{"id":106511,"date":"2026-09-17T16:02:24","date_gmt":"2026-09-17T09:02:24","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/17\/tiga-jembatan-pascabanjir-bandang-rampung-konektivitas-banda-aceh-medan-segera-normal\/"},"modified":"2026-09-17T16:02:24","modified_gmt":"2026-09-17T09:02:24","slug":"tiga-jembatan-pascabanjir-bandang-rampung-konektivitas-banda-aceh-medan-segera-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/17\/tiga-jembatan-pascabanjir-bandang-rampung-konektivitas-banda-aceh-medan-segera-normal\/","title":{"rendered":"Tiga Jembatan Pascabanjir Bandang Rampung, Konektivitas Banda Aceh\u2013Medan Segera Normal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/v0NDQweU5c4Xiun3k2jwrwsk79JKhkTFViySgrhflLI\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTQ1MzAvMjAyNjA5MTcxNTU5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg5NjM1NjE2LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan konektivitas di Aceh pascabanjir bandang.<\/p>\n<p>Dari tiga jembatan terdampak bencana di Koridor Lintas Timur Aceh yang menghubungkan Banda Aceh\u2013Medan, dua jembatan telah rampung dan kembali fungsional, sementara satu lainnya tinggal menyisakan 0,86 persen pekerjaan.<\/p>\n<p>Dua jembatan yang telah fungsional yakni Jembatan Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya dan Jembatan Ulee Langa di Kabupaten Aceh Utara.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh per 14 September 2026, Jembatan Krueng Meureudu sepanjang 61,8 meter telah rampung pada ruas Batas Kota Sigli\u2013Kota Bireuen. Sementara, Jembatan Ulee Langa sepanjang 16,6 meter telah kembali berfungsi pada ruas Batas Kota Lhokseumawe\/Aceh Utara\u2013Peureulak.<\/p>\n<p>Adapun Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen dengan panjang 149 meter kini memasuki tahap akhir konstruksi. Progres pekerjaannya telah mencapai 99,14 persen dan ditargetkan kembali fungsional pada 20 September 2026.<\/p>\n<p>Pekerjaan yang masih tersisa pada jembatan tersebut meliputi pemasangan andesit untuk pedestrian, pengaspalan serta marka jalan.<\/p>\n<p>Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan jembatan di wilayah terdampak bencana menjadi bagian penting untuk menjaga konektivitas masyarakat. Akses transportasi yang tetap terbuka diperlukan agar aktivitas ekonomi, distribusi logistik dan proses pemulihan pascabencana dapat terus berjalan.<\/p>\n<p>&#8220;Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan dan jembatan ditangani secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat hingga distribusi logistik,&#8221; ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 17 September.<\/p>\n<p>Sebelumnya, penanganan ketiga jembatan dilakukan secara bertahap. Kementerian PU terlebih dahulu menyediakan jembatan sementara atau Bailey untuk menjaga akses masyarakat selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung.<\/p>\n<p>Dengan dua jembatan telah kembali berfungsi dan Jembatan Krueng Tingkeum yang hampir rampung, pemulihan infrastruktur pada salah satu koridor transportasi utama Aceh tersebut terus dikebut.<\/p>\n<p>Penyelesaian ketiga jembatan itu menjadi bagian dari upaya Kementerian PU memulihkan infrastruktur vital terdampak bencana sekaligus menjaga kelancaran pergerakan masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Aceh.<\/p>\n<p>Penanganan tersebut sejalan dengan visi PU608 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu instrumen untuk menjaga produktivitas nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/594530\/tiga-jembatan-pascabanjir-bandang-rampung-konektivitas-banda-aceh-medan-segera-normal\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan konektivitas di Aceh pascabanjir bandang. Dari tiga jembatan terdampak bencana di Koridor Lintas Timur Aceh yang menghubungkan Banda Aceh\u2013Medan, dua jembatan telah rampung dan kembali fungsional, sementara satu lainnya tinggal menyisakan 0,86 persen pekerjaan. Dua jembatan yang telah fungsional yakni Jembatan Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106512,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}