt":"2026-09-17T19:09:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/apple-pertimbangkan-server-ai-xserve-usung-dua-hingga-empat-chip-m8-ultra\/"},"modified":"2026-09-18T02:09:13","modified_gmt":"2026-09-17T19:09:13","slug":"apple-pertimbangkan-server-ai-xserve-usung-dua-hingga-empat-chip-m8-ultra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/18\/apple-pertimbangkan-server-ai-xserve-usung-dua-hingga-empat-chip-m8-ultra\/","title":{"rendered":"Apple Pertimbangkan Server AI Xserve, Usung Dua hingga Empat Chip M8 Ultra"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2014 Apple dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk kembali memasuki pasar server melalui pengembangan produk Xserve generasi baru. Server yang dirancang untuk dipasang dalam rak ini disebut akan menggunakan chip M8 Ultra dan teknologi konektivitas NVLink Fusion dari Nvidia, dengan peluncuran paling cepat pada 2029.<\/p>\n<p>Menurut laporan <em>The Information<\/em>, Apple sedang mengkaji pengembangan server untuk distribusi yang lebih luas. Produk tersebut akan berbeda dari server yang saat ini dibuat Apple untuk kebutuhan internalnya di Houston.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Rencana pengembangan itu disebut mencakup dua konfigurasi utama. Model pertama akan menggunakan dua chip M8 Ultra, sedangkan konfigurasi lainnya akan mengandalkan empat chip yang hingga kini belum diluncurkan.<\/p>\n<p>Apple juga dikabarkan sedang mempertimbangkan penggunaan NVLink Fusion, teknologi konektivitas berbandwidth tinggi dan berlatensi rendah yang memungkinkan chip serta akselerator kecerdasan buatan terhubung langsung dengan infrastruktur pusat data Nvidia.<\/p>\n<p>Teknologi tersebut sebelumnya hanya tersedia untuk perangkat keras Nvidia. Namun, perusahaan itu belakangan membuka kesempatan bagi perusahaan lain untuk memperoleh lisensi dan menggunakannya.<\/p>\n<p>Laporan tersebut menyebut perangkat keras baru Apple itu tidak akan memasuki pasar sebelum 2029. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai pihak yang nantinya dapat membeli server tersebut, yang diperkirakan memiliki harga sangat tinggi.<\/p>\n<p><em>The Information<\/em> melaporkan pada Rabu pagi bahwa Apple berencana menawarkan produk itu kepada pengembang kecerdasan buatan, perusahaan, dan pemerintah. Dua kelompok terakhir juga menjadi sasaran utama perangkat Xserve generasi awal.<\/p>\n<p>John Ternus, CEO baru Apple, disebut mendukung proyek tersebut sejak pertama kali muncul di lingkungan perusahaan sekitar setahun lalu.Dukungan Ternus dinilai penting karena proyek itu membutuhkan pengadaan komponen mahal dalam jumlah besar, jauh sebelum produk mulai dipasarkan.<\/p>\n<p>Apple selama ini membatasi akses pihak luar terhadap perangkat keras Private Cloud Compute yang diproduksinya sendiri. Perusahaan tersebut juga pernah menjalin kemitraan dengan Google dan Amazon untuk memperoleh kapasitas komputasi awan.<\/p>\n<p>Rencana pengembangan server baru ini berpotensi menandai perubahan pendekatan Apple dalam menyediakan infrastruktur komputasi bagi pelanggan eksternal.<\/p>\n<p>Hubungan Apple dan Nvidia sendiri memiliki sejarah panjang yang diwarnai ketegangan. <em>AppleInsider<\/em> menggambarkan hubungan kedua perusahaan sebagai hubungan yang selama bertahun-tahun mengalami konflik, termasuk terkait masalah perangkat keras dan dukungan perangkat lunak.<\/p>\n<p>Perselisihan tersebut bermula pada 2001, ketika Steve Jobs masih memimpin Apple. Konflik itu mencakup persoalan kualitas sambungan solder, kinerja perangkat, serta tuduhan pencurian rahasia dagang yang pernah dilontarkan Jobs.<\/p>\n<p>Dukungan Apple terhadap perangkat keras Nvidia juga disebut melemah selama lebih dari satu dekade.<\/p>\n<p>Apple sebelumnya menyediakan pengandar untuk kartu grafis Nvidia pada perangkat berbasis Intel. Namun, dukungan tersebut praktis berhenti setelah Mac Pro 5,1 tidak lagi dipasarkan, sebelum Apple memopulerkan penggunaan perangkat grafis eksternal atau eGPU pada 2016.<\/p>\n<p>Pada 2019, dukungan pengandar kartu grafis Nvidia di macOS dihentikan sepenuhnya.Meski demikian, sejumlah perkembangan terbaru mengindikasikan adanya kemungkinan kerja sama bisnis di antara kedua perusahaan.<\/p>\n<p>\u201cKami akan selalu lebih memilih menjual sesuatu daripada tidak menjual apa pun,\u201d kata Dion Harris, direktur senior Nvidia untuk komputasi berkinerja tinggi dan infrastruktur kecerdasan buatan, dalam sebuah wawancara.<\/p>\n<p>Harris dilaporkan menolak berkomentar mengenai apakah Apple merupakan pelanggan NVLink Fusion. Namun, ia mengatakan, \u201cApple selalu menjadi pelanggan dan mitra yang hebat bagi kami.\u201d<\/p>\n<p>Hubungan sebagai pelanggan dan mitra tersebut mungkin merupakan perkembangan yang relatif baru.<\/p>\n<p>Pada Maret 2026, Apple dikabarkan telah membeli perangkat keras Nvidia senilai US$1 miliar atau sekitar Rp17,72 triliun untuk keperluan penelitian.<\/p>\n<p>Pembelian itu disebut mencakup 250 server Nvidia NVL72. Setiap server diperkirakan berharga antara US$3,7 juta hingga US$4 juta, setara sekitar Rp65,58 miliar hingga Rp70,89 miliar.<\/p>\n<p>Jika rencana Xserve baru terealisasi, Apple akan kembali menawarkan server rak kepada pelanggan di luar kebutuhan internal perusahaan. Perangkat tersebut akan membawa pendekatan berbasis chip Apple, dengan kemungkinan integrasi teknologi konektivitas Nvidia.<\/p>\n<p>Xserve generasi awal merupakan lini server rak Apple yang diperkenalkan pada 2003. Perangkat tersebut juga pernah digunakan dalam klaster komputasi Virginia Tech yang dikenal sebagai \u201cBig Mac\u201d pada musim panas 2004.<\/p>\n<p>Perangkat Xserve G5 yang berusia sekitar 20 tahun masih menjadi bahan rekondisi oleh sejumlah penggemar teknologi. Unit-unit bekasnya juga sesekali muncul dalam lelang barang surplus universitas.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/594588\/apple-pertimbangkan-server-ai-xserve-usung-dua-hingga-empat-chip-m8-ultra\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Apple dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk kembali memasuki pasar server melalui pengembangan produk Xserve generasi baru. Server yang dirancang untuk dipasang dalam rak ini disebut akan menggunakan chip M8 Ultra dan teknologi konektivitas NVLink Fusion dari Nvidia, dengan peluncuran paling cepat pada 2029. Menurut laporan The Information, Apple sedang mengkaji pengembangan server untuk distribusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106626,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106625"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106625\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}