{"id":106306,"date":"2026-09-16T19:49:08","date_gmt":"2026-09-16T12:49:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/16\/ekspor-mamin-melesat-tapi-industri-dibayangi-aturan-dagang-global\/"},"modified":"2026-09-16T19:49:08","modified_gmt":"2026-09-16T12:49:08","slug":"ekspor-mamin-melesat-tapi-industri-dibayangi-aturan-dagang-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/09\/16\/ekspor-mamin-melesat-tapi-industri-dibayangi-aturan-dagang-global\/","title":{"rendered":"Ekspor Mamin Melesat, tapi Industri Dibayangi Aturan Dagang Global"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/MShE7Ji1JMz_blh82n18N4mQ6P79eFrV2PHQa0dHFTo\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTQzOTMvMjAyNjA5MTYxOTQyLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg5NTYyNTg3LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia mencatatkan kinerja perdagangan yang kuat, tetapi dihadapkan pada tantangan baru berupa pengetatan standar perdagangan global, mulai dari regulasi lingkungan dan deforestasi hingga standar keamanan pangan.<\/p>\n<p>Pada 2025, ekspor industri mamin Indonesia mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni 49,5 miliar dolar AS atau tumbuh 19,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Alhasil, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 36,1 miliar dolar AS.<\/p>\n<p>Performa positif berlanjut pada semester I-2026.<\/p>\n<p>Ekspor industri mamin tercatat sebesar 24,61 miliar dolar AS, sedangkan impor mencapai 7,04 miliar dolar AS.<\/p>\n<p>Dengan demikian, sektor tersebut mencatat surplus perdagangan sebesar 17,57 miliar dolar AS.<\/p>\n<p>Di tengah capaian tersebut, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebut, industri mamin mulai menghadapi lanskap perdagangan global yang semakin ketat.<\/p>\n<p>Tantangan tidak lagi hanya berasal dari tarif, tetapi juga persyaratan lingkungan, keamanan pangan serta perubahan preferensi konsumen di pasar internasional.<\/p>\n<p>Salah satu tantangan utama adalah implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).<\/p>\n<p>Regulasi tersebut menuntut pelaku usaha melakukan uji tuntas (due diligence) dan menyediakan informasi geolokasi lahan yang dipastikan bebas dari deforestasi untuk sejumlah komoditas, termasuk sawit, kakao, kopi dan karet.<\/p>\n<p>Selain itu, penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa turut menjadi bagian dari perubahan standar perdagangan global yang perlu diantisipasi oleh industri.<\/p>\n<p>Tantangan lainnya datang dari pengetatan standar keamanan pangan di sejumlah pasar utama seperti Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang.<\/p>\n<p>Salah satunya berupa pengetatan ambang batas residu pestisida (Maximum Residue Limits\/MRL) dan residu kimia pada produk pangan.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menuntut industri mamin Indonesia untuk meningkatkan kemampuan memenuhi standar pasar tujuan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing harga.<\/p>\n<p>Di sisi konsumen, perubahan juga berlangsung. Tekanan biaya hidup (cost of living) mendorong konsumen global semakin memperhatikan nilai produk (value for money), sementara permintaan terhadap produk ramah lingkungan dan berbasis nabati (plant-based) juga terus menjadi bagian dari perubahan tren konsumsi.<\/p>\n<p>&#8220;Terlepas dari angka pertumbuhan positif ini, kami harus tetap waspada terhadap tantangan global. Ketidakpastian geopolitik telah memicu lonjakan harga energi, inflasi dan gangguan rantai pasok,&#8221; ujar Faisol dalam pembukaan Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Agustus.<\/p>\n<p>Tantangan global tersebut hadir ketika industri mamin Indonesia berperan penting dalam perekonomian nasional.<\/p>\n<p>Pada semester I-2026, sektor mamin berkontribusi 41,86 persen terhadap PDB industri nonmigas dan 7,16 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan sebesar 6,77 persen.<\/p>\n<p>Dari sisi investasi, realisasi investasi industri mamin mencapai Rp26,82 triliun hingga Juni 2026.<\/p>\n<p>Sektor itu juga menyerap sekitar 6,94 juta tenaga kerja atau 34,72 persen dari total tenaga kerja pada industri pengolahan nonmigas.<\/p>\n<p>Secara regional, daya saing ekspor mamin Indonesia juga cukup kuat.<\/p>\n<p>Pada 2025, Indonesia disebut menjadi eksportir produk makanan dan minuman terbesar kedua di Asia setelah China, dengan pangsa pasar ekspor sebesar 23 persen.<\/p>\n<p>Posisi tersebut menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara kawasan seperti Malaysia, Thailand, Vietnam dan Singapura.<\/p>\n<p>Kinerja ekspor tersebut ditopang sejumlah komoditas unggulan, antara lain minyak sawit, produk perikanan, margarin dan olahan kakao.<\/p>\n<p>Dengan kinerja perdagangan terus mencatat surplus, tantangan berikutnya bagi industri mamin Indonesia adalah menjaga momentum pertumbuhan di tengah meningkatnya persyaratan pasar global.<\/p>\n<p>Penguatan standar produksi, ketertelusuran bahan baku, keamanan pangan serta aspek keberlanjutan menjadi semakin penting agar produk Indonesia tetap mampu bersaing dan diterima di pasar internasional.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/594393\/ekspor-mamin-melesat-tapi-industri-dibayangi-aturan-dagang-global\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia mencatatkan kinerja perdagangan yang kuat, tetapi dihadapkan pada tantangan baru berupa pengetatan standar perdagangan global, mulai dari regulasi lingkungan dan deforestasi hingga standar keamanan pangan. Pada 2025, ekspor industri mamin Indonesia mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni 49,5 miliar dolar AS atau tumbuh 19,5 persen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106307,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-106306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106306"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106306\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}