{"id":106356,"date":"2026-09-17T00:57:35","date_gmt":"2026-09-16T17:57:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/17\/kpk-sebut-ada-struktur-bayangan-di-atr-bpn-pengepul-uang-jadi-penghubung\/"},"modified":"2026-09-17T00:57:35","modified_gmt":"2026-09-16T17:57:35","slug":"kpk-sebut-ada-struktur-bayangan-di-atr-bpn-pengepul-uang-jadi-penghubung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/17\/kpk-sebut-ada-struktur-bayangan-di-atr-bpn-pengepul-uang-jadi-penghubung\/","title":{"rendered":"KPK Sebut Ada \u201cStruktur Bayangan\u201d di ATR\/BPN, Pengepul Uang Jadi Penghubung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/2gabrxpaY2iW0nyIbgJbMPYTpW5XFfVIxPBzuZVhgAE\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTQ0NDgvMjAyNjA5MTcwMDUzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg5NTgxMjMxLmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dugaan keberadaan struktur bayangan di luar organisasi resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional. Struktur itu diduga diisi orang-orang yang berperan sebagai pengepul, pengelola uang, serta penghubung pihak luar dengan pejabat ATR\/BPN.<\/p>\n<p>Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan gambaran tersebut muncul setelah penyidik menemukan banyak lapisan di luar struktur resmi kementerian dalam perkara dugaan suap pengurusan layanan pertanahan.<\/p>\n<p>\u201cKami melihat seolah ada dua bagan atau struktur di ATR\/BPN. Ada bagan atau struktur organisasi yang resmi, dan ada juga bagan atau struktur yang seperti bayangan,\u201d kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 16 September.<\/p>\n<p>Menurut Budi, sejumlah pihak di luar struktur resmi diduga mempunyai peran penting dalam menghubungkan pihak eksternal dengan penyelenggara negara di lingkungan ATR\/BPN.<\/p>\n<p>Ia menyebut Fahd Arafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto termasuk pihak yang diduga berperan sebagai pengepul dan pengelola uang.<\/p>\n<p>\u201cBanyaknya sirkel di luar struktur ATR\/BPN, seperti F, kemudian ARF yang berperan sebagai pengepul, pengelola uang, dan penghubung antara pihak-pihak eksternal kepada penyelenggara negara di lingkungan ATR\/BPN,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p>Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka.<\/p>\n<p>Mereka adalah Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR\/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta Rizal Pahlevi yang disebut sebagai pihak swasta atau perantara Summarecon.<\/p>\n<p>Tersangka lainnya adalah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta pihak swasta Erwin dan Muhammad Fakhry.<\/p>\n<p>Keempat nama terakhir diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR\/BPN Nusron Wahid. Dugaan mengenai peran dan hubungan mereka masih didalami KPK.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/594448\/kpk-sebut-ada-struktur-bayangan-di-atr-bpn-pengepul-uang-jadi-penghubung\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dugaan keberadaan struktur bayangan di luar organisasi resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional. Struktur itu diduga diisi orang-orang yang berperan sebagai pengepul, pengelola uang, serta penghubung pihak luar dengan pejabat ATR\/BPN. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan gambaran tersebut muncul setelah penyidik menemukan banyak lapisan di luar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106357,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"7 hours ago","modified":"7 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106356"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106356\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}